
Selepas sang sekretaris keluar dari dalam ruangan Pak bos, Tommy pun segera membereskan pekerjaannya dan akan segera mencari Arumi. Beberapa saat kemudian kini Tommy sudah menyelesaikan pekerjaannya dan segera menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas meja.
Kini Tommy sudah berada di lobby kantor dan segera menuju parkiran khusus untuk mengambil mobilnya dan segera memajunya ke jalan raya.
"Semoga aku bisa menemukannya." ucapnya dalam hati.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
Di tempat lain Siska sedang uring - uringan menanti kabar sang kekasih yang tak kunjung tiba menghubunginya, bahkan ponsel sang kekasih pun tidak aktif.
"Kemana perginya dia?" tanya Siska pada diri sendiri.
Siska pun melirik jam tangan yang ada di pergelangan tanganya, "Ini sudah hampir jam istirahat. Aku samperin dia kekantor ah ... sambil mengajaknya makan siang, ya lumayan untuk pengobat rindu."
Siska pun segera turun kebawah, setelah di bawah dia pun segera menuju garasi mobil dan segera masuk kedalam mobilnya dan tidak lama kemudian kini Siska sudah melajukan mobilnya ke jalan raya.
...🍦🍦🍦🍦🍦🍦...
Di tempat yang lain.
__ADS_1
Kini Nabila dan Adrian sedang menikmati makan siang walaupun hanya makan siang di kantor tapi jika bersama dengan sang kekasih hati mengalahkan makanan ala - ala restoran.
"Sayang kenapa kamu menatap ku seperti ini? Apa ada sesuatu di wajahku?" tanya Nabila seraya meraba - raba wajahnya barang kali menemukan jawaban di sana.
Adrian pun tersenyum, "Tidak ada apa - apa di wajah cinta. Apa kah aku tidak boleh menatap wajah istriku sendiri?"
Sambil menunduk dan tersipu malu, "Kamu kalau lagi tersipu malu begini semakin cantik saja dan rasa cinta ku sama kamu bertambah 1000 kali lipat banyaknya." ucap Adrian tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari wajah sang istri.
"Sayang gombalan dan bualan mu di simpan saja dulu."
"Cinta ini tuh bukan gombalan, aku serius ini tuh kata - kata yang langsung datang dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam."
Sambil menatap wajah sang kekasih halal, "Sudah buruan habiskan makan siang mu dan kembali ke kantormu!"
Sesaat kemudian kini mereka sudah menyelesaikan makan siangnya dan kini mereka sedang duduk bersantai.
Sambil merangkul pundak sang istri, sementara Nabila menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
"Sayang apa kamu belum punya rencana untuk menambah momongan?"
__ADS_1
Sontak Nabila menatap wajah sang suami, "Nanti aja deh sayang lagi pula si kembarkan juga masih kecil."
"Cinta."
Panggilan Adrian membuat Nabila menoleh ke arah sang suami, Adrian pun segera menyambar bibir ranum sang istri kemudian melakukan aktivitas di sana. Lama mereka menyelami satu sama lain hingga mereka sama - sama merasakan sesak nafas efek terlalu lama menyelami pagutan mereka.
Setelah sama - sama melepaskan, Adrian pun membelai wajah sang istri hingga kebibir ranum sang istri, "Apa kamu menikmatinya?"
Nabila hanya mengangguk sebagai jawabannya, "Apa permainan kita mau di lanjutkan kejenjang lebih tinggi?" tanya Adrian sambil menggoda sang istri.
Nabila pun membulatkan matanya dan menautkan alisnya, kemudian bertanya, "Apa maksudmu?"
Sambil mengangkat dagu sang istri dengan satu jarinya, dan mata mereka pun saling bertemu. Saat sedang lengah kembali Adrian melayang kecupan kecupan mesra di setiap inci wajah sang istri.
"Sayang sudah nanti lanjut di rumah saja." ucapan Nabila sontak membuat Adrian menghentikan aktivitasnya. Adrian pun kembali pada posisi duduk semula.
"Ya sudah kalau begitu aku kembali keruangan ku dulu ya!" ucap Adrian seraya mengecup kening sang Istri.
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
__ADS_1
...TERIMA KASIH...
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒...