ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 149. CLBK 13.Komentar positif semangat ku Up


__ADS_3

Kini pesawat yang ditumpangi Tommy sudah mendarat dengan sempurna di landasannya. Tommy pun segera turun dari pesawat dan segera berjalan keluar untuk mencari taksi. Kata "Sabar" seakan tidak bisa lagi mengendalikan dirinya. Dia sudah rindu berat dengan pangeran kecil walau sebenarnya bertemu dengannya hanyalah sekali dan tanpa di sengaja namun entah mengapa rasa rindu selalu bergelayut manja di dalam benaknya dan wajah imut nan menggemaskan selalu berputar - putar di otaknya.


Tommy sudah berada di dalam taksi sambil memperhatikan jam tangan yang melingkar di tangannya, waktu sudah menunjukan jam pulang anak - anak sekolah seumuran Varo. Tommy pun menuntun pak supir agar mengantarnya kesalah satu TK swasta yang ada di kota itu. Tak terasa kini taksi yang membawa Tommy sudah tiba di depan pagar sekolah itu. Dia pun segera turun dari mobil setelah sebelumnya meminta tunggu kepada pak supir. Tommy pun berjalan masuk dan mendapati pangeran kecil itu kini duduk di pos satpam sendirian.


Tommy pun mendekat dan menyapanya, "Hallo pangeran kecil? Apa kabar."


Varo pun mengangkat wajahnya dan mengingat pesan sang Ibu jika bertemu dengan om itu lagi jangan mau dekat dengannya. Ketika Varo mau berdiri dan menjauh dari sana, Tommy sudah lebih dulu memegang pergelangan tangannya.


"Lepaskan tangan Varo om. Varo mau pulang," rengeknya.


Tommy pun tersenyum dan mensejajarkan tinggi badannya dengan Varo, "Anak pintar bolehkah kita berteman?" sambil mengulurkan tangan.


Varopun menatap tangan Tommy sementara tangan Varo yang satunya masih dalam genggaman Tommy, "Tapi Mama bilang tidak boleh dekat - dekat sama Om."


Tommy pun mengerutkan keningnya, "Oh ya Mama bilang begitu. Nanti deh kalau Om ketemu sama Mama kamu biar Om jewer kuping Mama mu karena berani berkata begitu sama kamu."


"Om dan Mama Varo temanan ya Om?" tanya polos Varo dan itu membuat Tommy tertawa.


"Ha ... ha ... ha ... tentu dong sayang Om dan Mama kamu teman dan bukan hanya sekedar teman biasa tapi lebih dari teman dekat dan jika kamu sudah besar nanti, nanti juga kamu mengerti maksud dari teman dekat disini sayang." ucap Tommy seraya mengusap kepala Varo.


"Mau kan ikut Om?" tanya Tommy kemudian.


"Om bukannya mau menculik Varo kan?" tanyanya menyelidik.


Sambil tersenyum, "Apakah om ada tampang - tampang seperti penculik anak - anak?"


Sambil menggeleng, "Tidak."


"Maukan ikut Om?" tanya ulang.


Sambil mengangguk, "Hmmmmmm...."


Mereka pun berjalan bergandengan tangan sambil berjalan keluar dari dalam pagar, tapi belum sampai mereka kemobil Varo pun menghentikan langkahnya, "Kamu kenapa berhenti sayang? Apa kamu capek berjalan? Apa mau Om gendong?"


Namun Varo hanya menggeleng, "Lalu kamu mau apa anak pintar?" tanya Tommy lagi.


Sambil mendongakkan kepalanya, "Om kita belum kenalan."


"Ha ... ha ... ha ... ha ... jadi itu masalahnya makanya kamu tidak melanjutkan langkah mu? Baiklah Om akan kenalan sama kamu. kamu bisa panggil om dengan Nama Om Tommy dan nama kamu siapa?"


"Varo Om."


"Nama yang indah."


"Terima kasih Om."


"Sama - sama sayang."


Mereka pun melanjutkan langkah kakinya dan sekarang mereka sudah berada di dalam mobil dan tujuan utama mereka adalah kepusat perbelanjaan.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...

__ADS_1


Kini Arumi sudah bersiap - siap ingin menjemput si pangeran kecil disekolah. Sesaat kemudian kini Arumi sudah berada di lobby kantor dia pun berjalan keluar pagar hendak mencari tumpangan agar segera dapat tiba di sekolah Varo. Sesaat kemudian kini Arumi sudah berada di mobil. Tidak butuh waktu lama kini Arumi sudah tiba di sekolah Varo. Arumi pun berjalan ketempat biasa Varo menunggu Arumi namun Arumi sangat terkejut karena Varo tidak ada disana.


"Pak satpam lihat Varo tidak menunggu disini?" tanya Arumi kepada pak satpam yang bertugas mengamankan anak - anak sekolah dan yang lainnya.


Sambil berdiri, "Maaf Bu, dari tadi saya nggak lihat den Varo."


Sambil menggigit ujung - ujung kukunya, "Kemana dia?"


Kini dengan perasaan was - was, cemas, dan takut jika Alvaro di culik atau di sekap atau apapun itu. Arumi pun sudah mengelilingi gedung sekolah itu, bahkan Wc dan gudang sudah semua dia periksa namun batang hidung Alvaro tak kunjung di temukan. Arumi pun duduk di taman yang ada di halaman sekolah sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam sana dan mencoba menghubungi sang Kakak. Dengan perasaan yang sulit di gambarkan serta menitikkan air mata dia pun segera menghubungi sang kakak berharap Varo bersama dia.


"Tut ... tut ... tut ..."


"Ya Hallo Assalamualaikum," suara dari sebarang.


"Waalaikumsalam. Apa Varo bersama Kakak?"


"Varo tidak bersama Kakak. Memangnya kenapa?"


"Arumi mau jemput Varo tapi Varo sudah nggak ada di sekolah."


"Apa kamu bilang. Varo nggak ada di sekolah?"


Dengan terisak, "Hiks ... hiks ... Varo nggak ada disekolah kak bagaimana ini?"


"Ya sudah kamu tenang dulu, aku segera kesana jangan kemana - mana!"


...Sambungan telepon pun terputus....


Varo pun menatap sekeliling pusat perbelanjaat saat ini sangat ramai di kunjungi oleh para pembeli atau hanya sekedar melihat - melihat saja.


Sambil tetap menggandeng tangan Varo, "Sayang katakan kamu mau beli apa?"


"Om Varo mau beli baju ganti boleh?"


"Tentu sayang apa sih yang nggak buat anak ganteng seperti kamu."


Mereka pun berjalan kearah perlengkapan anak laki - laki yang seusia Varo.


"Nah sayang silahkan pilih baju mana yang kamu suka?"


"Sungguh Om Varo bisa memilih apa saja yang Varo suka?"


Sambil mengangguk, "Hmmmm ... silahkan pilih sesuka hatimu. Kalau perlu Om belikan kamu sama gedung - gedungnya sekalian."


Dengan polosnya, "Kalau dengan gedung - gedungnya apa om tidak takut uangnya habis?"


"Uang Om banyak. Satu gedung ini baru berapa lembar yang habis dan itu belum seberapa menguras harta kekayaan yang om punya."


"Wah ternyata Om banyak uang dan orang kayak yah?"


"Hmmmmm Om orang kaya dan banyak uang?"

__ADS_1


"Om sudah punya istri belum?" pertanyaan Varo membuat Tommy menatap wajah Varo.


Varo yang mendapat tatapan mata Tommy terkesan menjadi takut, kemudian menunduk, "Maaf."


Dengan lembut penuh kasih sayang, "Om belum punya Istri."


Sambil tetap menunduk, "Percuma Om kaya dan banyak uang kalau ujung - ujungnya jomblo." 😂😂😂😂.


Mendengar kata - kata Varo membuat Tommy tepuk jidat dan tidak percaya bagaimana anak seusia Varo paham akan hal begituan, "Bagaimana kamu bisa tau hal begini - beginian."


"Dari sinetron yang biasa Mama tonton di rumah." 😂😂😂😂.


"Om jadi nggak nih belanjanya?"


"Jadi dong sayang."


Kini Varo dan Tommy sudah asyik dan sibuk mencari beberapa baju untuk Varo lengkap dengan pakaian dalam dan lain sebagainya.


Di sekolah


Kini Akbar sudah tiba di sana. dia pun langsung mencek ulang tempat - tempat yang sudah Arumi lewati. Namun hasilnya tetap lah sama. Dengan wajah prustasi dan nafas ngos - ngosan efek berlari kesana kemari, "Kamu jaga anak gimana sih? Jaga satu orang saja nggak becus."


Sambil menunduk, "Maafkan Arumi."


"Apa tidak sebaiknya kita lapor polisi atas dasar kasus penculikan anak?"


"Ini belum 1 x 24 jam."


"Lalu apa yang akan kita lakukan?"


"Ayo kita pergi dari sini kayaknya di sebrang jalan yang berhadapan langsung dengan gedung ini sepertinya ada CCTV. Barangli aja bisa kita temukan siapa yang menjemput Varo di sekolah hari ini."


"Kenapa tidak cctv sekolah ini saja."


Mereka pun kembali berjalam kepos satpam untuk bertanya tentang CCTV yang ada di sekolahan ini.


"Pak bisa tunjukan di mana bisa kita melihat akses keluar masuk dari gedung sekolahan ini?"


Pak satpam hanya bisa terbengong - bengong mendengar penuturan Arumi. Akbar yang melihat itu kini ikut menengahi, "CCTV."


Sambil tersenyum, "Oh CCTV... tapi maaf CCTV disini sudah lama nggak berfungsi. Sama halnya dengan CCTV yang ada di sebrang jalan itu."


"Jadi...."


"Iya Bu... CCTV disini dan disana itu sudah lama rusak."


Arumi dan Akbarpun saling berpandangan, "Bagaimana ini?"


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...TERIMA KASIH DAN MAAF UNTUK YANG SUDAH HADIR MEMBERIKAN LIKE DAN KOMENTAR MAAF KOMENTAR - KOMENTAR KALIAN TIDAK AKU BALAS TAPI TETAP AKU BACA KOK. KOMENTAR POSITIF KALIAN SEMANGAT KU UNTUK UP....

__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2