
Di ruang tamu di kediaman Dharmawangsa
"Jadi, kapan acara pernikahan mereka di laksanakan?" tanya Ibu Mala kepada calon besannya itu.
Tuan Bima pun menoleh ke arah sang Ibunda, dia tidak mau memutuskan sesuatu jika bukan keputusan sang Ibunda, sang Ibunda pun membalas tatapan mata sang anak kemudian menganggukan kepala tanda kuserahkan keputusannya di tanganmu.
Tuan Bima pun menghela nafas panjang, lalu berucap, "Bagaimana kalau tiga minggu terhitung sejak hari ini? Semua persiapan dan yang lain sebagainnya biarkan keluarga saya yang mengurusnya. Anda cukup menerima beres nya saja. Bagaimana apa Anda tidak keberatan?"
Sambil tersenyum dan berusaha memasang muka semanis mungkin walau sebenarnya dalam hati dia tidak ikhlas jika semua di kerjakan oleh calon besannya karena dia mencoba mencari keuntungan di balik semua ini.
"Oh ... tidak apa - apa malahan saya senang dan sangat mengucapkan banyak terima kasih karena keluarga anda mau terjun langsung dan terlibat dalam urusan pernikahan anak - anak kita."
Nyonya Luciana yang sedari tadi hanya diam mendengarkan ocehan demi ocehan Ibu Mala pun kini ikut menimpali, "Kami juga senang Bu melakukannya kan secara laki - laki dari pihak kami dan sudah sewajarnya kami yang mempersiapkan semuanya. Bukankah begitu?"
Dengan senyum hambar, "Benar sekali Nyonya."
Arumi yang sedari tadi memasang wajah semanis mungkin di hadapan mereka, tak satu pun di antara mereka yang menolehnya, merasa tak di perlukan, "Ibu, Nyonya, Arumi pamit kebelakang dulu ya?" ucap Arumi kemudian berdiri. Dan berlalu dari hadapan mereka semuanya.
...Di pintu belakang...
"Hai ... aku boleh gabung tidak dengan kalian?" tanya Arumi ketika sudah berdiri di ambang pintu, aku dan Tuan Adam pun menoleh keasal datangnya suara.
Arumi pun berjalan mendekat kearah dimana aku dan dia sekarang sedang duduk bercerita dan memaksa aku untuk bangun dari tempat dudukku dan menyuruhku pergi dari sana, setelah Arumi duduk seraya mengulurkan tangan, "Perkenalkan adik ipar namaku Arumi," ucap Arumi, namun uluran tangannya tidak terbalaskan, "Maaf saya masuk kedalam dulu," ujar Tuan Adam seraya berdiri dari tempat duduknya kemudian berlalu pergi dari sana.
Arumi pun menarik tangan nya kemudian mengumpat, "Sialan ...sok jual mahal lagi."
Kini keluarga Tuan Widjayakusuma sudah dalam perjalanan pulang kerumah setelah menyempatkan diri makan siang bersama tuan rumah.
...Di dalam kamar...
Arumi kini sedang bermalas - malasan diatas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Ketika sedang asyik membuka media sosial ponselnya pun berdering.
"Ting...." notifikasi pesan.
Arumi pun segera menggeser tombol hijau untuk dapat segera membaca pesan itu
...Tommy❤...
..."Hai kesayanganku, bagaimana kabarmu hari ini?"...
Arumi hanya bisa senyum - senyum sendiri membaca pesan singkat itu, jujur walaupun mereka baru pacaran beberapa minggu tapi rasa kangen dan cinta nya sama Tommy sudah tidak bisa di ukur dengan kata - kata.
Arumi pun segera membalasnya,
..."Hallo sayang, kabar aku baik - baik saja. Sayang kapan balik dari luar negri?"...
...Tommy❤...
__ADS_1
..."Kenapa? kamu sudah kangen sama aku? Baru beberapa hari loh sayang kita berpisah."...
...Arumi...
..."Wah ... GeEr banget kamu kalau aku kangen sama kamu. Kata kangen tidak ada di dalam kamusku....
...Tommy❤...
..."Yakin nih?"...
...Arumi...
..."Tidak."...
...Tommy❤...
..."😄😄😄."...
...Arumi...
..."Kok emot itu sih."...
...Tommy❤...
..."Habis kamu lucu sih."...
...Arumi...
...Tommy❤...
..."✌🏼✌🏼✌🏼."...
...Arumi...
..."👿👿👿."...
...Tommy❤...
..."Wow ... bertanduk, kabur ...."...
...Arumi...
..."😭😭😭."...
...Tommy❤...
..."Wah ... kok jadi nangis? 😘😘."...
__ADS_1
...Arumi...
..."😄😄😄👍🏼👍🏼."...
...Tommy❤...
..."🤗🤗🤗."...
...Arumi...
..."Yang setelah nanti kamu pulang dari luar negri ajak aku kerumah mu ya main! Aku ingin dekat dan kenal lebih jauh dengan orang tuamu."...
...Tommy❤...
..."Ok sayang. Sudah dulu ya aku mau kembali kerja dulu, bye ... bye ... sayang."...
...Arumi...
..."Bye ... bye ... sayang."...
...Kini siang sudah berganti malam kemudian berganti pagi....
...Ketika kamu merasa sangat terluka atas sikap orang lain, maka berdo,alah kepada Allah agar kamu tidak berbuat seperti apa yang telah di lakukannya....
...❤❤❤...
Hari ini hari di mana aku dan Tuan Adam akan ketem. Aku pun segera membersihkan diriku setelah menyelesaikan aktifitas dapur dan rumah.
Setelah beberapa saat berbenah dan berdandan akhir nya aku pun selesai dan segera keluar dari dalam kamar menuju lantai bawah.
Kulihat Ibu yang saat ini sedang menonton siaran televisi, aku pun berjalan mendekat, dan duduk di sebelahnya.
"Bu."
Ibu Mala pun menoleh sepintas kearahku lalu kemudian kembali fokus pada acara televisi, "Ada apa?" dengan nada datarnya.
"Nabila mau keluar sama Tuan Adam."
"Suka ... suka kamu lah Nabila, kamu mau pergi, kamu mau datang, kamu mau ngapain, Ibu tidak perduli. Dan beruntungnya kamu akan segera menikah jadi aku tidak perlu repot - repot bermusuhan dengan mu. Capek buang - buang tenaga," ucap sang ibu kemudian berdiri dan berlalu pergi dari sana.
Mataku tiba - tiba berkaca - kaca, "Sebegitu bencinya kah ibu padaku? Dimana letak kesalahanku? Apakah aku tidak pantas mendapat maaf." ucapku yang kini air mataku semakin deras saja turun.
...❤❤❤...
...Terima kasih untuk yang sudah mampir memberikan like dan komentar dan terima kasih untuk like mode diam. Maaf pesan tidak semua saya balas. Untuk yang mau promo monggo promo tapi jangan spam promo ya. tapi sebelum itu like dulu karya saya lalu tinggalkan jejak di kolom komentar biar saya berkunjung balik ke karya keren anda semuanya. Terima kasih, semangat, mari saling mendukung dan tetap jaga kesehatan anda - anda semuanya....
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
__ADS_1
...❤❤❤...