ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 96.


__ADS_3

"Jadi langkah apa yang akan di tempuh dalam pembuatan bayi tabung?" tanya Adam antusias.


Dokter itupun tersenyum, "Untuk proses bayi tabung ini memakan waktu yang cukup lama karena memerlukan persiapan yang sangat matang dan proses bayi tabung ini harus di tangani oleh orang - orang yang sudah berpengalaman dan sudah profesional dalam dunia kehamilan."


Setelah menjedah kalimatnya dokter itupun melanjutkannya, "Sebelum membahas lebih lanjut tentang bayi tabung ada baiknya kita mengetahui beberapa hal yang harus di ketahui sebagai anamnesa atau pemeriksaan awal. Misal rutinitas berhubungan suami istri kalian bagaimana, kesehatan pasangan dan sudah periksa kemana saja, stabilitas hormon ( siklus haid, teratur atau tidak ), keadaan fisik dan psikis."


Adam dan Nabila pun hanya senyum - senyum ketika sang dokter menyebutkan rutinitas, "Memang sepele tapi tetap harus di waspadai." ucap sang dokter.


"Lalu sekarang apa yang harus kami lakukan dok?" tanya Nabila penuh harap.


"Sebelum saya memberitahukan kalian apa yang harus kalian lakukan, sebaiknya saya jelaskan dulu tahapan dan syarat yang harus kalian penuhi oleh pasangan suami istri yang sah. Nah untuk tahapannya lakukan dulu penilaian hormon, penilaian cadangan sel telur, penilaian organ kandungan. Dan ada pun syaratnya bukan untuk donor ****** atau donor sel telur atau peminjam rahim, dan masih banyak lagi syaratnya. .... Bisa di lihat di mbah google ya guys untuk program bayi tabungπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚."


"Lalu tingkat keberhasilannya bagaimana dok?" tanya Adam.


"Untuk tingkat keberhasilannya sendiri itu tergantung dari usia. Jika usia di bawah 30 tahun peluang keberhasilannya 44,5 %. Untuk gagalnya bayi tabung bukan hanya di lihat dari faktor usia melainkan embrio yang tidak bisa menempel didinding rahim atau tidak terjadinya implantasi didalam nya. dan banyak lagi faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dari program bayi tabung ini. Intinya sebelum kalian mengambil langkah program bayi tabung ini kalian harus mempersiapkan mental dan juga fisik terlebih dahulu karena program bayi tabung ini juga memiliki resiko misalnya dalam pengambilan sel telur mungkin terjadi infeksi, pendarahan atau menyebabkan gangguan pada usus atau organ lainnya."


Setelah sama - sama terdiam dan hanya mata yang saling berpandangan satu sama lain dokter itu pun kembali melanjutkan kalimatnya, "Jadi, bagaimana apakah sudah kalian fikirkan dengan matang tentang program bayi tabung ini?" tanya sang dokter.


Adam dan Nabila hanya bisa saling berpandangan hingga akhirnya mereka pun mengangguk tanda setuju. Nabila melakukan ini hanya ingin memenuhi dan membahagiakan Nyonya Luciana, Bunda, Ayah dan suaminya itu sendiri, walaupun akan sangat menyakit kan bagi Nabila ketika sudah melakukan serangkaian prosesnya. Baginya kebahagian mereka saat ini harus menjadi prioritas yang utama walaupun nyawa nya yang akan menjadi taruhannua. Tapi demi niat dan keinginan nya membuatnya harus menepikan rasa takutnya itu.


Dokter pun memberikan resep obat - obatan yang harus mereka konsumsi selama masa menjalani tahapan awal dalam program bayi tabung.

__ADS_1


Kini mereka sudah menebus obat - obatan tersebut di apotik lalu kemudian segera meninggalkan rumah sakit tersebut.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Di tempat yang lain, semenjak meninggalkan kantor Widjayakusuma Tommy lalu menuju kafe tempat dimana dia akan bertemu dengan sang pujaan hati, yang sebelumnya sudah dia hubungi ketika sudah berada didalam mobil. Tapi, sebelum tiba di kafe dia terlebih dahulu singgah di butik untuk membeli sesuatu, setelah mendapatkan apa yang di cari dia pun segera kekasir membayar lalu kemudian pergi meninggalkan butik itu.


Beberapa saat kemudian kini Tommy sudah tiba di kafe, dia pun langsung masuk kedalam dan mencari keberadaan sang pujaan hati yang katanya sudah terlebih dulu tiba di sana.


Arumi yang melihat kedatangan Tommy pun melambaikan tangan. Kini Tommy sudah duduk di kursi yang ada di hadapan wanitanya itu.


"Kamu sudah lama datangnya?" tanya Tommy basa basi sambil menatap wajah sang kekasih yang menurutnya sangat cantik di siang hari ini.


Sambil tersenyum, "Aku baru aja datang. Kamu mau pesan makanan dan minuman apa?" tanya Arumi.


"Lapar sih tapi baru sedikit," ucap Arumi.


Tommy pun menyerahkan paperbage yang dia bawa yang kebetulan dia beli ketika dalam perjalan menuju kafe tadi. Arumi pun mengerutkan kening, "Apa ini?"


"Buka saja. Aku harap kamu menyukainya dan besok malam aku ingin kamu memakainya, aku akan memperkenalkan mu pada kedua orang tua ku."


Kata - kata Tommy sukses membuat wajah Arumi merah merona dan serasa sedang melayang - layang diudara.

__ADS_1


Lama dia membayangkan apa yang selama ini dia cita - cita kan akhirnya akan segera terwujudkan.


Arumi pun senyum - senyum sendiri, hingga akhirnya dia tersadarkan dengan tepukan lembut dari sang pujaan hati.


"Kamu kenapa? Apa yang sedang kamu fikirkan?"


Dengan tergagap, "Ah ... eh ... anu...."


"Anu apa," ucap Tommy memotong ucapan Arumi. "Apa kamu tidak ingin bertemu dengan kedua orang tua ku yang tidak akan lama lagi menjadi orang tuamu juga."


Arumi pun terperangah mendengar penuturan Tommy lalu kemudian mengulanginya, "Orang tua ku juga."


Dengan tersenyum dan memegang tangan wanitanya itu, "Apa kamu tidak ingin aku lamar? Dan apa kamu tidak ingin kita menikah denganku? Dan apa kamu tidak ingin menjadi Istriku dan menjadi Ibu dari anak - anakku kelak."


Sambil tersipu malu, "Bukan begitu dan aku mau menjadi istri dan ibu dari anak - anak kita kelak."


Sambil mengelus tangan sang pujaan hati, "Terima kasih sayang, terima kasih." kemudian tangan sang kekasih di kecupnya hingga berkali - kali.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Bagaimana kah kisah selanjutnya, sukses kah program bayi tabung Nabila dan Adam, Apakah Arumi dan Tommy jadi menikah?πŸ€”

__ADS_1


...TERIMA KASIH...


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


__ADS_2