ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
BAB 187. PSH ( IP : S4 ) ( RINDU )


__ADS_3

Ditempat yang lain....


Seorang pemuda tampan sedang duduk termenung sambil menatap foto dirinya bersama ke tiga sahabatnya waktu kuliah dulu, dia pun senyum - senyum sendiri dikursi kebesaran nya. Lalu dia pun meraih foto itu kemudian mengusapnya, "Bagaimana kabar kalian sekarang?" ucapnya, kemudian meletakkan kembali foto itu ketempat semula.


Dia pun mengalihkan pandangannya ke bingkai foto yang lain, didalam foto itu hanya ada dia dan seorang wanita cantik yang sudah dia kenal semenjak 10 tahun yang lalu. Dia pun meraih bingkai foto itu lalu kemudian menatapnya dalam - dalam, ada rasa kerinduan didalam hatinya. kemudian dia pun memeluk bingkai foto itu.


"Kamu dimana sekarang? Kenapa kamu tidak pernah menghubungi ku lagi? Aku kangen sama kamu, aku kangen suara kamu, aku kangen segala-galanya, apakah kamu sudah melupakan aku, apakah kamu sudah melupakan janji kita?janji yang dulu pernah kita ucapkan bersama - sama, janji dimana kamu tidak akan pernah melupakan aku dimanapun kamu berada, janji dimana kamu akan selalu setia sama aku..." ucap Chandra dalam hati. Sekali lagi Chandra memeluk foto itu erat - erat kemudian menyandarkan kepalanya kesadaran kursi dan menengadahkan kepalanya keatas menatap langit-langit kantornya. Tekahir mereka saling bertukar kabar beberapa bulan yang lalu, dan tiba - tiba saja wanita itu menghilang bak di telan bumi tidak ada kabar berita hingga saat ini.


"Siapa yang harus aku telepon untuk mencari tau kabar dan dimana kamu berada? Dan apakah kamu baik - baik saja disana?" ucap Chandra bertanya - tanya pada diri sendiri.


...****************...


Disisi lain seorang wanita cantik bersama pria tampan baru saja turun dari pesawat dan langsung menuju mobil yang sudah ia pesan sebelumnya. Supir itupun segera membawa penumpangnya kealamat yang sebelumnya sudah ia beritahukan kepada supir itu lewat via telepon.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam lamanya, mereka pun tiba di tempat tujuan. Mereka pun segera masuk kedalam rumah sakit dan langsung menuju resepsionis untuk menanyakan dimana ruangan Dr Chandra berada.


"Siang sus..."


"Siang Bu, ada yang bisa di bantu?"

__ADS_1


"Saya mau tanya, apakah dokter Chandra ada diruangannya? Kalau ada saya mau bertemu dengannya?"


"Apa sebelumnya Ibu sudah buat janji dengan Pak Chandra?"


"Belum sus."


"Baik Ibu, mohon tunggu sebentar!" ucap suster itu seraya mengangkat gagang telepon dan segera menekan tombol - tombol untuk menghubungi ruangan dokter yang dimaksud wanita cantik yang saat ini telah berdiri di hadapannya.


Wanita cantik itu hanya bisa mengangguk tanda setuju.


Beberapa saat kemudian....


"Maaf bu, telah menunggu lama."


"Ibu silahkan lurus kedepan, setelah sampai didepan ibu silahkan naik life sebelah kanan, itu life khusus untuk bisa sampai ke lantai 16 dimana ruangan Pak Chandra berada!"


"Baik sus, Terimakasih." ucap wanita cantik itu kemudian melangkah pergi bersama pria yang sejak tadi datang bersamanya.


Mereka pun tiba di depan life, sebelum lift itu terbuka sang pria pun meminta ijin kepada wanita itu untuk kekantin rumah sakit buat membeli beberapa cemilan dan minuman karena dia merasakan cacing diperutnya sudah berdemo ria.

__ADS_1


"Aku kekantin dulu ya. Kamu naik saja duluan nanti aku langsung menyusulmu keatas setelah aku dari kantin." ucap pria itu meminta ijin, kemudian beranjak pergi tanpa menunggu persetujuan dari wanita cantik itu.


Lift sudah terbuka, Wanita cantik itupun segera masuk kemudian menekan tombol 16. Beberapa saat kemudian, wanita cantik itu sudah tiba dilantai 16, dia pun segera keluar dari dalam lift kemudian bergegas menuju ruangan CEO di rumah sakit ini.


Setelah berjalan beberapa saat, wanita itupun tiba di depan pintu ruangan CEO.


"Maaf, ada yang bisa di bantu?" tanya sekretaris itu dengan ramah. Sekretaris itupun memperhatikan wanita yang kini berdiri disebrang mejanya dengan seksama. Sekretaris itupun berdecak kagum akan kecantikan wanita itu, Namun kekaguman itu hanya di simpannya dalam hati tanpa harus mengucapkannya.


"Saya mau bertemu Dokter Chanda. Apakah dia ada didalam?"


"Silahkan masuk!"


"Terimakasih."


Wanita cantik itu pun segera berbalik kemudian berjalan kearah pintu. Sebelum mengetuk pintu wanita itupun menarik nafas dalam-dalam kemudian mengeluarkan nya lewat mulut. Wanita itupun tertegun sejenak menatap pintu itu, pintu pembatas antara dia dengan pria yang masih diharapkannya akan menjadi pendamping hidupnya dimasa yang akan datang, Pria yang selalu ada buat dia, pria yang selalu siap mendengarkan celotehan yang tidak penting dari dia, pria yang dia cintai sejak tujuh tahun yang lalu, dan hingga hari ini rasa itu masih sama seperti tujuh tahun yang lalu. Ini adalah keputusan yang berat bagi dia tapi mungkin inilah jalan yang terbaik untuk mereka beruda.


"Aku pasti bisa." ucap wanita itu dalam hati memberi semangat pada dirinya sendiri.


...****************...

__ADS_1


...TERIMAKASIH...


...****************...


__ADS_2