
sheena merasa bosan seharian berada di dalam kamarnya terus,makan siang yang moli antarkan sudah habis di makannya,dia juga sudah meminum obatnya..beberapa waktu lalu Sebastian dan bibi maria menjenguknya, cuma sebentar mereka cuma ingin memastikan bahwa keadaan dirinya baik-baik saja,sheena melihat ke arah meja kecil di samping tempat tidurnya,terlihat senyumnya..
dia meraih barang tersebut, pakaian itu sudah hampir jadi,sedikit lagi dia akan menyelesaikan rajutannya,,dari pada bengong lebih baik aku menyelesaikan nya saja,,,ucapnya dalam hati....
Sheena larut dalam rajutannya, dia tidak sadar hari sudah menjelang sore,dia terkantuk2,,,dan akhirnya tertidur...
beberapa jam berlalu.....
"sheena,,,bangun" ucap moli menggoyangkan badannya.
"emm" ucap sheena menggerakkan badannya.
"kok kamu tidur di sini sih" ucap moli.
"aku ketiduran moli..." katanya bangkit dari duduknya.
"sekarang kamu makan malam dulu,kepalamu sudah tidak sakit lagi?"
"aku sudah baik-baik saja,terima kasih untuk perhatian mu"
"kita kan teman sheena,,,ya udah aku balik kerja dulu ya,,,mau bantuin bibi maria nyiapin makan malam" ucap moli lalu keluar dari kamar sheena...sheena memakan makan malamnya setelah itu dia kembali melanjutkan pekerjaannya....
Dante kembali ke mansion hampir tengah malam,,pekerjaan kantor sungguh menyita tenaga dan pikirannya,,dia melewatkan makan malamnya di rumah,Dante membersihkan dirinya setelah berpakaian dia keluar dari kamarnya menuju lantai bawah,sekarang dia sudah berada di depan sebuah ruangan, Dante mengetuk pintu itu beberapa kali tapi tak ada jawaban,dia menyentuh knop pintu ternyata tidak di kunci...Dante masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu itu..
matanya berkeliling mencari sheena karena tidak melihat sheena ada di tempat tidur...
tatapannya beralih pada sebuah kursi besar yang menghadap ke arah jendela yang masih terbuka lebar.
hmm dia selalu saja lupa menutup jendela..batin Dante
Dante berjalan mendekati kursi besar yang membelakangi nya,dia melihat sheena tertidur di kursi,,Dante menutup jendela besar itu,hembusan angin malam menyapa wajahnya,,,terasa sejuk...setelah menutup jendela Dante beralih pada sheena, dia menggendong tubuh sheena dengan pelan...
sheena membuka matanya,dia terbangun karena pergerakan Dante..Dante dan sheena kini saling menatap..
"tuan muda..." ucapnya pelan.
"aku cuma mau memindahkan mu ke tempat tidur,di sini sangat dingin"
"tidak perlu tuan,, saya bisa sendiri,, tolong turunkan saya" kata sheena gemetar.ini kali pertama buat sheena,di gendong oleh seorang laki-laki.
"jangan cerewet" omel Dante,dia membawa sheena ke tempat tidur,membaringkan tubuh sheena..dia merapikan selimut di tubuh sheena..
"apa kau sudah minum obat" tanya Dante lagi.
"obat...itu..belum tuan" ucap sheena terbata.
Dante mengeluarkan obat dari tempatnya dan memasukkan nya ke mulut sheena dan memberi air putih pada sheena.sontak sheena meminum air itu karena mulutnya terasa pahit...
__ADS_1
"sekarang tidurlah...besok kau harus bekerja, aku hanya memberimu libur satu hari.ucap Dante dingin.
Dante berjalan berputar tempat tidur,dia membaringkan tubuhnya di samping sheena..
sheena terkejut spontan bangun dari tidurnya dan berdiri di tepi ranjang....
"tuan muda...apa yang anda lakukan" ucap sheena mengeraskan suaranya.
"kau tidak lihat aku sedang apa...ya tidurlah,
aku capek seharian di kantor."
"tapi...ini kan kamar saya tuan" ucapnya bingung.
"kamu itu sebentar lagi akan menjadi istri saya,,tenang saja saya tidak akan berbuat hal yang aneh"Dante memejamkan matanya...
"tapi tuan..saya tidak bisa tidur di sini,,saya tidur di kursi saja" ucap sheena hendak berjalan menuju kursi.
"eeeiittt kamu mau kemana...naik!!!" ucap Dante kesal,dia menatap tajam sheena.sheena terdiam..
"naik"Dante bersuara lagi.mau tidak mau sheena beranjak naik ke atas tempat tidur,dia begitu takut melihat tatapan tajam dante...
Sheena menutupi tubuhnya dengan selimut, dia melirik ke sebelahnya,,,Dante sudah memejamkan matanya,,,sheena mematikan lampu di samping tempat tidurnya,dia tidur membelakangi Dante...
Apa yang terjadi dengan Dante saat ini,kenapa dia tidur di kamarku yang kecil ini,aneh.....
datar dan dingin..sheena larut dalam pikirannya soal Dante,,akhirnya dia tertidur..
Dante membuka matanya,mengalihkan pandangannya ke samping,terlihat tubuh sheena membelakangi nya..dia pun tersenyum...
aku merindukanmu sheena ku....
Keesokan paginya Dante terbangun... ntah bagaimana ceritanya sheena kini tidur dalam dekapannya, kepala sheena bersandar di dada bidangnya dengan satu tangannya memeluk pinggang Dante,,Dante yang menyadari situasi mereka saat ini,tersenyum puas...
"selamat pagi sheena" ucapnya pelan lalu mengecup kening gadis itu.dante memindahkan tubuh sheena dengan pelan agar sheena tidak terbangun.. dia tidak ingin sheena terkejut nanti saat melihat keadaan mereka berdua...Dante merapikan selimut di tubuh sheena,masih terlalu pagi belum waktunya untuk sheena bangun, Dante beranjak dari tempat tidur,,tatapannya tertuju pada kursi besar itu,Dante berjalan mendekati kursi besar mengambil sebuah benda...
Dante memperhatikan benda yang berada di tangannya ini...
"aku akan mengambilnya,, untuk siapa dia merajut pakaian ini" Dante bergumam...
berjalan meninggalkan kamar serta merta membawa pakaian itu.
Dante menghempaskan tubuhnya di tempat tidur,,melihat pakaian di tangannya...bagus juga ucap nya dalam hati...
sheena mengerjapkan matanya,terduduk di tempat tidurnya,,dia melihat ke samping tak menemukan Dante,,syukurlah dia sudah tidak ada,,sheena melihat tubuhnya di balik selimut.
sheena menghela nafas lega...dia khawatir jika mereka berbuat suatu hal yang terlarang..
__ADS_1
Sheena membereskan tempat tidurnya,setelah itu dia mandi dan mengganti perban di keningnya, dokter berpesan agar dia mengganti perban di lukanya setiap hari....
setelah bersiap sheena keluar dari kamar nya berjalan menaiki tangga menuju kamar Dante
Sheena masuk ke dalam kamar dante,Dante sedang duduk di sofa,penampilannya sudah rapi dan wangi..
"selamat pagi tuan...maaf saya terlambat" ucap sheena menundukkan wajahnya.
"pagi Sheena..bagaimana kabarmu hari ini" ucap Dante ramah,dia membuka laptopnya..
"saya baik tuan..sekali lagi saya mohon maaf saya terlambat lagi"
"tidak papa...saya yang kepagian bangunnya" ucap Dante tatapannya masih fokus pada layar laptopnya...
Seseorang memasuki kamar, dia adalah luther sahabat plus asisten pribadi Dante,alleina juga hadir di sana..dia menatap sheena tidak suka...
"Dante,, aku bolehkan ikut ke kantor" alleina duduk di samping Dante,dia kembali melanjutkan drama genitnya,bergelayut manja di tangan Dante. ntah mengapa sheena merasa tidak suka dengan sikap Dante,ada sedikit cubitan kecil di hatinya,,seakan hatinya tidak menerima sikap alleina tersebut,namun sheena berusaha menutupi perasaannya, dia hany menundukkan wajahnya..
"Dante.. ayo kita berangkat,,hari ini kita akan banyak bertemu klien" ucap luther.
Dante beranjak dari sofa dan berdiri,,
"aku boleh ikutkan,, aku bosan di rumah saja"
ucap alleina memohon.
"terserah kau..bawakan laptop juga tasku" jawab Dante datar menatap alleina.
"oke" ucap alleina, dia memasukkan laptop ke dalam tas kerja dante.
"bagaimana menurut mu penampilanku hari ini,,aku ganteng tidak" ucap Dante mengibaskan jas nya menunjukkan baju dalam yang di kenakannya pada luther...
Sheena terkejut melihat pakaian yang di kenakan dante di balik jasnya...jari telunjuknya berada di depan bibirnya..
itukan... gumamnya
luther terkekeh melihat tingkah Dante..
"loe mau pakek baju rombeng juga tetap ganteng" ucap luther tertawa berjalan keluar kamar.
Sekilas Dante melirik sheena dan tersenyum, alleina yang melihat buru-buru menggandeng tangan Dante dan membawa Dante meninggalkan kamar...
Sheena menggelengkan kepalanya melihat perilaku alleina tidak mengerti, sheena tidak memperdulikan hal itu...dia kembali melakukan tugas nya di kamar itu...
***bersambung
💖 💖 💖 💖 💖 💖 💖 💖 💖 💖 💖 💖 💖 💖 💖 💖***
__ADS_1
.