ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 148. CLBK 12.


__ADS_3

"Sayang ... besok pagi antar aku dong kerumah Bunda Irene!" ujar Nabila.


Adrian pun menoleh ke arah sang Istri, "Tumben - tumbenan kamu mau kesana Cinta. Ada apa?" sambil meletakkan ponsel nya di atas meja kemudian berjalan kearah sang istri.


"Tidak ada apa - apa lagi kangen aja dengan Bunda dan Ayah. Bolehkan aku kesana?"


Adrian pun tersenyum, "Tentu boleh dong Cinta. Besok sebelum aku kerumah sakit aku antar kamu dulu kerumah Bunda."


"Terima kasih sayang."


"Sama - sama."


Note : Adrian adalah seorang manusia biasa yang miliki sifat penyabar, lembut dan sangat perhatian. Dia tidak memiliki sifat dan sikap pendendam. Terbukti dengan perselingkuhan sang mantan istri dan harus berakhir koma selama berbulan - bulan hingga akhirnya sang istri pergi untuk selama - lamanya. Namun selama itu pula Adrian memaafkan sikap dan perilaku menyimpang sang istri dan masih setia merawat sang istri hingga ajal menjemputnya walau Adrian tau saat kecelakaan itu terjadi sang istri sedang berada di dalam mobil bersama selingkuhannya dan Naasnya kecelakaan itu tidak bisa mereka hindari sang kekasih meninggal di lokasi kejadian sementara Winda harus koma selama berbulan - bulan.


Kini Adrian sudah duduk di samping sang istri. Sambil memegang tangannya, "Oh Iya Cin apa besok kamu tidak kerja?"


Sambil tersenyum kemudian menggelengkan kepala, "Tidak. Biarkan Karina yang menggantikan aku setelah dia pulang dari klinik."


Sambil mengusap lembut kepala sang istri dan mencium kening sang istri, "Cup ... baiklah Cinta jika itu yang kamu inginkan. Silahkan istirahat! Aku mau keluar dulu melihat anak - anak mereka sedang apa bersama neneknya."


"Sayang aku ikut."


"Ya sudah yuk." mereka pun berjalan keluar dari kamar dan berjalan beriringan sambil bergandengan tangan.


Kini mereka sudah tiba di antara mereka yang kini nampak sibuk dengan aktifitasnya masing - masing.

__ADS_1


"Hmmmmm ... Bunda dan Ayah boleh ikutan nggak nih?" tanya Nabila kepada putra dan putrinya.


"Bunda, Ayah." mereka pun berlari kearah kedua orang tua mereka dan memeluk mereka walau hanya sebatas paha mereka saja.


Kini Nabila dan Adrian sudah terlibat dalam permainan anak - anak mereka. Sementara Mama Yulia lebih memilih duduk di sofa sambil memperhatikan interaksi antara Anak, menantu dan cucu - cucunya.


"Semoga Nabila adalah pilihan terakhir yang di takdirkan Tuhan untuk Adrian dan tidak memiliki sifat seperti Winda. Aamiin." ucap sang Ibu dalam hati sambil tersenyum melihat ke akraban di antara mereka.


Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu jam yang ada di ruangan itupun kini berbunyi sebanyak 10 kali dan itu menandakan waktu sudah menunjukan jam 10 malam.


"Anak - anak yuk kita kemar istirahat!" ajak sang Nenek karena semenjak ada si kembar dirumah Mama Yulia tidak pernah lagi tidur sendirian. Kini Mama Yulia tidur bertiga di kamar Mama Yulia. Bukan berarti si kembar tidak punya kamar, punya hanya saja jarang di tempati.


...Kini mereka sudah berada di dalam kamar masing - masing dan siap untuk berpetuakang ke alam mimpi....


...🍏🍏🍏🍏🍏🍏...


Kini pesawat telah mengudara karena waktu tempuh hingga berjam - jam makanya Tommy memutuskan untuk tidur dari pada harus bergosip dengan wanita yang ada di sampingnya kini yang cukup cerewet dan banyak bicara terbukti dengan detik - detik sebelum pesawat mengudara wanita itu sok kenal dan sok dekat dan itu membuat Tommy terasa terganggu.


...🍟🍟🍟🍟🍟🍟🍟🍟...


Kini Arumi sudah berada di kantor setelah sebelumnya mengantar sang pangeran kecil kesekolah. Dan dia pun mendapat bocoran dari para karyawan lain jika hari ini si bos akan pulang dari perjalanan luar kota selama satu minggu lamanya dan dengar - dengar si bos ini juga sudah memiliki tunangan yang super galak dan manjanya tidak ketulungan dan dia tidak akan segan - segan menggampar karyawan wanita jika ada yang menggoda sang kekasih dan sok paling berkuasa di kantor ini dan sangat mengatur karyawan lainnya hingga membuat mereka sedikit tertekan dan frustasi dengan sikap dan sifat si calon tunangan si bos.


Beberapa saat kemudian kini Arumi sudah menyelesaikan aktivitas membuat laporan selama seminggu ini dan sekarang dia akan memberaihkan meja, lantai dan beberapa furnitur yang ada di lantai tiga belas. Maklum tidak ada akses untuk OB naik kelantai tiga belas kecuali si bos yang meminta mereka secara langsung untuk naik untuk membersihkan lantai tiga belas.


Kini Arumi sudah mulai dengan aktifitasnya dan pada saat bersamaan pula Siska pun datang dan kini sudah berdiri di depan life sambil memperhatikan Arumi yang sedang membersihkan meja yang dikira adalah seorang OB, dan lain sebagainya.

__ADS_1


"Hei OB mana bos mu? Dengar - dengar dia akan datang hari ini." ucapan lantang dan cukup merendahkan bagi siapa saja yang mendengarnya.


Arumipun mengentikan aktivitasnya dan menoleh kebelakang. Mereka pun sama - sama terkejut dengan apa yang mereka lihat.


"Kamu lagi - kamu lagi? Saya heran kenapa sih kamu selalu ada di mana - mana?" sambil melihat tangan Arumi yang masih memegang kain lap, Siska pun tertawa, "Ha ... ha ... ha ... sekarang kamu kerja disini hanya jadi OB? Pekerjaan itu memang cocok untuk kamu. Jangan hanya ruangan disini yang kamu bersihkan tapi hati kamu juga ikut di bersihkan biar pemikirannya tidak selalu kotor."


"Apa maksud kamu?"


"Tidak ada."


"Kalau sudah tidak kepentinganmu disini silahkan tinggalkan segera ruangan ini!" ucap Arumi tegas.


Dengan bernada ketus dan sombong, "Hei OB tidak tau diri yang seharusnya angkat kaki dari sini itu kamu. Kamu tidak tau dengan siapa kamu berbicara sekarang?"


Dengan tersenyum dan masih berusaha untuk tidak terpancing emosinya mendengar kata - kata Siska yang merendahkan profesi seseorang, "Aku tau kok dengan siapa aku berbicara sekarang. Aku sekarang sedang berbicara dengan manusia songong yang nggak ada akhlak dan katanya lulusan luar negri tapi mulut bau comberan saat sedang bicara apa lagi sedang merendahkan sebuah profesi."


Siska tersulut api emosi dan sudah menganyunkan tangannya siap memberikan pelajaran pada Arumi namun gerak gerik Siska dapat terbaca oleh Arumi dan Arumi pun segera menangkap tangan Siska, dengan penuh penekanan, "Jauhkan tangan kotormu dari tubuhku dan jangan coba - coba menyentuhku walau sehelai rambut pun dan jika masih saja kamu mencoba untuk menyentuhku dengan tangan kotor mu ini dan bisa aku pastikan hari ini detik ini kamu tidak akan bisa berjalan lagi dan tidak akan bisa mengayunkan tangan mu lagi seperti saat ini karena aku akan mematahkannya." ucap Arumi seraya menghempaskan tangan Siska dengan kasar.


"Silahkan pergi dari sini."


Siska pun kemudian pergi meninggalkan Arumi yang masih berdiri mematung menyaksikan Siska masuk lift kemudian menghilang dibalik pintu lift yang terbuka kemudian menutup secara sempurna.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...TERIMA KASIH UNTUK YANG MASIH SETIA DENGAN IP DAN MAKASIH UNTUK YANG SUDAH SINGGAH MEMBERIKAN DUKUNGAN IP DAN MAAF KOMENTAR ANDA SEMUANYA TIDAK AUTHOR BALAS TAPI TETAP AUTHOR BACA KOK DAN KOMENTAR ANDALAH YANG MEMBUAT AUTHOR MASIH BERTAHAN HINGGA SAAT INI. MAKASIH UNTUK YANG SUDAH MENYUMBANG VOTE UNTUK IP. TANPA KALIAN AKU BUKANLAAH APA - APA....

__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2