
Satu persatu tamu undangan sudah pulang kerumah masing - masing termasuk Ibu dan Kakak Nabila. Hanya keluarga inti saja yang masih tertinggal.
"Sayang sekali lagi Bunda ucapin selamat ya, semoga di kedepannya nanti kamu lebih bisa sukses lagi," ucap Bunda Irene sambil memeluk sang menantu.
Nabila pun membalas pelukan sang mertua, "Terima kasih Bunda, Nabila bisa sampai seperti ini juga karena Bunda yang selalu setia mendukung Nabila."
"Ehm ... ehm...." deheman keras membuat mereka melepas pelukan dan menatap ke sumber suara. Nabila pun tersenyum kemudian berjalan kearan Nyonya Luciana kemudian memeluknya, "Terima kasih Nenek, Nabila sayang Nenek." Nyonya Luciana pun membalas pelukan Nabila.
Ayah dan Anak hanya bisa tersenyum bahagia menyaksikan kemesraan, kehangatan, dan keakraban kepada mereka bertiga.
"Semoga selalu seperti ini," ucap Adam di dalam hati.
🍀🍀🍀🍀
Sambil terus mengemudi mobil, dan sesekali melirik sang Ibu yang duduk di kursi samping kemudi, Akbar pun mengajak sang Ibu sekedar ngobrol untuk memecah kesunyian di antara mereka.
Sambil sesekali melirik, "Bu ... sepertinya ada sesuatu yang Ibu sembunyikan dari Akbar? Kalau Ibu ada masalah cerita ke Akbar barang kali Akbar bisa bantu. Dan Apa maksud kata - kata Ibu sewaktu di hajatan Nabila tadi?"
Sang Ibu pun menoleh sepintas ke arah sang Anak lalu kemudian membuang muka tempat yang lain. Dia tidak ingin apa yang sudah di perbuatnya bersama putri keduanya itu ketahuan olehnya. Dan sebisa mungkin sang Ibu bersikap biasa - biasa saja.
"Ah ... itu hanya masalah kecil saja tidak ada yang perlu di khawatirkan."
Namun jawaban sang Ibu kurang memuaskan dan meyakinkan, "Bu, Akbar mengenal ibu bukan sehari dua hari. Jadi, jika Ibu ada masalah cerita ke Akbar."
Namun lagi - lagi sang Ibu berdalih jika dia baik - baik saja, "Sungguh Ibu tidak ada masalah."
"Ya syukurlah jika begitu Akbar bisa bilang apa."
Tak terasa kini mereka sudah memasuki halaman rumah tempat tinggal mereka. Dari arah yang tak jauh dari mereka, kini mereka melihat seorang gadis cantik, yang kini duduk di teras rumah sambil memainkan ponsel di tangannya.
Ketika mobil berhenti sang Ibu pun segera turun dari dalam mobil dan segera melangkahkan kakinya keteras rumah untuk menemui wanita itu.
Ketika sudah berdiri tak jauh dari gadis itu kini sang Ibu perlahan - lahan berjalan mendekat ke arah gadis itu dan menatap tak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang.
"Arumi," ucap sang Ibu lirih tapi masih nampak di telinga sang Anak.
Merasa ada yang memanggil namanya Arumi pun menoleh.
"Ibu," ucap Arumi tak kalah terkejut dengan sang Ibu seraya berdiri dan berjalan ke arah sang Ibu lalu memeluknya.
"Ibu ... Arumi kangen sama Ibu," ucap Arumi menumpahkan tangisnya selama beberapa bulan tidak berjumpa dengan sang Ibu, sang Ibu pun membalas pelukan sang Anak karena kebetulan sang Ibu pun merasakan hal yang sama seperti san Anak.
"Ibu juga sangat, sangat kangen dengan mu sayang," Sambil melepas pelukan, "Bagaimana kabarmu di sana dan apa saja yang sudah kamu pelajari di sana?" pertanyaan beruntun dari sang Ibu. Ketika Arumi hendak menjawab pertanyaan sang Ibu, suara deheman membuyarkan keasyikan mereka, "Ehem ... ehem."
__ADS_1
Mereka pun sontak menoleh keasal datangnya suara. Arumi pun berjalan ke arah sang kakak lalu kemudian memeluknya, "Kakak, Arumi kangen."
Akbar pun membalas pelukan sang Adik dan mencium pucuk kepala sang Adik.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Ini tabungan bab yang author buat selama hari ini di sela - sela waktu luang kesibukan mempersiapkan pengajian untuk abahku. Walau agak kesulitan untuk fokus menulis karena sepertinya otakku tidak berfungsi dengan maksimal untuk sementara waktu😂😂😂, sulit otakku merangkai kata.
Terima kasih yang sudah memberikan sport dan dukungan. Maaf akoooh belum bisa berkunjung balik ke karya keren anda semuanya. Ada yang sudah ku kunjungi dan ada yang belum. jangan khawatir pasti aku datang berkunjung balik ke karya keren anda semuanya.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
...RANTING YANG RAPUH...
Bagai sebatang ranting
Hidup ini terpuntang panting
Terhempas hembusan angin
Melebur hati mendingin
Satu topangan yang kuat
Seuntai doa setelah sholat
Menanam cinta pada shalawat
Kau abaikan semua itu
Ranting - ranting mu rapuh dan patah
Menimpa tanah dan merebah.
...🍎🍎🍎🍎...
...RAPUH...
...Aku sangat rindu di sayangi dengan setulus hati....
...Aku sangat rindu cintai dengan sepenuh hati....
...Aku rindu di kasihi dengan ikhlas hati....
__ADS_1
...Aku rindukan kekasih yang mengerti akan arti cinta ku ini....
...Ya Allah tolong aku dari kehampaan hidupku....
...Selamatkan lah aku dari kehancuran jiwaku....
...Bebaskanlah aku dari rapuhnya jiwaku....
...Masih adakah seseorang yang dapat....
...Melepaskan aku dari kesunyianku....
...Ya Allah bebaskanlah aku dari rasa sakit yang membelenggu....
...Lepaskanlah aku dari kesedihan yang mengiringiku....
...Sempurnakanlah hidupku dengan cinta ...
...Kasih yang tulus dari kalbu...
...Masih adakah seseorang yang mampu...
...Menghapus air mataku...
...Ya Allah tolonglah hempaskan semua rasa pedih di kalbuku...
...Musnahkanlah setiap goresan luka yang ada di hatiku...
...Tolonglah pegang tanganku untuk memapahku kedalam kebahagiaan...
...Tuntunlah langkahku tuk menuju ke arah cinta dengan petunjukMu...
...Ya Allo tolonglah timbun semua genangan lara jiwaku...
...Agar aku bisa berjalan di tapak kaki atas ijinMu...
...Tuk meraih cinta kasih atas ridhoMu...
...Tuk menggapai bahagia di masa depan ...
...atas berkahMu....
...🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎...
__ADS_1
...TERIMA KASIH...
...🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎...