
Kini Arumi sudah tiba di rumahnya dengan selamat, sementara Tommy setelah mengantar dia langsung memutuskan untuk pulang.
Kini Arumi sudah berada di dalam kamar dan duduk di atas pembaringannya sambil mengingat kejadian di beberapa jam yang lalu. Dia masih belum mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi karena walau bagaimananpun dia berfikirnya dengan sangat kuat tapi tetap dia tetap tidak tau dan mengerti di mana letak kesalahannya.
Dia pun berdiri dan mengambil baju ganti di lemari kemudian masuk kamar mandi dan berganti disana serta membersihkan tubuhnya sebelum tidur.
...🍒🍒🍒🍒🍒...
Di kota seribu sungai di sebuah kamar hotel kini mereka sudah beristirahat dan sudah tidur dalam buai mimpi indah.
Kini matahari sudah menampakan sinarnya. Sayup - sayup suara burung berkicau kesana kemari, Namun Nabila masih dengan pulesnya tidur di atas tempat tidurnya. Sementara Adam sendiri sudah sedari tadi bangun dan sudah membuka seluruh gorden jendela namun belum ada memberikan tanda - tanda kalau Nabila akan segera bangun dari tidur malamnya.
Adam pun mendekat dan menyentuh dengan lembut pipi sang istri, kemudian berbisik di telinga dang istri, "Habiba bangun yuk dah pagi. kamu lupa kalau hari ini kita akan jalan - jalan ke Banjar Baru, lalu kepelaihari dan terakhir kita akan berkunjung ke desa sekapung kabupaten Kota baru." Namun Nabila hanya menggeliat lalu kemudian dengan setengah kesadaran, "Habibi gorden jendelanya di tutup dong silau nih mata."
Dengan mendengus kesal Adam pun berdiri dan menuruti keinginan sang Istri. Setelah di tutup Adam pun memutuskan untuk langsung masuk kedalam kamar mandi dan melakukan ritual mandi. Beberapa saat kemudian kini Adam sudah menyelesaikan ritual mandi.
Tapi sepertinya ada yang aneh dengan sang istri dan bangun kesiangan bukan hobby sang istri.
Adam pun berjalan mendekat ke arah di mana sang istri sedang tertidur pulas di balik selimut tebal setelah memakai pakaiannya.
"Habiba kamu kenapa?" dirabanya dahi sang istri dan di bandingkan dengan dahi nya sendiri rasa - rasanya sama saja.
Nabila pun menggeliat dan merentangkan kedua tangannya seperti sedang olahraga, "Habibi aku masih mau tidur boleh ya hingga jam 9 atau jam 10. Kepala habiba pusing mau nya tiduran aja ya." setelah berucap begitu Nabila pun kembali memiringkan badan nya kemudian tidur kembali.
Adam hanya bisa geleng - geleng kepala melihat kelakuan sang Istri yang sejak hari ini terhitung aneh bin ajaib.
"Ya sudah kalau kamu mau tidur, tidur lah suka - suka kamu. Aku mau keluar dulu beli sarapan untuk kita. Kamu mau sarapan apa?"
Dengan suara lirih tapi masih nampak di pendengaran, "Aku mau makan bakso seperti tadi malam. Pentolnya banyak - banyak ya," ucap Nabila dari balik selimut tebalnya.
Mendengar kata - kata sang Istri, Adam hanya bisa mengernyitkan dahi tanda tak mengerti. Kan secara ini masih pagi dan kemana dia akan mencari bakso sepagi ini. Tapi Adam akan berusaha mendapatkan apa yang Nabila inginkan lantaran dia tidak ingin membuat sang istri kecewa.
Kini Adam sudah di luar hotel dan menelusuri jalanan kota seribu sungai untuk mencari sarapan untuknya dan untuk sang istri.
__ADS_1
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
Sementata di tempat yang lain. Kini keluarga Pratama sedang sarapan pagi bersama istri dan anaknya.
"Tom, kamu ingat tidak teman anak mama yang dulu kuliah sama kamu di luar Negri? Mama lihat postingannya di Fb dan Wa kalau anak mereka akan tiba besok di indonesia." ucap sang Mama semangat pagi.😂😂😂 di sela - sela aktifitas makannya.
Tommy dan Papa Dias serentak menoleh ke arah Mama Dinda, sambil mengingat, "Yang mana yah Mah orangnya?" tanya Tommy yang benar - benar tidak mengerti dengan wanita yang disebutkan sang Mama.
"Itu loh Tom, yang biasanya kalau main kerumah kamu akan mengajak dia main sepeda di halaman rumah belakang." ucap sang mama mengungkit kenangan - kenangan sewaktu sang anak masih kecil.
Tommy masih belum ingat dengan wanita yang Mama nya maksud karena teman wanita Tommy itu sangat banyak dan rata - rata pernah main kerumah kan secara Tommy orangnya ganteng, tajir, kaya, pintat dan banyak digandrungi kaum hawa semenjak dia masih sekolah dulu hingga sekarang pun masih seperti itu. Contohnya saja karyawan kantornya bahkan ada yang rela adu jontos lantaran mengidolakannya 😂😂😂.
Melihat kebingungan yang ada di wajah sang Anak, "Siska, Tom masa tidak ingat?"
Ketika Tommy mau menyahut kata - kata sang Mama, Papa Dias pun menyela, "Sudah - sudah kita ini lagi di meja makan, nanti aja gosip nya kalau sudah selesai makan."
Beberapa saat kemudian kini merek sudah menyelesaikan sarapan pagi nya dan sudah siap untuk pergi bekerja. Mama Dinda pun mengantar sang suami dan sang Anak hingga keteras rumah.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan siap melaju di jalan raya.
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
Diruang makan.
Sang Ibu memperhatikan wajah sang Anak pagi ini seperti nya kurang bersemangat jiwa kepo dan keingin tahuan sang Ibu pun meronta - ronta.
"Itu wajah kok cemberut saja seperti pakaian yang belum di setrika, ada apa coba cerita sama Ibu!"
Dengan menarik nafas secara kasar seraya menopang dagu di atas meja, serta mengaduk - aduk sarapannya yang belum di sentuh bahkan tidak di makannya sama sekali, "Arumi baik - baik saja Bu."
"Bukan kah seharusnya kamu senang kan habis ketemuan semalam." goda sang kakak.
Dengan memasang wajah yang cemberut, "Kakak apa - apaan sih."
__ADS_1
"Orang mana sih dan kerja di mana?"
"Tidak tau."
"Kok segitunya sih jawabannya dek?"
"Habisnya sih kakak mau tau aja sama urusan Arumi," ucap Arumi mendengus kesal, kemudian berdiri dan berlalu pergi dari hadapan sang Ibu dan sang Kakak.
Sang Ibu dan Akbar hanya bisa menatap heran dengan kelakuan sang Adik yang menurutnya aneh di pagi ini.
"Bu ada apa dengannya?"
Ibu hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak tau.
"Sudah buruan gih habiskan sarapanmu lalu segeralah berangkat kerja." titah sang Ibu.
"Syiap komandan."
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
Kini Nabila dan Adam sudah siap untuk melanjutkan jalan - jalannya. Setelah mengurus mobil agar menjadi miliknya, kini mereka sudah siap untuk melajukan mobinya di jalan raya menuju Banjarbaru. Jarak tempuh dari Banjarmasin ke Banjarbaru jika star dari Jl, A. Yani sekitar 53 menit lamanya.
Mereka hari ini akan berkunjung ke hutan pinus mentaos, Banjar Baru.
Setelah mengemudikan mobilnya hingga 53 menit lama nya kini Nabila dan Adam pun tiba di Banjar Baru
...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...
...BERSAMBUNG DAN TERIMA KASIH...
...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...
__ADS_1