ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 113.


__ADS_3

NOTE : NO BULLY BIARKAN ALUR SESUAI YANG ADA DI KEPALA AUTHOR NANTI KOMEN - KOMEN KALIAN YANG MENGINGINKAN BEGINI ATAU BEGITU NANTI JAWABANNYA ADA DI SETIAP BAB YANG UP. TERIMA KASIH UNTUK YANG MASIH SETIA MENDUKUNG IP DAN ALHAMDULILLAH TAK TERASA SUDAH MASUK DI CERITA PERTENGAHAN.


...🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓...


Tanpa menaruh rasa curiga pada minuman yang sudah tersedia di atas meja, Arumi dan Tommy pun meminum minuman tersebut hingga tersisa setengah gelas. Melihat itu Bu Yana pun tersenyum puas dan penuh kemenangan, "Bagus, kali ini kamu tidak akan bisa lepas dari aku," ucap Bu Yana dalam hati seraya melipat kedua tangannya di dada dan menautkan alisnya.


Sambil mengusap bibirnya dengan tissu yang tersedia di atas meja, "Bu ini minumannya enak sekali."


"Iya dong enak, siapa dulu Ibu."


"Tapi sungguh loh Bu ini minuman sungguh sangat enak," ucap Tommy ikut membenarkan ucapan Arumi.


Sambil berhitung dalam hati dan memainkan jari lentiknya di atas meja, "Satu, dua, tiga, empat, lima...."


Arumi dan Tommy tiba - tiba merasakan gerah serasa ingin melepas baju di sana sementara faktanya mereka berada diruangan yang banyak Ac, resah, duduk menjadi gelisah. Sang Ibu yang menyaksikan Arumi dan Tommy hanya bisa tersenyum melihat keadaanya mereka yang kini sudah nampak tak waras. Setelah mereka kurang fokus Sang Ibu pun meminta tolong pada beberapa pelayan Pria untuk membawa mereka kesebuah kamar yang sebelumnya sudah memang di pesan lewat layanan aplikasi.


Tidak butuh waktu lama kini Arumi dan Tommy sudah berada di dalam kamar, sementara sang Ibu meninggalkan mereka dalam keadaan setengah sadar bahkan kesadarannya kurang sama sekali dan tingkat seksual mereka pun turut meningkat. Di dalam kamar kini Arumi dan Tommy sudah tergeletak di atas pembaringan dengan gaya Arumi menelentang sementara Tommy tengkurap dan tanpa sengaja tangan Tommy tepat berada di atas bukit kembar wanitanya.


Merasakan benda Tommy serasa terhipnotis apa lagi memang sekarang tingkat libido nya sangat tinggi dan memang butuh tempat untuk mencurahkannya. Tak ayal dalam waktu relatif singkat kini Tommy sudah berada di atas tubuh Arumi dan mulai mencumbunya untuk yang pertama kalinya. Gemuruh di dada mereka kian memperberat laju nafas mereka.


Kini Tommy kembali menjelajahi bibir ranum nan mungil milik sang kekasih dan kali ini Arumi pun membalasnya. Saling kecup mengecup dalam desah nafas yang memburu kemudian meningkat menjadi pagutan bibir. Bibir mungil nan ranum begitu hangat dirasanya. Sejurus kemudian Tommypun mencoba menjulurkan lingualnya kedalam mulut Arumi dan sang kekasihpun lagi - lagi menyambutnya karena memang untuk saat ini mereka sama - sama diluar kendali dan sudah di kendalikan oleh obat perangsang dengan dosis yang sangat tinggi hingga membuat mereka lupa diri dan batasan - batasan yang seharusnya mereka tidak lakukan sekarang di kalahkan oleh obat perangsang dan akal sehat mereka hilang entah kemana.


Setelah bergulat selama satu jam lamanya akhirnya hasrat mereka pun tertuntaskan, mereka pun memutuskan untuk segera tidur dengan tingkat kesadaran belum seberapa.

__ADS_1


Di aula.


"Bu, Arumi dan Tommy mana?" tanya Akbar ketika duduk di meja sang Ibu dan Akbar pun mengedarkan pandangannya kesegala penjuru barang kali aja dapat menemukan sang Adik.


Masih dengan santainya, seraya meminum airnya, "Arumi dan Tommy keluar cari angin."


Akbar yang mendengar penuturan sang Ibu hanya bisa mangguk - mangguk kepala mengiyakan perkataan sang Ibu walau sebenarnya faktanya bertolak belakang.


...🍓🍓🍓🍓🍓...


Kini Adam dan Nabila sudah berada di rumah. Dan untungnya ketika mereka sudah tiba di rumah beberapa lampu di dalam ruangan sudah sebagian mati dan hanya ada beberapa Art yang lalu lalang jadi penampilan Nabila yang acak - acakkan tak seorang pun yang tau, dan itu menandakan kalau Bunda, Ayah dan Neneknya sudah semua berada di kamar masing - masing dan bisa di pastikan kalau mereka sudah berada di alam mimpi apa lagi sekarang waktu sudah menunjukan pukul hampir jam 11.00 malam.


Kini Adam dan Nabila sudah berada di dalam kamar dan mereka kini sudah beristirahat setelah sebelumnya membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan piyama.


"Apakah benar aku mandul?" tanya Nabila dalam hati.


Sambil mengelus - elus perut ratanya membayangkan betapa bahagianya dirinya jika andai kata Tuhan mau berbaik hati padanya dan membagi kebahagiaan untuk nya lewat kehamilan.


Tanpa Nabila sadari kini dari pelupuk matanya mengeluarkan cairan bening, dia pun segera menghapusnya kemudian memeluk sang suami kemudian ikut berpetualang kadalam alam mimpi.


**************


Keesokan harinya.

__ADS_1


Di sebuah hotel, kini Arumi sudah terjaga dari tidurnya. Dia pun perlahan - lahan membuka matanya dan memegangi kepalanya yang terasa agak pusing dan badannya serasa remuk semua. Dia pun perlahan - lahan bangun dan merasakan bagian kewanitaannya sedikit sakit dan nyeri, dia pun segera mengedarkan pandangannya keluruh ruangan dan ternyata dia sedang tidak berada di kamarnya. Ketika dia merasakan pergerakan yang lain dari atas ranjang ternyata dirinya tidak sendirian berada di dalam kamar itu.


Arumipun mencoba mengingat kejadian selamam, ketika ingat dia pun menutup mulutnya tak percaya dengan apa sang Ibu lakukan Dan sudah bisa di pastikan kalau semua ini adalah ulah sang Ibu. Kini Arumi hanya bisa menangis dan menyakiti dirinya sendiri, dia pun segera merosotkan tubuhnya dari tempat tidur turun kelantai dan menumpahkan segalanya disana.


Dengan kesadaran belum terlalu sempurna Tommy pun membuka matanya secara perlahan - perlahan tatkala mendengar tangisan yang sangat memilukan dan menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya. Dengan memegangi kepalanya dengan satu tangan Tommy pun berusaha bangun dari tidurnya dan mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan dan masih dengan kesadaran belum sepenuhnya terkumpul dia pun sadar ternyata dia sekarang tidak berada di dalam kamarnya, saat sedang mengingat sesuatu namun tiba - tiba tangisan memilukan itu kembali terdengar Tommy pun mencari keberadaan suara itu. Ketika sudah menemukan sumber suara itu, Tommypun memaksa tubuhnya untuk mendekati asal suara itu dan dia kini melihat wanitanya menangis dan terlihat sangat kacau dan berantakan.


Tanpa bertanya Tommy pun membawa wanitanya kedalam pelukannya karena tanpa bertanya Tommy pun sudah tau apa masalahnya yang membuat Arumi menangis, Arumi hanya menurut dan kini tangisannya kian melengking di dalam ruangan dan memukul - mukul dada bidang Tommy dengan satu tangannya, "Kamu jahat, kamu jahat...."


Tommypun semakin mempererat pelukannya pada wanitanya dan berkali - kali mengecup pucuk kepala wanitanya dengan sangat lembut tanpa terasa kini pun Tommy mengeluarkan air mata mendengar jerit tangis dari wanitanya.


"Kamu yang tenang sayang semua akan baik - baik saja dan jika kamu kenapa - napa aku akan bertanggung jawab, aku tidak akan membiarkanmu sendirian melalui ini, aku akan selalu berada di samping kamu. Aku janji jadi tolong hentikan tangisan mu."


Tommypun melepas pelukannya dan kini wajah mereka sama - sama bertemu. Sambil mengusap air mata wanitanya, "Sayang sudah dong jangan menangis lagi, aku akan menikahimu mari kita menikah."


Namun Arumi masih setia dengan tangisannya, "Sayang percayalah sama aku, aku tidak akan berpaling darimu. Tatap mata aku cari kebohongan disana jika aku hanya akan menyenangkanmu sesaat."


...🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎...


Di part sebelumnya ada yang bertanya "Kok ada orang tua seperti orang tua Arumi?" ( kira - kira pertanyaannya begitu ya )


❤ Jawabannya ada di part sebelumnya kenapa jadi Bu Yana ikut terlibat dalam hubungan asmara Tommy dan Arumi.


...TERIMA KASIH...

__ADS_1


...🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎...


__ADS_2