
Kini mereka sudah berada di dalam rumah. Kini mereka sudah duduk di sofa, Bunda Irene satu sofa dengan Nabila, Ayah Bima bersama dengan sang Anak, sementara Nyonya Luciana duduk di sofa sendirian.
"Kenapa selama kalian pergi Nenek di lupakan, ha...." ucap sang Nenek seraya menatap tajam pada cucunya itu.
Adam pun berusaha setenang mungkin untuk mencari jawaban dan alasan karena Adam tau jika salah sedikit dia bicara bisa - bisa urusan ini tidak akan kelar - kelar hingga tujuh hari tujuh malam.
"Bukankah Nenek bilang kalau selama kami di sana harus rajin - rajin usaha, agar pewaris keturunan segera hadir di tengah - tengah keluarga kita." ucap Adam seraya menatap wajah sang istri seolah - olah sedang mencari pembelaan di sana.
Sang Istri pun menoleh ke arah Nyonya Luciana, "Nenek yang di katakan mas Adam itu benar Nek."
Nyonya Luciana pun menatap kearah cucu menantunya itu,"Untung kamu yang berkata begitu, coba dia?" ucap sang nenek sambil menatap wajah sang cucu,"Aku tidak akan mudah mempercayainya."
Kini Ayah Bima ikut menengahi, "Ibu tanya jawabnya nanti saja ya, biarkan Adam dan Nabila beristirahat dulu."
"Betul apa yang di katakan Ayah Nek, Cucu nenek yang ganteng ini dan cucu menantu Nenek yang cantik ini biarkan mereka kekamarnya dan beristirahat di sana." ucap Adam seraya berdiri dan mengulurkan tangannya ke Nabila untuk membantunya berdiri. Nabila pun menyambut uluran tangan itu.
__ADS_1
Kini mereka sudah tiba di lantai paling atas. Nabila pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran sangat besar dan nyaman sambil merentangkan tangan, setelah lelahnya terasa hilang Nabila pun segera bangun dan duduk di atas tempat tidur sambil mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru yang ada di kamar ini.
Tatanan kamar ini masih sama seperti ketika mereka tinggal dulu. Adam pun datang dan mengahampiri di mana sang istri duduk. Sambil melingkarkan tangan di perut rata sang Istri dan kepala di latakkan di bahu sang Istri sambil sesekali merayu sang istri, "Habibah ... kita tidur - tiduran berdua yuk sebentar!" sambil tangannya merayap kemana - mana.
Nabila hanya bisa bergidik ngeri disaat mendengarkan permintaan sang suami. Dadanya pun bergetar dengan cepat tatkala sentuhan demi sentuhan di lontarakan sang suami tapi sebisa mungkin Nabila menguasai diri sendiri, "Habibi ... Habibah minta maaf, Habibah sungguh sangat lelah dan ingin segera mandi agar badan habibah kembali fresh." ucap Nabila berusaha memberikan pengertian kepada sang suami.
Namun Adam seolah - olah tak menghiraukan kata - kata sang Istri, keinginannya yang tiba - tiba di sore ini sungguh sangat membuatnya kehilangan kendali dan terus saja nyosor hingga ketegangan mencapai 100 %.
Nabila tidak bisa berbuat apa - apa lagi selain pasrah dan menunda mandinya dulu dan memberikan ruang kepada sang suami untuk lebih memperdalam permainannya.
Ketika permainan baru saja akan di mulai dan sudah masuk babak pertengahan pintu kamar tiba - tiba terketuk dari luar.
Tok ... tok ... tok ...
Permainan pun terhenti, ketika ingin melanjutkan permainannya
__ADS_1
Tok ... Tok ... rok ...
Kembali pintu kamar di ketuk dari luar.
Dengan wajah penuh murka Adam pun perlahan - pelahan turun dari tempat tidur dan memakai baju yang sama di saat dia datang tadi sore, kemudian berjalan ke arah pintu dengan rasa marah yang bergemuruh di dalam hati.
"Siapa sih yang ganggu ...." seketika Adam berhenti bicara ketika mengetahui siapa orang yang berada di baik pintu.
...❤❤❤...
...Terima kasih untuk yang sudah berkenan mampir memberikan like dan komentar, dan terima kasih untuk like mode diamnya. maaf tidak bisa membalas komentar - komentar kalian satu persatu. yang mau promo monggo promo tapi no spam promo,, setelah itu like karya aku dan tinggalkan jejak di komom komentar. Samangat up, mari saling mendukung dan tetap jaga kesehatan....
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
...❤❤❤...
__ADS_1