ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 64.


__ADS_3

Kini Nabila sudah dalam perjalanan pulang kerumah, karena hari pun sudah sore. Selepas Nabila pergi, sang Ibu dan kakak pun kini ikut meninggalkan rumah sakit itu, tentunya setelah membayar orang - orang yang ikut andil dalam melancarkan aksinya.


"Bu, bagaimana kalau ketahuan sama kakak?" tanya Arumi seraya menatap wajah sang Ibu sekilas lalu kembali fokus pada mobil yang kini sedang di kemudikannya. Sejenak Ibu tampak berfikir dengan pertanyaan sang Anak barusan, kemudian sang Ibu menghela nafas panjang, "Selagi mulutmu tidak mendadak menjadi ember, selama itu pula rahasia kita aman - aman saja."


"Lalu, bagaimana dengan Nabila? Apakah Ibu bisa menjaminnya kalau dia tidak akan memberitahukan soal ini kepada kakak?"


"Ibu kenal sifat adik kamu, dia tidak akan mungkin mengungkit soal ini ke Akbar. Lagi pula mereka tidak terlalu dekat."


"Lalu bagaimana dengan suami dan mertuanya?"


Dengan menghela nafas berat sang Ibu pun menjawab, "Ibu tau Adik kamu, dia tidak akan dengan mudah menceritakan masalahnya kepada orang lain sekalipun itu suaminya sendiri."


"Lalu apa rencana Ibu sekarang dengan uang ini?"


"Tentunya Ibu ingin menikmatinya hingga habis tak tersisa."


Mereka pun tertawa bersama - bersama sambil membayangkan ketika uang itu mereka gunakan untuk membeli keperluan yang dikatakan oleh orang - orang jaman sekarang surga wanita.


Kini Nabila sudah tiba di rumah. Mendengar orang - orang ketawa dari halaman belakang rumah Nabila pun langsung menuju kesana.


Disana sudah ada Bunda, Nenek dan Ayah. Nabila yang melihat itu hanya bisa senyum - sendiri menyaksikan keakraban antara menantu dan ibu mertua.

__ADS_1


Nabila pun berjalan mendekat ke arah mereka semua lalu kemudian menyapanya.


"Sore Bunda, sore Nenek, Sore Ayah."


Mereka pun menoleh serentak ke arah suara, "Sore sayang udah pulang?" tanya sang Bunda. Dengan menyunggingkan senyum, "Sudah Bunda."


"Sini cucuk Nenek yang cantik duduk di samping Nenek," ucap Nenek seraya menepuk - nepuk tempat duduk yang masih kosong yang ada di sampingnya.


Nabila pun menurut. Dengan wajah datar, "Oh iya sayang bagaimana keadaan besan Nenek? Apa sudah mendingan sakitnya?"


"Sementara dalam proses perawatan Nek." ucap Nabila tanpa sepengentahuan jika sepulangnya dirinya dari rumah sakit sang Ibu dan kakak pun juga memilih keluar dari rumah sakit selang beberapa saat kemudian.


Kini Ayah beralih menatap wajah sang menantu, "Sejak kapan Ibu kamu sakit Nak?"


"Tadi pagi Yah."


"Lalu sekarang Ibu kamu ada di mana?" kini Nyonya Luciana ikut menimpali. Nabila pun menoleh ke arah Nyonya Luciana, "Ibu ada di rumah sakit Nek."


"Bagaimana kalau besok pagi kita pergi kerumah sakit untuk membesuk besan kita?" tanya sang Ayah.


"Bunda setuju Yah. Yang lain bagaimana?" tanya sang Bunda seraya menatap wajah sang mertua lalu menatap wajah sang menantu. Nabila dan Nyonya Luciana pun saling berpadangan, lalu kemudian menatap, Bunda Irena, "Nabila setuju."

__ADS_1


"Ibu juga setuju."


**************


...Kini sore telah berganti malam....


Tak henti - hentinya Arumi menyunggingkan senyum sambil menyiapkan makan malam, Akbar yang melihat perubahan raut wajah sang Adik kini di landa rasa penasaran yang sangat besar di dalam hatinya. Demi mengobati rasa penasarannya Akbar pun bertanya, "Rumi kamu kenapa sih dari tadi kok Kakak perhatikan kamu seperti nya lagi bahagia. Apa kamu habis di tembak seorang pangeran? Atau kamu sedang menang undian?" ucap Akbar seraya menyunggingkan senyum. Arumi pun menatap sang kakak, "Kakak mau tau aja atau mau taunya pake banget?" ucap Arumi seraya tersenyum sambil mendudukan bokongnya di kursi meja makan yang masih kosong karena tugas menyiapkan makan malam sudah dia selesaikan.


Sambil mengisi piringnya dengan nasi dan lauk pauk, sang Ibu kini ikut menimpali, "Sudah - sudah sekarang kita sedang berhadapan dengan makanan, ngobrolnya nanti saja ya," ucap sang Ibu sambil menyodorkan piring yang sudah terisi nasi dan lauk pauk ke anak pertamanya.


"Iya Bu," ucap Arumi dan Akbar bersamaan seraya menerima piring dari sang Ibu.


...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...


Terima kasih untuk yang masih setia mengikuti istri pilihan hingga mencapai eps, 63. Terima kasih untuk yang sudah memberikan like dan komentar dan terima kasih juga untuk like mode diamnya, maaf untuk komentar - komentarnya tidak aku balas. Untuk yang promo monggo promo tapi like dulu karya aku lalu tinggalkan jejak dikolom komentar nanti aku balik berkunjung ke karya keren anda semuanya.


...Tanpa kalian aku bukanlah apa - apa dan tanpa kalian juga tidak mungkin juga IP masih bisa bertahan sejauh ini. Terima kasih, semangat, mari saling mendukung dan tetap jaga kesehatan....


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...

__ADS_1


__ADS_2