ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 174 CLBK 38.


__ADS_3

Di tempat yang lain.


Nabila pun sudah di nyatakan sembuh total dan hanya kapan - kapan saja jika dia ingin kontrol barulah dia kontrol. Trauma yang hampir saja membuatnya gila kini sedikit - sedikit sudah bisa dia lupakan walau rasa rindu pada putrinya itu belum sepenuhnya bisa dia lupakan. Orang tua mana yang akan melupakan putrinya????


Sore itu sambil memperhatikan sang surya yang tidak lama lagi akan tenggelam. Sambil duduk berdua di bangku panjang dan langsung menghadap laut.


"Sayang ... Kirana apa kabarnya ya sekarang?" tanya Nabila tanpa menoleh kearah sang suami. Adrian pun tersentak mendengar penuturan sang istri dan menoleh ke arah sang istri. Sambil menggenggam tangannya, "Apa kamu merindukannya?"


Sambil mengangguk, "Hmmmmmm aku sangat merindukannya." ucap Nabila yang kini sudah memandang wajah sang suami dan mata pun kini turut berbicara.


Adrian pun menghapus bening kristal yang kini jatuh membasahi pipi sang istri. Sambil menangkup kedua pipi sang istri, "Cinta ... kita doa kan yang terbaik saja untuk Kirana. Dimana pun dia berada baik hidup atau pun mati semoga dia selalu bersama - sama orang - orang yang menyayanginya."


"Makasih sayang karena kamu sudah sangat menyayangi Kirana walau kamu bukan Ayah kandungnya tapi perhatian dan kasih sayang yang kamu berikan untuk Kirana maupun Chandra membuat aku semakin yakin kalau kamu memang suami dan Ayah yang terbaik yang author siapkan untuk aku dan mau menerika segala kekuranganku di saat itu dan akan selalu ada untuk kami bertiga dan kita akan bersama - sama menikmati sisa hidup kita hingga anak - anak kita dewasa lalu menikah dan memberikan kita generasi penerus lalu hanya ajal yang akan memisahkan kita berdua."


Adrian pun mengecup tangan sang istri hingga berkali - kali, "Terima kasih sayang andai kata waktu itu aku tidak menemukan mu di saat sedang rapuh dan patah hati mungkin hingga hari ini aku tidak akan pernah mengenal wanita secantik, sekuat dan setegar dirimu walau kadang - kadang rapuh. Kamu adalah wanita terkuat dan hebat yang pernah aku kenal setelah almarhuma Winda. Lupakan semua masa lalu kita yang sama - sama kelam karena aku dan kamu adalah masa depan kita yang sekarang dan aku akan selalu berada di samping mu baik dalam suka maupun duka."


Air mata Nabila pun semakin kuat keluarnya dan tidak bisa lagi di bendung, Adrian pun menghapusnya lalu membawa sang istri kedalam pelukannya.


Dari balik tirai jendela, "Semoga ini adalah jodoh yang terakhir buat mereka berdua dan semoga hanya ajal yang akan memisahkan mereka berdua."


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Kini malam telah menyapa.


Setelah makan malam bersama mereka pun kini telah berkumpul diruang keluarga sambil menikmati siaran televisi dan beberapa cemilan.


.

__ADS_1


.


.


"Rum, apa boleh Kakak bertanya satu hal sama kamu?" ucap sang Kakak mengawali pembicaraan.


Arumi pun menoleh kearah sang kakak, "Kakak mau tanya apa?"


Sambil membenarkan posisi duduknya Akbar pun mulai berbicara.


"Rum, apa kamu punya pacar?"


Perhatian Arumi yang semula ketv kini beralih menatap wajah sang kakak, sambil mengerutkan kening, "Kenapa kakak bertanya begitu?"


"Ah tidak hanya heran saja kenapa hingga sekarang kamu belum juga kembali menikah. Varo pasti butuh Ayah dan kamu pasti butuh seseorang pendamping yang akan selalu setia menemanimu baik dalam suka maupun duka, hidup ataupun mati suka duka nya kehidupan kalian lalui bersama hingga ajal memisahkan kalian berdua."


Dengan wajah yang masih heran dan penuh tanda tanya, "Kenapa Kakak bicara seperti itu? Apa kakak sudah bosan menjaga kami berdua? Apa Kakak sudah bosan hidup dan tinggal dalam satu apa dengan kami berdua? Apa kakak....."


"Lalu?"


"Sekarang umur kamu sudah tidak lagi muda. Mau sampai kapan kamu akan hidup sendirian. Bukan kah mantan kamu itu masih menaruh harapan besar sama kamu untuk kembali seperti dulu lagi. Kenapa tidak kamu berika dia kesempatan kedua?"


Sejenak Arumi terdiam dan mencerna kata - kata sang Kakak. "Woiiii napa bengong?"


Dengan tergagap, "Ah tidak apa - apa."


"Biar kakak tebak, dari cara kamu menatap wajahnya, selalu mencoba mengalihkan pembicaraan ketika sedang bersamanya dan selalu mencari gara - gara ketika bersamanya, Kakak tau pasti di dalam hatimu masih tersimpan cinta dan sayang untuknya walaupun itu hanya sedikit bahkan bisa di katakan sebesar biji cabe🤭🤭🤭."

__ADS_1


Sambil berdiri dan melempar bantal sofa kearah sang kakak, "Sok tau. Noh sono kakak nikah duluan baru Arumi yang nikah. Mau sampai kapan kakak hidup sendiri tanpa seseorang bidadari berada di samping kakak," selesai berucap seperi itu Arumi pun pergi meninggalkan sang Kakak.


"Varo sini!" Panggil sang paman kepada sang ponakan yang masih duduk melantai di atas kasur rasfurnya. Varo pun berdiri dan mendekat kearaha sang paman.


"Ada apa om?"


Sambil memegang kedua lengan sang ponakan, "Kamu maukan kalau mama kamu dan Om Tommy balikan? Seperti judul ini CLBK?"


Sambil mengangguk, "Mau om."


"Ada syaratnya."


"Apa itu?"


"Yang penting kita mau kerja sama semua akan berjalan sesuai dengan yang sudah kita rencanakan. Asal setiap langkah yang om perjuangkan Varo mendukung Om. Bagaimana apa Varo setuju?"


Sambil mengacungkan jempol, "Syiapppp."


Sambil mengacak rambut sang ponakan, "Pintar. Dah malam Varo buruan gih sana tidur!"


"Baik om. Selamat malam."


"Selamat malam jagoan."


Note: Jadi disini alur ceritanya aku potong ya. Yang Siska punya rencana jahat untuk Varo, aku singkat dan tiadakan. Dan untuk CLBK ini sudah berada di detik - detik terakhir.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


...TERIMA KASIH...


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2