ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Chapter dua belas


__ADS_3

Dengan tergesa-gesa sheena berjalan menaiki tangga menuju lantai dua kamar Dante,pagi ini dia terlambat bangun,,dia merutuk dalam hatinya karena keterlambatannya pagi ini.dia pasti akan marah besar kepadaku,semoga saja Dante belum bangun..ucapnya dalam hati..Dari kejauhan terlihat alleina sedang berjalan menyusuri lorong,sheena tidak ingin terlibat obrolan dengan alleina,dia berusaha menghindar alleina,namun yang terjadi justru sebaliknya..alleina menghadang langkahnya..


"maaf nona,,saya sedang buru-buru,,saya terlambat" ucap sheena mencoba menghindari alleina, sheena menerobos tubuh alleina namun alleina bertindak lebih cepat lagi,dia menjegal salah satu kaki sheena dan mengakibatkan sheena hilang keseimbangan dan kepalanya membentur sudut meja kaca di tepi dinding lorong,keningnya tergores,dan mengeluarkan darah.


"upppsss maaf,,,aku tidak sengaja" alleina pura-pura terkejut melihat kondisi sheena.


sheena bangkit untuk berdiri,dia melihat ke arah cermin,,keningnya terluka..sheena mengambil sapu tangan dari dalam saku roknya,,dan membersihkan darah yang mengalir,, satu tangannya memegang sapu tangan untuk menutupi lukanya...sheena tidak mengindahkan perkataan maaf alleina karena dia tahu alleina sengaja melakukannya, dia tidak ingin terlibat lebih dalam lagi dengan alleina..sheena kembali berjalan menuju kamar Dante,,dia sudah sangat terlambat...


alleina merasa kesal karena ucapannya di acuhkan sheena,dia berharap sheena marah dan membalas,dengan begitu sheena bisa cepat -cepat keluar dari rumah ini.


Sheena mengetuk pintu kamar Dante,,


tok tok tok


"masuk" sebuah suara di balik pintu.


sheena membuka pintu dan masuk kedalam kamar,Dante berdiri membelakangi nya menghadap jendela kaca besar,,dia sudah rapi dengan pakaian nya..aroma Mint tercium dari tubuhnya meski jarak mereka cukup jauh..


"sudah jam berapa ini,, kenapa kau...." Dante membalikkan badannya bicaranya terpotong melihat keadaan dinda,,sapu tangan di dahinya penuh darah,dengan cepat Dante berjalan mendekati sheena...


"apa yang terjadi..kenapa keningmu terluka seperti ini" ucap Dante menyentuh keningnya yang mengeluarkan banyak darah..dia membimbing sheena menuju sofa.


"saya..ti tidak a pa a pa tuan" ucapnya terbata.


jarak antara Dante dan sheena sangat dekat,sheena bisa merasakan hembusan nafas Dante di wajahnya,,sheena merasa canggung dengan posisi mereka berdua saat ini.


"lukamu cukup parah..aku akan memanggil dokter" Dante mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.selagi menunggu dokter Dante mengambil kotak obat sebagai pertolongan pertama,dia mengambil kapas untun membersihkan luka sheena,namun darah terus mengalir dari luka di keningnya, Dante panik melihat keadaan sheena, dia tidak tahu harus berbuat apa,,seolah sadar dengan kepanikan Dante..sheena mengambil tindakan,,


"kau mau kemana?" Dante berkata saat sheena beranjak berdiri dan berjalan menuju pantry.


"aku mau ambil air hangat" ucap sheena menatap Dante.


"biar aku saja,,duduklah" ucap Dante mendudukkan sheena kembali ke sofa,Dante beranjak menuju pantry, dia kembali menuju sofa membawa air hangat dan sebuah handuk,dia meletakkan nampan tersebut di atas meja,dan mulai membersihkan luka di kening sheena.sheena menatap wajah dante di depannya,matanya tak berkedip menatap Dante yang sedang serius membersihkan lurahnya,Dante sabar kalau sheena sedan menatapnya namun dia tidak memperdulikannya... suara ketukan di pintu terdengar,Dante langsung berdiri menjauhi sheena, seorang pria dengan jas putih masuk ke dalam kamar..

__ADS_1


"selamat pagi tuan,,apa anda sakit" ucap pria itu panik.


"bukan saya tapi dia" Dante berkata datar,,sikap manisnya pada sheena entah hilang kemana..dia kembali ke alamnya...


pria itu mendekati sheena,memeriksa kening sheena.setelah mengobati luka sheena dia memeriksa keadaan sheena,,dia mengeluarkan jarum suntik dari dalam tasnya...


"berikan saya obat saja dok" ucap sheena menolak saat melihat jarum suntik.


"baiklah..." ucap pria itu.dia kemudian menuliskan beberapa resep dan menyerahkannya pada sheena.


"dia baik-baik saja..kalau begitu saya pamit tuan Dante" ucap pria itu


"silahkan" ucap Dante datar.


kemudian pria itu keluar meninggalkan kamar,


sesaat kemudian Mai masuk di ikuti Sebastian di belakangnya..


"ada apa Dante..apa kau sakit sayang" ucap nya khawatir mendekati dante.dante yang saat itu masih berdiri mengalihkan pandangannya ke arah sheena.Mai membalikkan badannya ke belakang, dia melihat sheena di sana.


"saya tidak apa-apa nyonya,tadi cuma terjatuh dan kening saya membentur dinding" ucapnya menunduk.Mai mengambil kertas dari tangan sheena dan menyerahkan nya kepada Sebastian,,dia paham dengan perintah majikannya dan keluar kamar untuk segera menebus obat.


"ayoo...sebaiknya kau istirahat dulu,, tidak apa apa kan sayang jika hari ini sheena cuti" ucap mai pada Dante.


"aku sudah terlambat mom.. aku pergi dulu,luther pasti sudah menungguku di kantor" Dante berjalan mengenakan jasnya dan mengambil tas kerjanya lalu berjalan meninggalkan kamarnya.


Mai membawa sheena dari kamar Dante menuju kamar sheena,sesampainya di depan pintu kamar,,


"terima kasih nyonya biar saya masuk sendiri" ucapnya sopan pada majikannya.


"ya sudah kalau begitu,,selamat istirahat" ucap mai menepuk pundak sheena.Mai berjalan meninggalkan sheena,,sheena sudah masuk kedalam kamarnya,dia membaringkan tubuhnya di tempat tidur kepalanya sedikit pusing..


tiga puluh menit kemudian....

__ADS_1


Suara ketukan di pintu kamar sheena,dia terbangun dan berjalan menuju pintu dan membukanya..


"moli... kau" ucap sheena kaget.


Moli masuk ke dalam kamar membawa nampan di tangannya, dia meletakkan nampan tersebut di meja kecil di samping tempat tidur sheena.


"aku membawakanmu sarapan,,dan jangan lupa minum obatnya" ucap moli.


"terima kasih moli" ucap sheena lembut.


"apa kau baik-baik saja" moli berkata menyentuh kening sheena.


"cuma luka kecil,tidak apa-apa" ucap sheena tersenyum.


"kau ini...jangan menyembunyikan apapun dariku,aku tahu apa yang sebenarnya terjadi" ucap moli menatap sheena tajam.


"kau melihatnya.." sheena berkata.moli menganggukkan kepalanya.


"tolong jangan katakan pada siapapun apa yang terjadi tadi,,aku tidak mau ada masalah di rumah ini" ucap sheena memohon pada moli,dia menyentuh tangan moli.


"aku tahu kau akan berkata seperti ini..kau wanita kuat sheena,aku yakin kau pasti bisa menghadapi si nenek lampir itu" ucap moli tertawa,dia menyebut alleina sebagai nenek lampir.


Sheena terkekeh mendengar perkataan moli,dia memandang ke arah pintu, takut jika ada yang mendengar perkataan moli.


"ya sudah...aku balik kerja dulu kalau gitu,,


jangan lupa minum obatnya" moli berkata memeluk sheena.


"terima kasih ya..sampaikan salamku pada angel" ucap sheena melepas pelukan moli.


"siappp" ucap moli memberi hormat..


mereka berdua tertawa..moli kemudian berjalan meninggalkan sheena..

__ADS_1


################################


__ADS_2