
Pasir putih pantai Nusa Dua Bali membelai lembut telapak kaki. Nyiur pohon kelapa memberikan ku naungan dari terik sinar matahari. Aku belum sekuat manusia - manusia berkulit putih yang berjemur di tepi pantai itu. Dipinggir pantai sepasang wanita dan pria yang tengah berlarian dan bercanda memercik air keseluruh tubuh pasangannya, memburamkan pandangan mataku. Kemesraan mereka sungguh membuat ku iri.
"Hai beb lagi liatin apa sih? Dari tadi ku perhatikan seperti nya bebeb ku ini sedang tidak bergairah, ada apa? Apa tempatnya kurang nyaman?" ujarnya yang sudah berdiri di belakangku dan membelai rambutku yang panjang dan menyelipkan di telingaku.
Aku pun memutar badanku dan kini kami sudah berhadapan, "Ah ... tidak ... tidak ... tempatnya nyaman kok aku suka, hanya saja...." ucapanku terputus dan menunduk.
Diapun mengangkat wajahku yang menunduk dengan jarinya lalu menatap kedua mataku, "Ada apa beb apa kamu merasa tidak nyaman disini? Atau mungkin kamu sedang tidak enak badan?"
Aku pun membalas tatapan matanya, tiba - tiba entah mengapa bening kristal ini turun tanpa permisi di saat yang tak aku inginkan.
"Loh beb kok menangis? Apa ada kata - kata ku yang menyinggung perasaanmu?"
Aku pun mengedip - ngedipkan mataku lalu menguceknya, "Sepertinya mataku ada debu yang masuk."
"Mana coba sini aku lihat," ucapnya dengan wajah paniknya. Diapun mencek mataku dengan telitinya, "Tidak ada apa - apa kok beb di dalam sana."
"Mungkin debunya sudah keluar sendiri."
"Beb kita kesana yuk," ucapnya seraya menunjuk arah laut. Aku pun menganggukan kepalaku tanda setuju.
__ADS_1
Kini aku dan dia sedang berjalan di tepi pantai, membiarkan deburan ombak yang tenang membelai jari jemari kita. kamu memegang tangan kiriku, kamu tautkan jemari tangan kananmu kejemari tangan kiriku. Getaran serupa setruman listrik menjalar ketubuhku. Meskipun sudah menjadi suami istri sejak dua hari yang lalu kita langsung pergi berbulan madu dan menyisakan sisa - sisa kerepotan setelah acara resepsi.
"Beb ... apa kamu sudah siap untuk memiliki anak?" tanya Adam disiang hari itu.
"Bisa tidak jangan ngomongin sekarang tentang anak. Bukannya aku tidak mau, tapi aku masih ingin berdua denganmu dan menikmati hari ini bersamamu, ntar ya kalau kita sudah kembali ke kamar hotel?" matamu memandang mataku seolah sedang mencari kebenaran di sana.
"Baiklah?"
"Ok," ucapku seraya berlalu pergi. Diapun menatap kepergianku dengan penuh tanda tanya.
Dia pun mengikutiku dan mengikuti jejak kakiku. Ku terus berjalan kedepan menikmati pemandangan dan angin sepoi menyapu lembut kulit wajahku.
Selama perjalanan kembali kehotel tidak ada percakapan di antara kami beruda. Hanya mata yang saling pandang memandang satu sama lain lalu kemudian membuang muka. Setelah cukupa lama terdiam, "Honey aku minta maaf atas ketidak nyamananmu bersamaku," ucap ku menunduk.
"Bebeb ada apa sih? Apa yang harus di maafkan. Kamu tidak salah."
Kini kami sudah tiba di hotel, hotel yang memang langsung terhubung dengan suasana pantai.
Di balkon kini aku berdiri dan menikmati pemandangan pantai, "Beb, kamu kenapa sih kok dari tadi aku perhatikan sepertinya kamu tidak menikmati honey moon kita?" ucapnya seraya memelukku dari belakang dan meletakkan kepalanya di bahuku.
__ADS_1
Aku pun kaget dengan pelukannya, dengan gugup, "Honey, aku sangat menikmatinya apa lagi jika kita terus berdua dan bersama."
"Baiklah bagaimana kalau kita mandi dulu baru aku ajak kamu jalan - jalan masih banyak tempat yang indah yang wajib kita kunjungi disini," ucapnya seraya melonggarjan pelukannya yang masih melingkar di perutku dan memutar badanku hingga mata kami saling bertemu.
Dia pun mulai mendekatkan wajahnya pada wajahku, dekat, dekat, dan lebih dekat dengan sigap aku pun menaikkan satu jariku dan tepat menempel di bibirnya, "Aku mandi lebih dulu, nanti kita lanjutkan lagi," ucapku kemudian berlalu pergi dari hadapannya. 😂😂.
Kini kami sudah mandi dan sudah siap untuk melanjutkan petualang untuk menyusuri pantai. Di halaman hotel, "Beb, tunggu bentar disini ya!" diapun berlalu pergi, dan tidak lama kembali dengan sepeda motor yang sudah di sediakan oleh pihak hotel tapi harus menyewanya.
"Ayo naik." ucapnya sambil memasangkan helm di kepalaku.
Kini kami sudah diperjalan menuju tempat tujuan. Tidak lama kemudian kini kami sudah tiba di tempat tujuan. Pantai yang terkenal dengan film hollywood eat, pray, love ini sungguh memukau. 90 % pengunjung adalah bule, mereka kebanyakan berjemur dan berenang.
...❤❤❤...
...Terima kasih untuk yang sudah hadir memberikan like dan komentar dan terima kasih untuk like mode kalemnya. Maaf tidak bisa membalas satu persatu. Untuk yang promo monggo promo tapi no spam promo. Lalu like karya aku dan tinggalkan jejak di kolom komentar, biar nanti aku berkunjung balik ke karya keren anda semuanya. Maaf sekali lagi karena aku lagi sibuk mempersiapkan PAS jadi jam berkunjung kekarya keren anda berubah....
...Semangat, mari saling mendukung dan tetap jaga kesehatan....
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
__ADS_1
...❤❤❤...