
Sambil berjongkok di depan Arumi, "Bagaimana keadaan kamu sekarang apa sudah mendingan?" tanya Tommy yang masih di liputi rasa khawatir. Arumi pun menatap wajah pria yang pernah mengisi kesongan hatinya walau hanya sebentar.a
Arumi hanya menyunggungkan senyum lalu kemudian menganggukan kepalanya.
Mengingat kata - kata Tommy di beberapa menit yang lalu membuat hati Arumi berbunga - bunga hingga seperti sedang terbang ke angkasa lalu kemudian jatuh di hamparan bunga yang bermekaran.
Jika saja kafe tidak dalam keadaan ramai mungkin dia akan berjoget dan bertepuk tangan sebagai ungkapa rasa bahagiannya.
Tommy yang melihat wajah sang mantan kekasih senyum - senyum sendiri dan sudah berubah berwarna merah, "Kamu kenapa dari tadi aku perhatikan wajah kamu kok senyum - senyum sendiri dan ada apa dengan wajahmu?"
Arumipun meraba wajahnya, "Ada apa dengan wajahku?"
"Tidak ada," ujar Tommy singkat. Masih berjongkok di depan wanita yang belum resmi menjadi sang kekasih, seraya memegang kedua tangan, "Jadi bagaimana apa kah kamu mau menerima aku kembali sebagai kekasihmu dan menjadi ibu dari anak - anak ku kelak?"
Mereka tidak sadar jika aksi mereka kini menjadi tontonan dan tidak sedikit dari pengunjung yang mengabadikan momen mereka lewat handphone yang menurut mereka adegan ini sangatlah langka dan jarang - jarang orang mau kembali kepada sang mantan kekasih.
__ADS_1
Tak sedikit pula dari mereka yang turut menitikkan air mata melihat perjuangan sang pria dalam menaklukkan hati mantan wanitanya itu. Mereka pun menyorakkan kata terima, Arumi dan Tommy pun sontak menoleh keasal datang nya suara dan melihat semua pegunjung kini sudah berdiri tak jauh dari mereka.
Tommypun kembali menatap wajah sang mantan dan memegang tangannya, "Jadi bagaimana apakah kamu menerima cintaku dan lamaranku? Dan maaf aku tidak bisa seromantis seperti orang dalam mengungkapkan perasaannya kepada wanita yang di cintainya."
Arumi masih menunduk dan hanya air mata yang mewakili perasaannha untuk saat ini. Kembali pengunjung kafe menyuarakan kata terima, "Terima ... terima ... terima...."
Dengan masih menunduk, "Ya aku mau menerima cinta mu kembali dan siap menjadi ratu dalam hidupmu dan menjadi ibu dari anak - anak kita kelak."
Tommy pun meraih tangan wanitanya yang kini sudah resmi menyandang sebagai kekasih kemudian menciumnya sangat lama, kemudian berucap, "Terima kasih sayang, terima kasih."
Tommy pun berdiri dan menuntun wanitanya untuk berdiri kemudian memeluknya lalu mencium kening wanita nya sepintas.
"Horeeeeeeeeeeπππ, akhirnya mereka pun kembali merajut kasih yang sempat kandas."
Author, "Kira - kira ada maksud tertentu gak ya Arumi menerima kembali cinta sang mantan kekasihπ€π€π€ ????
__ADS_1
πππππ
Kini Nabila dan Bunda Irene sudah tiba dirumah. Mereka pun masuk kedalam rumah dengan memasang tampang biasa - biasa aja seperti tidak terjadi sesuatu.
Dengan berusaha tegar dan tetap tersenyum, "Bun, Nabila kekamar dulu ya!" ucap Nabila meminja ijin dan persetujuan dari sang Ibu mertua.
"Iya sayang kekamar aja istirahat."
Nabila pun melangkah pergi menuju dimana kamarnya berada, sementara Bunda Irene sendiri duduk di salah satu sofa yang ada di rumah itu.
Setelah duduk Bunda Irene pun kembali mengingat kata - kata sang dokter yang mengatakan sang menantu hanya berpeluang 10 % untuk dapat hamil normal selebihnya bisa lewat program bayi tabung. Bunda Irine pun memijat - mijat halus pelipisnya yang di rasa sangat sakit akibat memikirkan kata - kata apa yang bagus untuk memulai mengawali membicarakan perihal Nabila yang hanya memiliki 10 % peluang hamil kepada keluarganya terutama Ibu mertuanya.
...πππππππ...
...Terima kasih...
__ADS_1
...πππππππ...