
Pagi harinya...
sheena masuk ke dalam kamar dante,Dante masih terlelap dalam tidurnya, selimut menutupi seluruh tubuhnya..sheena masuk ke dalam kamar mandi mengambil handuk semalam dan mengganti dengan handuk yang baru,Dante sangat menyukai kebersihan setiap hari dia berganti handuk.sheena memasukkan handuk yang lama kedalam keranjang pakaian kotor.kemudian sheena membersihkan kan kamar mandi Dante,,setelah selesai sheena mengisi bath up dengan air hangat dan sabun tidak lupa dia memasukkan aroma terapi ke dalamnya,bath up hampir penuh dengan busa sabun di atasnya.sheena keluar kamar mandi,,dante masih tidur.sheena menuju sebuah ruangan di sebelah kamar mandi,terdapat lemari besar yang memuat seluruh pakaian Dante,sheena membuka pintu tengah mengambil jas navy kemudian dia membuka pintu yang di sebelahnya mengambil kemeja berlengan panjang,setelah menutup pintu lemari sheena beralih ke bufet kaca yang berada di tengah.
sheena mengambil kaos kaki dan dasi lalu berjalan meletakkannya di atas sofa.
sheena berjalan menuju tirai yang terpampang lebar dan membukanya..begitu di buka sinar mentari bersinar menyinari ruangan itu.dante menggeliat dan membuka selimut nya,, Dante duduk dan memandang sekeliling nya.
"air putih" suara serak Dante terdengar,sheena yang saat itu sedang merapikan gorden bergegas menuju meja makan mini mengambil air putih untuk Dante.dante meneguk air putihnya sampai habis,sheena kembali melanjutkan pekerjaannya yang terhenti tadi.dante beranjak menuju kamar mandi.sheena langsung membereskan tempat tidur Dante.sepuluh menit berlalu Dante keluar dengan kimono mandinya berjalan menuju walk in closet mengenakan pakaian yang sudah di siapkan sheena...
setelah selesai Dante duduk di sofa di sudut ruangan,sheena membawa sepatu Dante dan berjalan menuju sofa kemudian memakaikan nya di kaki Dante.dante berdiri lalu sheena mengambil jas yang sudah di siapkan nya tadi di walk in closet. sheena memakaikan jas ke tubuh Dante, tubuh mereka sangat dekat saat ini,Dante menatap sheena lekat memperhatikan lekuk wajah sheena...sheena sangat sempurna batin Dante,,semuanya terlihat sangat indah...alisnya tipisnya yang hitam,bola matanya yang indah,bulu mata yang lentik,, hidungnya yang mancung dan pipinya yang sedikit cubby menggemaskan dan yang tak kalah menarik bibir sexy nya yang terlihat menggoda.dante menelan salivanya kuat,,ntah mengapa dia merasa tertarik dengan wanita yang ada di depannya ini lebih tepat nya wanita ini adalah kekasihnya.....
"bagaimana pagimu hari ini sheena?" Dante bersuara,mengagumkan sheena yang fokus dengan jas Dante,sheena menatap Dante sebentar lalu Mengancingkan jas.
"hari ini saya baik,,tuan muda" jawab sheena menunduk.
"jangan panggil tuan muda saat kita sedang berdua" ucap Dante sembari merapikan jasnya kembali di depan cermin besar di dinding kamar nya.
"tapi tuan..." omongan sheena terhenti saat jari telunjuk Dante berada di bibirnya. sheena terkejut dan sontak mundur..dia belum siap jika harus kontak fisik dengan Dante.
"untuk sementara hanya kita berdua yang tahu soal hubungan ini ,jadi kau harus menyimpannya rapat-rapat".sheena mengangguk, ingin rasanya dia menolak hubungan ini tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya cuma pelayan yang melaksanakan titah majikannya..
"bawa sarapanku ke kamar,aku tidak turun" Dante berjalan menuju meja makan mini.
sheena keluar kamar dan menuju ruang makan,,semua sudah kumpul di meja makan.
Mai tersenyum melihat kehadiran sheena..
__ADS_1
"sheena...Dante mana" mai bertanya karena tidak melihat Dante.
"tuan muda ingin sarapan di kamar nyonya" ucap sheena.
"ya sudah,siapkan sarapan buat Dante"
"biar alleina yang menyiapkan sarapan buat Dante"kata alleina berdiri dari kursi.
"tidak perlu...biar sheena yang melakukannya"
larang mai,,dia tidak suka sifat agresif alleina.
sheena menyiapkan sarapan buat Dante,dan membawanya ke kamar Dante.sheena meletakkan sarapan di meja mini..
"sarapan sudah siap tuan muda"
"tutup pintunya dan kunci,aku ingin bicara hal penting denganmu" Dante mengambil selembar roti dan mengoleskan selai ke atasnya.
sheena melakukan perintah Dante,dan kembali ke meja.
"duduklah" Dante memberi isyarat ke depannya.sheena duduk di depan Dante.dante memotong kecil-kecil rotinya,mengambil selembar roti dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Dante mengambil piring kecil dan memindahkan sebahagian roti dari piringnya ke piring kecil tadi.dante mendorong piring kecil itu di depan sheena.
"makanlah...ini sarapan mu" Dante berkata.
"tapi..." Dante menatap tajam saat sheena berbicara.dia tahu sheena akan menolaknya.
Dante menyerahkan garpu ke sheena.
__ADS_1
"bersikap dan berkata sewajarnya saja denganku tidak perlu formalitas seperti itu,,
aku ingin mengenal mu lebih dekat lagi...
aku ingin kau yang menjadi istriku kelak...
peraturan ini berlaku hanya pada saat kita berdua saja..kau mengerti kan maksudku"
sheena mengangguk..pembicaraan terhenti sampai di situ saja,setelah nya mereka menikmati sarapan..
Dante bersiap-siap untuk pergi ke kantor,sheena membereskan bekas sarapan pagi mereka tadi.
"aku pergi ke kantor dulu..tunggu aku pulang"
Dante bersuara dan memandang sheena..
saat hendak keluar dari pintu Dante berbalik kebelakang...
"panggil aku Dante saat kita sedang berdua"
Dante tersenyum."jaga dirimu baik-baik" Dante berkata dan berbalik menuju pintu.
"hati-hati" sheena bersuara.dante menoleh dan senyumnya merekah memandang sheena...
Sepeninggal Dante,sheena membersihkan kamar Dante,,tanpa sadar sheena bersenandung kecil di sela kerjanya,,sheena tersenyum saat menyadari..
apa yang ada dalam pikiranmu sheena...
__ADS_1
sheena