
Luther bergegas masuk kedalam kantor Siemens grup,seharian ini Dante memberinya tugas mengurus suatu hal di luar kota...
tujuannya sekarang adalah menemui Dante karena sedari tadi Dante selalu menanyakan keberadaannya, setelah dia masuk kedalam ruangan CEO luther menghempaskan tubuh nya ke sofa,menaikkan kakinya ke atas meja..
Dante yang menyadari kehadiran luther tersenyum sejenak melihat luther,Dante beranjak dari kursi panasnya berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil dua kaleng minuman soda.
"bagaimana apa semuanya beres" Dante bersuara,dan berjalan menuju sofa duduk di depan Dante.luther yang saat itu memejamkan matanya langsung membuka matanya saat mendengar suara Dante.dante melemparkan minuman soda itu ke arah luther dengan tepat Dante menangkapnya dan membuka Segel minuman kaleng itu dan meneguk nya...
"apa pernah aku mengecewakan mu" luther menyeringaikan senyumnya.tidak ada tanggapan dari Dante,luther kembali meneguk minumannya.
"apa kau yakin akan menikahi gadis itu"
"apa aku tidak pantas buat dia" Dante menjawab datar,dia membuang kaleng bekas minuman sodanya ke dalam keranjang sampah.
"aku benar2 tidak menduga kalau kau akan menikahi gadis itu" luther melakukan hal yang sama seperti Dante tadi.
"apa kau pikir aku akan mencintai nya" ucap Dante menatap luther.
"jangan sakiti dia bos,," ucap Dante memohon.
"kau sangat begitu peduli padanya,apa kau menyukainya?" tanya Dante menautkan kedua alisnya.
"kau benar-benar tidak tahu bagaimana kehidupannya sebelumnya bos,,dia bekerja sebagai pelayan mu demi keluarganya" luther berkata iba.
"dia akan mendapat balasan yang setimpal" ucap Dante dingin.
"kau benar2 egois bos,,semua kau hargai dengan materi tanpa kau pikirkan perasaan orang lain" luther mulai kesal dengan sifat angkuh Dante.
"aku sudah menyelesaikan semua yang perintahkan,di map itu juga ada informasi tentang sheena dan keluarganya,, aku harap kau mau membacanya" luther bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan ruangan dante menuju ruangannya.
"apa kau pikir aku akan peduli dengan semua itu" ucap Dante pelan sambil memandang map yang terletak di atas meja.
at royal university
"silahkan duduk" suara salah satu staf keuangan saat melihat orang yang berdiri di depannya.
seorang gadis duduk,dia merasa bingung kenapa dia di panggil keruangan ini,bukankah bulan lalu dia sudah melunasi uang semester nya..
"tanda tangan di sini" pria itu menyodorkan sebuah kertas dan menyuruh wanita menandatangani nya.
__ADS_1
"ini apa pak?" wanita itu berkata kebingungan.
"sebelum tanda tangan sebaiknya kau baca dulu" pria itu berkata lagi.
gadis itu meraih kertas dari atas meja dan mulai membacanya dari awal hingga ke akhir
dia terkejut membaca isi kertas putih itu,,ini rasanya tidak mungkin,pihak universitas menggratiskan biaya selama dia kuliah hingga selesai bahkan surat itu berisi dia akan mendapatkan posisi yang bagus untuk bekerja di sebuah perusahaan ternama.
"apa sudah selesai" pria itu berkata menatap gadis yang masih keheranan menatap kertas itu.
"apa semua ini benar pak" kata gadis itu masih tidak percaya.
"cepat tanda tangani,,sore ini juga saya akan mengurus semuanya"
gadis itu tidak tahu apa maksud dari ucapan pria paruh baya itu,dia hanya melakukan apa yang di perintahkan pria itu,,menandatangani dokumen itu.setelah selesai gadis itu pamit dan berjalan keluar menuju kelasnya,dia masih tetap tidak percaya,bagaimana bisa pihak sekolah memberikan biaya gratis kuliahnya,, gadis itu melangkahkan kaki keluar kampus,
ibu dan ayah pasti senang mendengar kabar baik ini.
kembali ke sheena....
Sheena baru saja selesai merapikan pakaian Dante di lemarinya,hari sudah beranjak sore sheena menutup gorden kamar,dia menyalakan lampu kristal yang tergantung indah di tengah plafon,seketika ruangan menjadi indah..sheena menaikkan suhu ruangan,Dante tidak suka jika kamarnya panas,, berbeda jauh dengan sheena dia tidak suka suhu dingin..
dingin...batin sheena.
suara ketukan di pintu terdengar,sheena berjalan menuju pintu dan membukanya,,
"bibi maria menunggumu di dapur" ucap salah satu pelayan yang bernama moli.
"baiklah...ayo kita pergi" ucap sheena keluar dan menutup pintu kamar.saat mereka berjalan hendak menuruni tangga,seseorang menghalangi langkah mereka. Alleina berdiri tegak di depan mereka.
"ada apa nona,,,anda membutuhkan sesuatu" tanya sheena ramah.
alleina berjalan mendekat kedepan sheena,menarik rambut sheena hingga wajah sheena mendongak ke atas.
"dengar,aku tidak akan membiarkan mu merebut Dante dariku" katanya kasar melepaskan Cengkraman nya.
moli terkejut mendengar ucapan alleina,dia menatap sheena,,pikirannya mencoba mencerna ucapan wanita itu.
"nona salah paham,,saya cuma pelayan di rumah ini,,tidak mungkin saya akan melakukan itu" jawab sheena tenang.
__ADS_1
Alleina langsung pergi dari hadapan mereka berdua,moli kembali menatap sheena.
"apa kau baik-baik saja" moli berkata.
"aku tidak apa-apa..ayo bibi maria pasti sudah menunggu kita di dapur" ajak arumi menarik tangan moli.
"tunggu..." moli menghentikan langkah sheena.
"ada apa lagi molii...." sheena berkata lembut.
"kenapa kau tidak mengadukannya pada nyonya besar atas perbuatannya tadi,aku tahu ini bukan kali pertama dia melakukan hal seperti itu padamu" ucap moli lirih.
"aku tidak mau melakukannya moli,,aku tidak apa-apa kok"sheena tersenyum.
"hmmm kau ini kenapa sih terlalu baik sama orang" moli berkata kesal lalu berjalan meninggalkan sheena..
"heiiiii tunggu aku moli" sheena berkata dan berlari kecil mengejar moli,,senyum di bibir nya merekah,dia tahu kalau moli sedang kesal dengannya saat ini.
"apa kau sekarang mengerti mengapa aku menyukai dan memilih dia untuk Dante"
wanita itu membuka suara. pria di sampingnya hanya tersenyum..sedari tadi Mai dan Sebastian berada di ujung koridor, mereka berdua menyaksikan peristiwa kecil itu...
"anda benar nyonya.. cuma dia yang bisa melelehkan gunung es di rumah ini" jawabnya tergelak.
"aku sangat senang Dante mengambil keputusan seperti itu,,semoga saja Dante bisa mencintai sheena"
"saya juga berharap seperti itu nyonya..saya juga berharap segera ada tangis anak kecil di rumah ini" Sebastian berkata.
"semoga saja" Mai bersuara dan berjalan masuk ke kamarnya.
***###################(#(#(;#;#;(;(;(;(
bersambung....
hehehehe maap baru upp,abis author remponggggg banget,,
salam sayang buat pembaca semuanya 😘😘
jangan lupa komen dan jempolnya yaaaa
__ADS_1
😍😍😍***