
Note : Terima kasih untuk yang masih setia dengan IP hingga masih bisa up sampai sekarang. Terima kasih untuk yang sudah memfavoritkan IP, yang sudah mendukung IP lewat Vote tanpa kalian IP bukanlah apa - apa, dan teman - teman dari sesama author terima kasih juga tanpa kalian author receh ini bukanlah apa - apa.
...🍏🍏🍏🍏🍏🍏...
Semenjak pertemuan mereka di hari kematian Bu Yana, Nabila pun sudah tidak pernah lagi bertemu dengan Adam. Tapi, walau pun mereka telah resmi berpisah bukan berarti mereka telah putus hubungan dalam artian benar - benar berakhir dan mereka siap merawat bersama - sama sang buah hati walau berada di tempat yang berbeda dan kini pun mereka telah sepakat kalau mereka tidak bisa bersama dalam konteks pasangan tapi setidaknya mereka masih bersama dalam konteks saudara atau sahabat dalam memberikan cinta dan kasih sayang untuk sang buah hati.
Selepas pertemuan singkat itu pula Adrian dan Mama Yulia telah resmi melamar Nabila di depan sang Kakak dan di depan kedua makam orang tua Nabila selang beberapa hari kemudian mereka pun kembali meminta restu di makam kedua orang tua Nabila.
...5 Bulan kemudian...
Kini twins baby boy dan baby girl telah tumbuh menjadi bayi - bayi imut dan menggemaskan. Bahkan jika Adrian pergi bekerja serasa tidak ikhlas untuk melepas dan meninggalkan mereka di rumah. Kasih sayang dan cinta Adrian untuk si kembar sangat lah besar apa lagi dia belum sempat merasakan jadi seorang Ayah jadi dia sangat menikmati momen ini untuk menjadi Ayah walau belum menjadi Ayah yang sesungguhnya.
Undangan sudah tersebar, gaun, gedung, dan semuanya sudah rampung di persiapkan tinggal menunggu hari H, kini Adrian sudah tidak satu rumah dengan Nabila. Nabila tinggal bersama sang kakak.
Kini Nabila telah berdiri di depan tangga. Sambil mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, kini kenangan - kenangan beberapa puluh tahun yang lalu kembali menari - nari di benaknya.
"Kakak tangkap Nabila?"
"Ade awas ya kalau kakak dapat menangkapmu, uang jajan mu sebulan untuk Kakak ya?" ucap Akbar dan kini mulai berlari mengejar sang Adik.
__ADS_1
"Sayang hati - hati larinya nanti jatuh!" pesan sang Ibu.
"Anak Ayah ini kenapa kok murung?" ucap sang Ayah sambil mencubit pipi Arumi.
Sambil merengek dan merajuk, "Ayah apa - apaan sih?"
Sambil membelai rambut sang Anak, "Sayang ada apa sih?" kini Bu Yana menimpali.
Sambil mengerucutkan bibir, "Arumi kesal Bu sama teman laki - laki Arumi, masa tadi di sekolah buku Arumi di coret - coret."
Akbar yang melihat itu dari kejauhan kini berjalan mendekat ke arah Nabila, dia pun menepuk bahu sang Adik, "Kamu kenapa?"
Nabila pun membuang muka dan menghapus segera air matanya, "Nabila tidak apa - apa."
Kini Nabila sudah cantik dan anggun dengan kebaya putih duduk di atas kursi meja rias yang ada didalam kamar. Walaupun ini bukan pernikahan pertama bagi mereka berdua, tapi kegugupan tetap menyelimuti hati mereka.
Tok ... tok ... tok ....
"Masuk!"
__ADS_1
Kini Arumi sudah berdiri di belakang Nabila, sambil memegang bahu sang Adik dan memuji kecantikannya walaupun sang Adik seorang janda tapi jika di berdandan seperti ini, semua orang akan tertipu dengan wajah ayunya itu.
Tamu undanganpun satu persatu sudah berdatangan, termasuk pak penghulu. Abee dan Najwa, Mas Juna dan Widya, Alya dan Mas Rey. Selang beberapa saat rombongan pria pun sudah berdatangan, dan sahabat - sahabat Adrian pun sudah berdatangan, Kirana dan Farel.
Beberapa saat kemudian ijab dan kabulpun di mulai dan dalam satu tarikan nafas kini Nabila sudah resmi menjadi istri dokter Adrian. Ucapan selamat dan do,a turut membanjiri di hari bahagia sang dokter dan Nabila.
"Sepertinya kamu harus menjelaskan sesuatu sama aku!" ucap Abee yang kini berdiri di hadapan Nabila.
Sambil tersenyum, "Maafkan aku." sambil memeluk Abee ala laki - laki ya guys😂😂.
Kini Giliran Najwa, sambil geleng - geleng kepala, "Kamu hutang penjelasan sama aku." kemudian menjabat tangan Adrian lalu kemudian beralih menjabat tangan Nabila lalu memeluknya dan cipika cipiki.......
"Selamat semoga sikembar segera punya dede." ucap Dokter Najwa seraya tersenyum kemudian berlalu pergi.
Tempat yang paling indah buatku adalah di dalam pikiranmu. Dan kamu tahu, ketika aku telah menemukanmu sebagai seseorang yang spesial bagiku, saat kita diam pun terasa nyaman.
"Kebahagiaan yang paling sempurna adalah kebahagiaan bersama orang yang sederhana, tapi memperlakukanku dengan cara istimewa," Nabila.
__ADS_1