ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 68.


__ADS_3

Di tempat yang berbeda kini tiga keluarga telah menikmati sarapan pagi sebelum mereka memulai aktivitas di pagi hari.


...Keluarga Dharmawangsa....


"Bu, Akbar berangkat kerja dulu ya," ucap Akbar seraya berdiri dan berjalan kearah sang Ibu kemudian mencium punggung tangan sang Ibu.


"Hati - hati di jalan ya sayang."


"Iya Bu."


Kini di rumah hanya ada mereka berdua. Sambil tetap melanjutkan sarapa, "Jadi apa rencana kita sekarang Rum?" tanya sang Ibu seraya menatap wajah sang anak.


Arumi pun menoleh, "Rencana Rumi tetap seperti semalam Bu, hari ini ayo kita pergi berbelanja sepuasnya."


Sang Ibu hanya tersenyum dan menganggukan kepala.


Di tempat yang lain di kediaman Widjayakusuma mereka pun kini telah menyelesaikan sarapan pagi bersama. Kini mereka telah berkumpul di ruang keluarga sambil memakan hidangan penutup setelah sarapan.


Sementara Adam sendiri setelah sarapan langsung menuju kantor ada rapat penting yang tidak bisa di wakilkan.

__ADS_1


Sedangkan anggota keluarga lainnya ada yang memilih bersantai sejenak sambil minum kopi dan teh di ruang keluarga, Nabila sendiri sedang membersihkan piring kotor di atas meja di bantu dengan pembantu, sementara Bunda Irene sedang berada di dalam kamar untuk membenahi dirinya segera.


Nyonya Luciana sudah berada di dalam kamar dan Nyonya Luciana tampak menunnggu penjelasan dari pak Anas sesuai perintahnya semalam.


Sambil duduk di sofa yang ada di dalam kamar dan menyilang kedua kakinya serta tangan bersedekap di dada, "Jadi bagaimana apa yang kamu dapatkan?" tanya Nyonya Luciana to the poin sudah tak sabar menunggu penjelasan dari Pak Anas mengenai uang 100 jt.


Pak Anas nampak terdiam sejenak, dan mengingat kembali penjelasan dari rumah sakit kalau mereka kemarin tidak ada menerima pasien atas nama Yana Dharmawangsa dan total uang sebanyak 100 jt.


"Maaf Nyonya kemarin kata pihak rumah sakit tidak menerima pasien atas nama Yana Dharmawangsa."


Nyonya Luciana pun menatap tajam kearah Pak Anas seperti sedang ingin menerkam mangsa, Nyonya Luciana sebenarnya berhati lembut, sayang, penyabar tapi sekali dia marah semua kebaikan yang melekat dalam dirinya hilang bagai di telan bumi. Nyonya Luciana pun mengerutkan keningnya, "Bagaimana mungkin namanya tidak ada dalam daftar kunjung rumah sakit?"


Nyonya Luciana pun memasang senyum devilnya, "Sepertinya mereka harus di beri pelajaran agar tidak berani macam - macam pada Nabila dan memanfaatkan keluguannya."


Pak Anas pun menatap ke arah Nyonya Luciana dengan penuh tanda tanya karena setahu Pak Anas kebiasaan - kebiasaan yang dulu yang sempat di lakoni Nyonya Luciana kini sudah lama Nyonya Luciana tinggalkan tapi hari ini Pak Anas melihat Nyonya Luciana yang dulu sepertinya kini kembali bangkit dan tidak akan segan - segan menyakiti orang yang sudah menyakitinya.


Note : Menyakiti disini bukan pake otot ya guys...😂😂😂


"Siapkan mobil sekarang kami semua akan pergi pagi ini!"

__ADS_1


Pak Anas pun menganggukan kepala kemudian berlalu pergi dari hadapan Nyonya Luciana.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan sudah dalam perjalanan menuju ketempat mana mereka akan tuju.


🍏🍏🍏🍏🍏🍏


Di tempat yang lain.


Mama Dhina dan Papa Dito pagi ini hanya ingin di rumah bersama sang Istri sambil turut membantu pembantu dan tukang kebun yang sedang membersihkan rumah dan sedang memangkas rumput sementara sang Istri turut membantu menanam bunga.


"Mah, Pah Tommy pergi dulu ya?" ucap Tommy ketika sudah berada di halaman rumah.


...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...


...Terima kasih untuk yang sudah mampir memberikan like dan komentar dan terima kasih untuk like mode kalemnya. Maaf komentar kalian tidak aku balas satu persatu. Untuk promo, monggo promo tapi tidak spam promo lalu like karya aku dan tinggalkan jejak di kolom komentar nanti aku berkunjung balik ke kerya keren anda semuanya. Semangat, mari saling mendukung dan jaga kesehatan....


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...

__ADS_1


__ADS_2