
"Hambatan tidak bisa menghentikanmu. Masalah tidak bisa menghentikanmu. Orang lain tidak bisa mengehntikanmu. Hanya kamu sendiri yang bisa menghentikanmu."
Setelah menyusuri perjalanan yang panjang tanpa arah dan tujuan, kini Arumi tiba di sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Jalanan yang tak sehalus dan semulus jalanan di kota, pematang sawah ada di kanan kiri jalan, pohon - pohon yang rindang memberi kesan desa yang sangat nyaman, sejuk dan asri.
Dia pun terus menyusuri jalan sambil melihat kanan dan kiri serta memperhatikan aktifitas Ibu - ibu, bapak - bapak, tua muda sedang berada di sawah sambil menanam padi. Anak - anak yang mandi di sungai, sapi - sapi di tanah lapang sedang makan rumput.
Dia pun berhenti ketika melewati warung yang ramai akan kaum hawa sedang tertawa entahlah apa yang mereka tertawakan.
Namun tawa mereka seketika lenyap ketika Arumi menyapa mereka dengan sopan dan lembut, "Assalamualaikum, Bu Ibu. Selamat sore?"
"Sore," jawab Ibu - ibu serempak dan memandangi Arumi dari kepala hingga kaki.
"Maaf Bu, mau tanya. Rumah yang biasa di kontrakkan disini mana ya?"
"Neng lurus saja kedepan, di ujung jalan sana ada rumah yang biasa di kontrakan. Neng bisa menemui pemilik rumah itu 3 rumah dari sini cat rumah warna ungu," ucap salah satu Ibu - Ibu itu menjelaskan.
__ADS_1
Arumi pun mangguk - mangguk tanda mengerti.
...SKIP...
Kini sore sudah berganti menjadi malam. Kini Arumi tinggal di kontrakannya dengan satu buah kamar dengan ranjang kecil kasur apa adanya, satu buah lemari dan meja rias, sangan jauh dari kata nyaman tidak seperti kamarnya yang ada di rumahnya di kota.
Ruang tamu yang kecil di lengkapi TV 14 inchi dan kursi rotan. Dapur kecil nyaris menyatu dengan kamar mandi.
Kini Arumi sudah menyelesaikan ritual mandinya, dan sekarang dia harus membiasakan hidup mandiri, menyesuaikan dan beradaptasi di lingkungan yang baru. Bukan kah ini merupakan keputusan yang dia buat demi menata hatinya kembali dan dia akan mencoba memenangkan hati sang pujaan hati kembali jika dia dapat membuat keadaan manjadi berbeda.
Perlahan - lahan tubuh Arumi di rebahkan di atas kasur busa yang jauh dari kata nyaman, dan memikirkan langkah apa yang akan dia ambil ketika pagi sudah menyapa. Seketika Arumipun terlelap dalam mimpi indahnya akibat perjalan yang melelahkan.
Di tempat yang lain kini Tommy pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya seraya memandangi langit - langit kamarnya mengharap sang mantan kekasih akan mengirim kabar untuknya. Mereka merasakan hal yang sama tapi sebisa mungkin untuk menepikan dan membohongi perasaan pada diri masing - masing.
**********
__ADS_1
"Sekarang Arumi lagi ngapain ya?" tanya sang Ibu pada diri sendiri. "Aku harus melakukan sesuatu untuknya. Aku tidak akan membiarkan dia terluka lagi untuk yang kedua kalinya. Aku pastikan mereka semuanya akan membayar dengan mahal." ucap sang Ibu seraya tersenyum Penuh arti.
*************
...3 bulan kemudian....
Tiga bulan bukanlah waktu yang mudah untuk di lalui Arumi sendirian tanpa orang tua, kakak dan adiknya. Kini Arumi seolah - olah telah di lahirkan kembali dari perut Ibunya. Arumi yang kemarin telah dia tinggalkan bersama kenangan tiga bulan yang lalu.
Arumi yang baru akan mencoba lebih feminim, lemah lembut, sabar, tidak akan terburu - buru dalam melakukan sesuatu.
Setelah Arumi berpamitan dengan warga setempat, Arumi pun segera melajukan mobilnya menuju jalan raya untuk segera pulang kerumahnya.
...🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎...
...Terima kasih...
__ADS_1
...🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎...