
Lalu kemudian memeluknya.
Dengan nada kurang suka, "Sudah drama nya?" tanya Arumi dengan sewotnya.
Kami pun melepas pelukan. Tidak lama kemudian dari Arah pintu seorang pria gagah perkasa dengan stelan jas lengkap dengan dasi kupu - kupu terpasang dengan sempurna di leher pria tersebut, "Ayo Nabila kita turun sekarang suami dan Ibu mertuamu sudah menunggumu dan para tamu undangan lainnya." ucap Kak Akbar seraya meminta ku untuk menautkan lenganku dengan lengannya dan aku pun hanya bisa menurut saja.
Di bawah semua orang berdecak kagum akan kecantikan ku, Kak Arumi dan Bibik kini ikut bergabung dengan para tamu undangan lainnya.
"Wah cantik sekali," puji tamu undangan satunya.
"Iya sungguh sangat cantik," puji tamu undangan lainnya.
"Menantuku memang sangat cantik," guman Bunda Irene dalam hati.
Adam jangan di tanya bagaiman reaksinya. Andai kata matanya bisa melompat keluar dari tempatnya mungkin itulah yang akan terjadi pada dirinya saat ini juga. Dia pun berdiri, "Beb, apakah ini banar yang berdiri sekarang di hadapan ku ini adalah bidadari surgaku?" ucapnya seraya menyunggingkan senyum bahagia di wajahnya.
Aku pun tersenyum kemudian mengangguk, "Iya, ini benar ini aku seseorang yang selalu kamu rindukan siang dan malam, panas dan hujan." kami pun saling bertatapan satu sama lain dan mengabaikan orang - orang yang ada disekitar kami sekarang.
__ADS_1
"Ehm ... ehm ... mau berapa lama lagi kalian mau berdiri dan saling bertatapan satu sama lain? Sudah ayo duduk tatap menatapnya nanti di lanjut di kamar sekalian memberi kami cucu yang banyak." ucap sang Nenek dengan menyunggingkan senyum usil di wajahnya.
Aku yang mendengar penuturan Nyonya Luciana menjadi sangat malu dan membuang muka ke lain arah.
Adam yang melihat itu tak mau kalah dari Nenek nya, "Beb, wajah kamu kenapa? Kok merah seperti kepiting rebus?"
Aku pun meraba pipiku dengan kedua tanganku, "Ah ... masa sih Honey wajah ku memereh?"
Belum sempat Adam melanjutkan kalimatnya, "Sayang ... mau berapa lama lagi kalian berdiri? Ayo duduk kan kamu belum menjabat tangan suamimu, mertua mu, Ibu dan Kakak - kakakmu." ucap sang Ibu berusaha seramah mungkin di depan tamu undangan terutama di depan besannya yang baru beberapa saat yang lalu telah resmi menjadi bagian dari keluarganya.
Waktu begitu cepat berlalu hingga tak terasa sekarang kami sudah berada di halaman rumah Tuan Adam untuk melakukan resepsi pernikahan, rencana awal kami akan melaksanakan di gedung tapi entah ide dari mana pantai yang ada di belakang rumah di sulap menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan.
Di pintu gerbang masuk dihiasi berbagai macam bunga mulai dari bunga hidup dan mati serta balon warna warni. Aku kagum dengan pemandangan yang tersaji sekarang di depan mataku ditambah suasana pantai yang memberikan pesona tersendiri bagi yang menyaksikannya.
Adam yang melihat itu, sambil merangkul pundakku, "Kamu kenapa baby? Apa kamu tidak menyukainya? Maaf bukan gedung yang aku sulap menjadi tempat di mana hari bahagia kita di laksanakan, tapi aku rasa pasti kamu menyukainya? Ya kan ... kan ... kan...." sambil mengedip - ngedipkan matanya.
Sambil terus menatap kedepan, menatap dengan kagum, "Aku sungguh sangat menyukainya."
__ADS_1
"Kalau kamu menyukainya pasti kamu tahu apa yang harus kamu lakukan? Dan pasti kamu tahu bagaimana cara kamu untuk berterima kasih untuk semua ini," seraya menatap wajahku, aku pun mengerutkan keningku, "Maksud kamu apaan? Apa ini semuanya ada imbalannya?" ujar ku tak mengerti.
Sambil menyunggingkan senyum devil, "Jelas dong baby ada imbalannya. Numpang buang air kecil aja di Wc umum ada bayarannya, masa aku yang sudah bekerja keras untuk memberikan kejutan ini tidak ada imbalannya?"
"Oh ... jadi begitu sudah mulai pake perhitungan nih denganku?"
Nenek Luciana yang menyaksikan itu dia pun berjalan mendekat, "Kalian kenapa masih berdiri di sini, ayo buruan gabung kesana, di sana sudah banyak teman - teman relasi mu sudah menunggumu ingin berkenalan dengan istrimu ini." ucap sang Nenek seraya menatap wajahku.
"Nanti malam jawabannya baby."
...❤❤❤...
...Terima kasih untuk yang sudah mampir memberikan like dan komentar dan terima kasih untuk like mode kalem. Maaf tidak bisa membalas satu persatu komentar kalian. Untuk promo monggo promo tapi no spam promo, lalu like karya aku dan tinggalkan jejak dikolom komentar. Terima kasih, semangat, mari saling mendukung dan tetap jaga kesehatan....
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
...❤❤❤...
__ADS_1