
Sambil berdiri, "Oh ya mana sisir yang dipakai Varo? Mama akan kerumah sakit sekarang juga untuk membuktikan kalau Varo itu cucu Mama." ucap Mama Dinda dengan penuh keyakinan yang sangat tinggi tanpa punya rasa malu.
Tommy pun ikut berdiri dan berjalan berdampingan dengan sang Ibunda.
.
.
.
.
.
Mereka pun sudah tiba di lantai atas dan mencari yang mereka butuhkan.
.
.
.
.
.
Sesaat kemudian mereka pun menemukan apa yang mereka cari dan segera memasukkannya kedalam plastik klip yang terletak di atas meja sekalian sehelai rambut Tommy.
Mama Dinda pun segera kembali membawa plastik klip itu, namun belum jauh Mama Dinda melangkah, "Tommy ikut."
...🌷🌷🌷🌷🌷...
Kini mereka sudah tiba di rumah sakit dan langsung menuju dokter yang menangani ahli genetika.
Tap
Tap
Tap
__ADS_1
Mereka pun tiba di depan ruangan ahli genetika.
Tok ... tok ... tok ...
"Masuk," perintah dari dalam.
"Ceklek," pintu di buka kemudian di tutup kembali.
Dengan tersenyum, "Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter muda dan tanpan itu.
"Oh iya lupa silahkan duduk Bu, Mas!"
Mereka pun duduk di kursi yang sudah di siapkan. Dokter itupun menatap wajah - wajah calon pasiennya itu secara bergantian. Sambil meletakkan tangannya di atas meja, "Apa ada yang bisa saya bantu," tanya ulang dokter muda itu dengan sopan dan tak lupa dengan senyum menawannya.
"Begini dok saya mau tes Dna," ucap Mama Dinda sambil mengeluarkan plastik klip dari dalam tasnya dan meletakkannya di atas meja. Di dalam plastik klip itu terdapat sehelai rambut milik Varo beserta milik Tommy.
Dokter tampan itu pun menerima plastik klip itu., "Maaf Nyonya proses ini memakan waktu yang sangat lama di mulai dari empat minggu sampai lima minggu hasil baru keluar karena sample yang kalian bawa berupa rambut."
"Lama juga ya dok hasilnya baru keluar."
Sambil tersenyum, "Memang begitulah Nyonya prosedurnya karena dalam menentukan Dna seseorang akan melalui beberapa tahapan, salah satunya penyimpanan bukti Dna di lanjutkan dengan isolasi atau ekstraksi Dna dan lain sebagainya."
"Ada Nyonya tapi pakai sampel darah, kalau sampel darah hanya memakan waktu 24 jam hasil sudah bisa di ketahui atau kalau mau cepat hasil di ketahui dengan melihat golongan darah antara anak, ayan dan ibunya."
Mama Dinda dan Tommy pun saling berpandangan, kemudian kembali menatap dokter itu, "Dok apa tidak bisa di usahakan agar lebih cepat lagi mengingat kami dalam kondisi darurat dan hasil tes Dna itu sangat kami butuhkan dalam waktu singkat."
Sambil tersenyum, "Baiklah saya akan mengusahakan yang terbaik untuk anda dan mempercepat proses Dna agar hasilnya bisa kalian terima segera."
"Baiklah saya tunggu kabar baik dari dokter." ucap Mama Dinda seraya berdiri dan menjabat tangan dokter itu begitu pula dengan tommy.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
"Sayang Mom dah kasih tahu belum lomba - lomba apa saja yang akan di pertandingkan dalam acara hari Ayah?" tanya Arumi kepada sang anak di sela aktivitasnya yang sedang nonton kartun kesukaannya.
"Banyak lomba yang akan di perlombakan Mah, salah satunya lomba berpuisi dengan tema Ayah."
"Apa puisi Varo sudah siap?" tanya Arumi sambil mengelus kepala sang anak.
Sambil menggeleng, "Belum ada ide Mah. Lagi pula buat apa Varo buat puisi jika saat hari Ayah, Ayah Varo nggak datang mendampingi Varo." kini dengan mata berkaca - kaca.
__ADS_1
Sambil memeluk Varo, "Maafkan Mama Varo mungkin Mama terlalu egois sama kamu dan tidak adil untuk kamu karena selalu menyembunyikan identias Ayahmu yang sebenarnya. Jika kamu tahu kalau Om Tommy orang yang selalu berada di samping kamu itu adalah Ayahmu kira - kira apa kamu bisa menerimanya dan bisa mempercayai kata - kata Mama?"
Dengan mendonggakkan wajahnya, "Apa dia Ayah Varo Mah?"
Sambil mengangguk dan kini air matapun turut berbicara, "Iya sayang dia lah Ayah kandungmu."
"Kalau dia Ayah kandung Varo lalu bagaimana mungkin kita tidak tinggal bersama dengan mereka?"
Pertanyaan Varo sanggup membuat hati Arumi semakin sakit dan teriris dan tak tau harus menjawab apa pertanyaan sang Anak. Kini pelukan mereka sudah lepas, "Mengapa Mama menangis?" ucap Varo sambil mengusap air mata sang Ibu dengan jarinya.
Dengan terisak, sambil memeluk sang Anak untuk yang kedua kalinya seolah - olah tak ingin di pisahkan, "Mama nggak mau besok atau lusa Varo ninggalin Mama dan ikut mereka. Mama nggak mau pisah sama Varo dan Varo harus janji dengan Mama besok atau lusa jika mereka meminta mu untuk tinggal bersama Mama harap Varo tetap disini di rumah ini bersama mama hingga kamu tumbuh dewasa."
"Mama, Varo tidak akan kemana - mana. Varo akan selalu disini bersama Mama hingga Varo tumbuh dewasa."
"Terima kasih sayang, terima kasih." ucap Arumi sambil menghujani wajah sang Anak dengan ciuman - ciuman.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
Sejurus kemudian Mama Dinda dan Tommy sudah berada di rumah.
Sambil terus berjalan berdampingan memasuki rumah mewah mereka, "Mah, jika Varo terbukti anak Tommy kira - kira apa yang akan Mama lakukan?"
"Husssttttt tidak usah bahas itu dulu, biarkan readers mengetahui jawaban Mama keesokan harinya jika author istri pilihan tidak sibuk dengan dunia halu yang lainnya."
Sambil mengernyitkan dahi, "Maksud Mama apaan?"
"Iya, author istri pilihan ini pilih kasih SM yang baru dia kenal beberapa bulan yang lalu selalu di samperin hingga berjam - jam lamanya bahkan putus nyambung - putus nyambung si author masuk sana seolah - olah mendapatkan kebahagiaan yang baru. Kita yang sudah di kenalnya selama hampir satu tahun kini ibarat kacang yang lupa pada kulitnya bahkan banyak karya yang belum dia kunjungi hanya gara - gara SM."
"Baiknya kita apakan author nya Mah?"
"Di gantung di pohon lombok," 😂😂😂
"Sudahlah mama tidak mau bahas itu." ucap Mama Dinda seraya berlalu pergi. 😂😂😂
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
...TERIMA KASIH...
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1