
Up Versi ngebut dan suka - suka jidat, 🤭😂 karena mau Tina tamatkan IP dan akan mencoba membuat karya baru jika tina gak males ya😂😂😂
Semoga bisa terwujud kan dan bisa membagi waktu dengan RL......
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Kini Kirana sudah berada di dalam mobil mewahnya dan siap melajukan kejalan raya. Cuaca hari ini sungguh sangat panas dan menyengat sehingga Kirana ingin segera tiba di rumahnya. Dia pun segera melajukan mobilnya kejalan raya.
Di pertengahan jalan cuaca tiba - tiba menjadi mendung disertai angin kencang dan petir dan tak lama kemudian turunlah hujan dengan sangat derasnya sehingga konsentrasi Kirana dalam mengemudi mobil berkurang.
Karena ingin segera tiba dirumah diapun melajukan mobilnya dengan sangat kencang tanpa memikirkan keselamatan nya sendiri.
Tiba - tiba....
"Brukkkkk....."
Mobil oleng dan menabrak pembatas jalan, dari arah berlawanan sebuah mobil besar dengan kecepatan tinggi, reem blong menabrak mobil Kirana hingga terseret beberapa ratus meter kedepan. Kini mobil Kirana dalam keadaan rusak parah dan hampir tak berbentuk sedangkan Kirana sendiri dalam keadaan mengenaskan dan masih berada di dalam mobil kesayangnya itu. kecelakaan itupun harus terjadi dan berakhir sangat tragis.
Dibawah derasnya hujan, orang - orang pun mengerumuni kecelakaan itu dan siap evakuasi tubuh Kirana. Disaat yang bersamaan pula Varo Cs melewati jalan dimana Kirana kecelakaan.
"Var.. ada apa ya disana kok rame banget?" tanya Chandra kepada Varo sambil tetap terus memperhatikan keributan yang ada dihadapannya kini.
"Mana aku tau, dari tadikan kita bersama." ucap Varo dengan polosnya dan tetap mengemudikan mobilnya dengan sangat hati-hati karena saat ini sedang hujan deras dan jalanan licin.
"Yuk kita berhenti sebentar dan melihat apa yang terjadi!"
Walau pun hati Varo kesal dengan permintaan adik sepupunya itu dia tetap menuruti keinginannya. Varo pun menepikan mobilnya kemudian mengeluarkan payung dari dalam seatback pocket sebelum mereka turun dari mobil.
"Nih untukmu." ucap Varo sambil menyodorkan sebuah patung lipat kepada Chandra. Chandra pun menerimanya, "Terima kasih." Merekapun turun bersama- sama dari dalam mobil, dan segera melangkahkan kakinya kearah kerumunan itu.
Setelah tiba di sana, mereka pun terkejut bukan main ketika mengetahui apa yang terjadi dan siapa pemilik dari mobil itu.
"Kirana." ucap mereka bersamaan.
Dengan wajah panik dan cemas Chandra pun mendekati mobil itu dan berusaha menolong Kirana. Payung yang sedari tadi melindunginya dari hujan kini sudah tak ada lagi ditangannya.
__ADS_1
Chandra pun berusaha membuka pintu mobil Kirana yang saat itu telah terkunci dari dalam.
"Bapak - bapak tolong dia teman saya." ucap Chandra kepada warga yang ada dilokasi kejadian.
"Maaf mas, mobil mbak ini terkunci dari dalam." ucap salah satu warga.
Chandra pun memutar otak mencari akal bagaimana cara membuka pintu mobil Kirana. Dia pun membuka tasnya mencari sesuatu siapa tai ada yang bisa digunakan.
"Penggaris."
Chandra pun menggunakan penggaris besi untuk membuka pintu mobil Kirana, sesaat kemudian pintu mobil Kirana pun terbuka, dia bersama warga berhasil memindahkan tubuh Kirana yang kini dalam kondisi lemah, tak berdaya bahkan sekujur tubuhnya kini telah berlumurkan dengan darah.
.
.
.
Kirana kini sudah berada di rumah sakit diruangan ICU ( Intensive Care Unit ) dan sedang ditangani dokter. Chandra pun sudah mengabarkan kepada keluarga Kirana, bahwa Kirana saat ini sedang berada di rumah sakit dan sedang dalam keadaan kritis. Dan tak lupa Chandra mengabarkan kepada kedua orang tuanya kalau dia akan pulang terlambat karena baru saja menolong temannya dan saat ini sedang menunggunya dirumah sakit.
.
.
.
.
.
.
Chandra dan Varo masih setia menunggu kedatangan keluarga Kirana dan saat ini mereka duduk di ruang tunggu di depan ruangan ICU dengan perasaan cemas dan takut mengingat kejadian yang baru saja menimpa teman yang baru saja mereka kenal beberapa jam yang lalu. Varo sesekali menatap wajah Chandra tak dapat dipungkiri ada kecemasan yang sangat dalam dari wajah adik sepupunya itu. Varo pun menepuk pundak Chandra kemudian menenangkannya.
"Dia tidak akan kenapa - kenapa, dia pasti selamat. Lagi pula khawatirmu sangat berlebihan, seolah - olah kalian ada ikatan sesuatau. Ingat dia bukan siapa - siapa kita, dia pun bukan teman kita." ucap Varo.
Dengan wajah tertunduk lesu, "Ya aku tau kalau dia bukan siapa-siapa kita, tapi entah kenapa aku sangat sedih mengingat kecelakaan yang baru saja dia alami dan jujur aku tidak ingin dia kenapa - napa. Aku ingin dia segera sembuh dari sakitnya."
"Dia pasti sembuh."
__ADS_1
Dilobi rumah sakit.
"Sus diruang mana cucu saya dirawat?" tanya Nyonya Luciana kepada suster yang bertugas saat ini. Saat ini hati Nyonya Luciana sedang tidak baik - baik saja dan ingin segera bertemu cucu kesayangan nya itu.
"Siapa nama cucu ibu?" tanya suster itu.
"Dia yang baru saja mengalami kecelakaan 1 jam yang lalu." Kini bunda Irene menimpali.
Sambil memukul meja resepsionis, "Sus buruan dong, saya ingin segera bertemu dan ingin segera tau keadaan cucu saya."
"Bu, sabar jangan membuat keributan malu di lihat orang." Ucap ayah Bima menenangkan sang Ibu sambil mengusap bahu sang Ibu.
Sambil menatap wajah sang anak, "Sabar katamu? Kamu tau siapa Kirana bagi ibu?" ucap Nyonya Luciana dengan suara lantangnya seraya menunjuk wajah sang anak.
"Ibu, Bima tau kalau Kirana itu cucu Ibu. Tapi tolong ibu juga harus tenang dan jaga sikap ibu saat ini kita berada dirumah sakit jadi jangan membuat keributan."
"Oh... dah mulai pintar kamu sekarang ceramahi ibumu ini ya?"
"Ibu, maksud Bima bukan seperti itu."
"Lalu apa maksud mu? atau jangan-jangan dia yang mengajarimu untuk kurang ajar sama ibu?" Ucap nyonya Luciana seraya melirik Bunda Irene.
Bunda Irene pun menatap wajah sang Ibu mertua kemudian menatap wajah sang suami sambil menggelengkan kepalanya mengisyaratkan cukup jangan diteruskan melayani kata - kata ibu.
.
.
.
Dengan jalan tergesa-gesa mereka semua kini menuju ruang ICU. Kini mereka semua sudah berada di depan ruang ICU. Varo dan Chandra pun berdiri dan hendak menjabat tangan mereka namun Nyonya Luciana menepis tangan mereka dengan sangat kasar, kemudian melayang kan sebuah tamparan dan tetap mengenai pipi kanan Chandra. Semua orang disana kaget dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat baru saja.
"Ini semua pasti perbuatan kalian kan? Ngaku?" Ucap Nyonya Luciana dan mencoba kembali melayangkan sebuah tamparan namun tiba - tiba tangan Nyonya Luciana ada yang menangkap.
"Singkirkan tangan anda dari anak saya!" ucap wanita itu yang tak lain adalah Nabila, kemudian menghempas tangan Nyonya Luciana dengan kasarnya.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
...Maafkan tina guys, tina kurang tau membuat cerita dramatis 👆👆👆ketika Kirana kecelakaan 🙏🙏. Silahkan yang mau promo, nanti tina balik berkunjung....
__ADS_1
...Terima kasih...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...