ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 179. Istri Pilihan ( S 3 )


__ADS_3

Diparkiran kampus sebuah mobil sport berwarna putih merek audi ** coupe dengan harga 1, 45 M telah terparkir sempurna bersama mobil - mobil mewah lainnya. Keluarlah gadis cantik dari dalam mobil dengan rambut dibiarkan terurai, pakaian yang Ia kenakan sudah pasti orang bisa menebak kalau dia pasti dari keluarga kaya raya. Namun dia sangatlah sombong dan suka merendahkan orang lain.


Di kelas Kirana duduk di kursi paling depan, sejajar dengan Chandra, Cs dan tidak menggubris teman - teman lain yang menyapanya. Sambil duduk dan memainkan handphone nya hadiah ulangtahun dari sang oma sekitar dua tahun yang lalu. Semua mata terjutu padanya, bukan karena dia cantik melainkan karena barang - barang yang ia kenanakan terbilang sangatlah mahal serta mewah.


Sambil menepuk pundak Varo, "Var, coba lihat tuh anak baru handphone nya bagus banget. Jam tangannya juga bagus banget. Kapan aku bisa memiliki nya juga." Ucap Tiara membayangkan bisa memiliki barang semahal, sebagus dan secantik Kirana.


Tanpa menoleh kewajah Tiara, "Iya bagus dan sudah pasti mahal banget tuh handphone nya."


"Iphone 6 edisi spesial dibalut emas 24 karat dan berlian raksasa di bodi belakang berwarna merah mudah. Handphone itu juga dilapisi platinum dan pelindung yang aman sehingga mencegah resiko di rates hacker." Ucap Chandra menjelaskan sambil menatap tangan Kirana yang sedari tadi memainkan handphone di tangannya.


Tiara dan Varo pun saling berpandangan kemudian menatap wajah Chandra, "Jangan menatapku seperti itu."


Setelah mereka terdiam sejenak, Chandra pun melanjutkan kalimatnya, "Kalian tau tidak handphone yang anak baru kenakan harga berapa?"


Sambil menggelengkan kepala serentak, "Tidak tau."


Chandra pun tersenyum melihat kekompakan ke dua sahabatnya itu. Tiara dan Varo kembali berpandangan melihat Chandra tertawa kemudian menatap kembali ke wajah Chandra dengan dahi berkerut, "Apa ada yang lucu?" Ucap Varo seraya menunggu jawaban dari Chandra.


"Kalian berdua lucu dan sangat kompak. Kalian jodoh," Ucap Chandra lagi.


"Isss amit - amit jadi pacar dia yang ada pacaran ma dia aku makan angin tiap hari. Dia kan kere dan miskin hanya gaya nya aja yang selangit tapi dompetnya kosong." Ucap Tiara dengan juteknya.


"Eh mak lampir, siapa juga yang sudi mau jadi kekasihmu?"


Baru saja Tiara akan melayani kata - kata Varo, Namun Chandra lebih dulu bersuara,


"Sudah - sudah jangan bertengkar lagi malu sama teman - teman yang lain." ucap Chandra menengahi keributan kecil di antara Varo dan Tiara.


Kemudian Chandra melanjutkan kalimatnya, "Kalina mau tau tidak harga handphone yang di kenakan mahasiswi baru itu?"


Tanpa menoleh kewajah Chandra, "Memangnya harga nya berapa?" ucap Tiara penasaran dan matanya kini tertuju pada Kirana.


"Rp. 698 Miliar."


"Haaa... apa? 698 Miliar." Ulang Tiara tak percaya mendengar harga dari handphone itu.

__ADS_1


"Iya, 698 Miliar." ucap Chandra mengulang serta mempertegas kembali kalimatnya.


"Wah handphone nya saja dah harga selangit. Bagaimana jam tangan yang ia kenakan, pakaian, tas, sepatu serta mobil yang ia parkir dibawah sana." Ucap Varo sambil menopang kedua pipinya ditangannya, "Dan aku harus menabung berapa lama baru bisa membeli handphone sebagus dan semahal dia."


"Iya sama. Aku juga tidak tau harus berapa lama menabung biar bisa memiliki barang sebagus dan semahal dia."



"Kalian mau tau tidak harga jam tangan yang ia kenakan harga berapa?" Ucap Chandra membuyarkan lamunan kedua sahabatnya itu.


"Memangnya harga berapa?" tanya Varo.


"47 Miliar."


"Apa? 47 miliar?" ucap Varo dan Tiara bersamaan.


"Hmmmm 47 miliar." ucap Chandra mengulang kembali kalimat yang baru saja dia ucapkan.


Kemudian Chandra melanjutkan lagi kalimatnya, "Jam tangan yang ia kenakan itu ditaburi sebanyak 1.200 berlian diseluruh badan dengan cutting yang berbeda - beda. Selain itu jam tangan itu juga menyatukan dua jam tangan menjadi satu."



❤️


❤️


❤️


Pelajaran pertama selesai, sebagian mahasiswa dan mahasiswi meninggalkan ruang kelas, sebagian lagi ada yang tetap memilih berada di dalam kelas termasuk Chandra Cs dan Kirana.


"Kita kenalan yuk dengan mahasiswi baru itu," ucap Tiara seraya berdiri sampil merapikan pakaian yang dikenakan.


Tiara, Chandra dan Varo kini sudah berdiri di depan meja Kirana, Kiranapun mendongakkan wajahnya kemudian bertanya," Mau apa kalian?" Tanya Kiranan dengan nada juteknya kemudian kembali pada aktivitas nya, tanpa memperhatikan wajah kedua pria yang bersama Tiara.


"Boleh kenalan tidak." ucap Tiara mengawali pembicaraan, walau sebenarnya di dalam hati Tiara cukup malu dan takut, takut jika di tolak Kirana untuk menjadikannya sahabat.

__ADS_1


Kirana kembali mendongakkan wajahnya dan memperhatikan wajah - wajah orang yang kini berdiri di hadapan nya. Kirana pun kagum pada Chandra yang menurut nya sangatlah tampan. Alis tebal, hidung mancung, kulit putih dan tak bisa diungkap lewat kata - kata lagi😂😂😂🙏🙏.Tapi itu hanyalah sesaat, Kirana pun berusaha kembali menguasai dirinya, dan melanjutkan aktivitas nya.


"Lumayan juga nih cowok." ucap Kirana dalam hati.


Melihat respon yang kurang baik dari Kirana, mereka bertiga pun menjadi bingung dan ingin beranjak dari hadapan Kirana. Tapi belum juga mereka beranjak, tiba - tiba Kirana membuka suara, "Barang mahal dan bagus apa yang kalian miliki." tanya Kirana. Kirana mengukur semuanya dari materi dan Kirana hanya akan mau berteman pada orang yang kurang lebih selevel denganya.


Tiara Cs pun saling berpandangan, "Maksudnya?"


"Barang mahal apa yang kalian miliki?" ulang Kirana dengan nada sombong nya.


"Apakah semuanya kamu ukur dari barang mahal apa yang orang itu miliki dalam memilih teman?"


"Iya."


"Apakah barang mahal dapat membantumu jika kamu menemui kesulitan dijalan misalnya saja tiba - tiba di jalan ban mobil kamu kempes?"


"Mobil nya tinggal dibuang kemudian beli yang baru. Gampang kan," ucap Kirana diiringi ketawa kecil dibibirnya dengan nada sombongnya.


Mereka bertiga terdiam mendengar penuturan Kirana.


"Kenapa? Tidak mampu melakukan yang biasa aku lakukan selama ini? Berarti kalian bukan levelku dan aku tidak mau berteman dengan kalian yang miskin, nanti miskin kalian lari keaku lagi." Ucap Kirana tanpa memperdulikan perasaan orang lain. Apakah tersinggung atau tidak. Tapi itu lah Kirana melakukan semuanya dengan sesuka hatinya.


Waktu begitu cepat berlalu, tidak terasa jam perlajaran pun berakhir mereka pun segera bersiap - siap untuk pulang kerumah masing-masing.


Note : Anggaplah Varo Cs, dan Kirana kuliah di kedokteran. Author males memisahkan mereka dan membuat kisah beragam diantara mereka.😂😂😂.


..."Kesombongan tidak menghantar kita menuju tempat yang lebih baik, terkadang itu justru mendorong mundur tanpa kita sadari."...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


...Up suka - suka jidat😂😂😂...


...TERIMA KASIH...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2