
...Assalamualaikum...
...Terima kasih yang sudah mampir dan memberikan like kepada karya saya. Silahkan promo yang ingin promo, karya promo hanya 1 karya saja dan sertakan judul karyanya, terima kasih....
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Sudah lah kalian lebih percaya pada siapa?? Dia atau Ibu?"
"Ibu yang kami inginkan kejujuran Ibu karena sejak pertama kali Kirana menginjakkan kakinya di rumah kami semua selalu bertanya tentang siapa sebenarnya Kirana namun Ibu selalu enggan mengomentari pertanyaan - pertanyaan kami semua dan kesan Ibu selalu menghindar dari pertanyaan itu seolah-olah ibu sedang menyembunyikan sesuatu pada kami semua." ucap ayah Bima.
"Jadi, menurut kalian ibu dalang dibalik semua ini?" tanya Nyonya Luciana kepada mereka semua yang ada di dalam kamar itu.
"Maksud Bima bukan seperti itu."
"Lalu apa maksud mu? Apakah di wajah ibu ada wajah - wajah penjahat, penipu atau sejenisnya?" tanya Nyonya Luciana membela diri walau sebenarnya dalam hal ini dia lah dalang kekacauan ini.
"Sudah Bu sabar?" Bunda Irene menenangkan.
"Sabar bagaimana."
"Sudah bu sudah cukup."
"Nabila coba jelaskan kepada Ayah, maksudnya apa bukti yang bisa kamu tunjukkan kepada kami semua bahwa Kirana adalah putri mu yang hilang?" ucap Ayah Bima.
Seraya mengangkat tangan Kirana menunjukkan kepada semua orang tentang tanda lahir Kirana yang ada di pergelangan tangan kakan Kirana, "Ini Yah, Nabila masih ingat betul kalau putri Nabila yang hilang memiliki tanda lahir di pergelangan tangan kakannya."
"Semua orang juga bisa memiliki tanda lahir begitu. Jangan ngarang ya kamu ngaku - ngaku ibu dari cucu ku. Katakan kamu mau berapa uang dari kami semua? atau kamu mau rumah, mobil atau yang lainnya?" ucap Nyonya Luciana dengan sombongnya.
Dengan mata berkaca-kaca sambil memegang tangan Bunda Irene, "Bunda, percaya sama Nabila, Kirana itu putri Nabila yang hilang."
Seraya mengelus - elus punggung tangan Nabila," Bunda tidak tau harus berkata apa. Ada bukti lain tidak yang menunjukkan kalau Kirana itu putri kami yang hilang?"
Nabila pun segera membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah foto yang sudah usang dari dalam dompet nya kemudian menunjukkan kepada bunda Irene. Bunda Irene pun menerima foto itu dan hampir tidak percaya jika di foto itu memiliki tanda lahir yang sama persis yang Kirana punya.
"Nabila.... ini?"
"Iya bund itu foto putri Nabila yang hilang."
Dengan sinisnya,"Bisa aja kan foto itu hasil editan kamu?"
"Cukup, Sebenarnya Nabila ada salah apa sama anda? Kenapa anda begitu membenci Nabila?" tanya Nabila.
"Salah kamu banyak." ucap Nyonya Luciana.
__ADS_1
Semua orang pun berjalan mendekat kearah dimana Bunda Irene dan Nabila sedang berdiri dan ikut mmeperhatikan sebuah foto yang masih ada di tangan bunda irene.
Adam pun mengambil foto itu, kemudian berjalan kearah sang Nenek, "Nek... coba katakan kepada Adam apakah gadis kecil yang ada di foto ini sama dengan gadis yang sekarang ada di pembaringan itu?" tanya Adam.
Gugup ... Namun Nyonya Luciana sebisa mungkin menyembunyikan perasaan gugupnya di hadapan semua orang, dia tidak mau jika ada yang mengambil Kirana darinya.
"Itu jelas orang yang berbeda." ucap Nyonya Luciana seraya memalingkan wajahnya kearah yang lain.
"Gadis kecil yang ada di foto ini sama atau tidak dengan gadis yang sedang tidur di atas pembaringan itu?" ulang Adam meminta jawaban dan kepastian dari kata - katanya.
Merasa terhimpit dan tidak ada jalan keluar selain berterus terang, Nyonya Luciana pun berterus terang tentang siapa sebenarnya Kirana.
"Jadi... jika benar Kirana putri Nabila lantas kamu mau apa?"
Jreng....
jreng....
jreng....
Tangis haru dan bahagia tidak bisa lagi di sembunyikan di wajah cantik Nabila, bagaimana tidak putri nya yang hilang selama belasan tahun kini sudah ada di hadapannya. Nabila pun menangis dan segera melangkah kan kakinya kearah pembaringan sang putri, lalu kemudian memeluknya lalu menghujaninya dengan ciuman kasih sayang.
Sambil mengusap kepala sang putri, "Sayang... yuk bangun ini Bunda, Maafkan bunda karena sudah gagal menjadi ibu yang baik untuk kamu, ibu yang sudah gagal menjaga kamu.........."
Hiks ....
Hiks .....
Bunda Irene pun berjalan mendekat kemudian mengusap kepasa sang mantan menantunya itu, "Sudah sayang... jangan menangis lagi."
Masih sesegukan, "Bunda apa ini nyata?"
"Iya sayang ini nyata."
Nabila pun kembali memeluk Kirana.
Chandra pun berjalan mendekat kearah pembaringan Kirana." Jadi... bund gadis sombong ini saudara Chandra?"
Nabila pun menoleh, "Iya sayang dia adik kamu yang dulu hilang."
"Nenek tau tidak kalau ini kesalahan yang sangat besar yang sudah nenek lakukan kepada Nabila dan kami semua." ucap Adam dengan garangnya.
"Coba katakan dimana kesalahan nenek?" ucap Nyonya Luciana dengan entengnya tanpa merasa bersalah sedikitpun.
__ADS_1
"Nenek melakukan ini semua nya demi kebaikan kamu, demi kebahagiaan kamu."
"Kebahagiaan? Kebahagiaan nenek bilang..... coba katakan kebahagiaan seperti apa yang Nenek maksudkan?"
Ketika hendak menjawab pertanyaan sang cucu tiba - tiba Nyonya Luciana memegangi dada kirinya dan akhirnya dia pun terjatuh hingga tak sadarkan diri.
"Ibu... ibu..." ucap semua orang yang ada di sana serentak.
Kini Nyonya Luciana berada di pangkuan sang anak, sementara sang cucu pergi mencari dokter.
.
.
.
Nyonya Luciana sudah dalam penanganan dokter, namun sayang nyawa nya tidak bisa diselamatkan.
"Dengan keluarga Nyonya Luciana?" tanya sang dokter ketika sudah berdiri didepan pintu kamar Nyonya Luciana
Semua orang pun berdiri dan berjalan mendekat kepada sang dokter.
"Ya dok kami keluarga pasien. Bagaiman keadaan ibuku dok?" ucap Ayah Bimo mengawali pembicaraan.
"Sabar ya pak, buk kami sudah berbuat sebisa yang kami mampu namun sayang takdir berkata lain, Nyonya Luciana sudah pergi untuk selama-lamanya. Sekali lagi sabar ya pak, bu." ucap sang dokter kemudian pergi meninggalkan mereka semua.
.
.
.
...1 Bulan kemudian...
Kepergian sang oma tercinta menyisakan duka yang sangat besar bagi Kirana. Walau cara sang nenek membesarkan Kirana salah namun Kirana tetap bersyukur memiliki nenek sebaik Nyonya Luciana.
Sementara hak asuh anak tetap jatuh di tangan Nabila dan mereka berjanji akan bersama - sama membersarkan buah hati mereka meskipun sudah memiliki kehidupan yang baru.
...TAMAT...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
...Terima kasih untuk yang sudah mendukung IP hingga sekarang....
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...