ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 144. CLBK 8


__ADS_3

Kini Arumi sudah di kamar bersama dengan pangeran kecilnya, sambil rebahan di atas ranjang mereka pun saling bertukar cerita.


Sambil menatap langit - langit kamar Varo pun memulai percakapan perihal kata - kata Mom di sekolah tadi siang tentang hari Ayah.


"Mah, kata Mom di sekolah tadi siang tidak lama lagi akan di adakan hari Ayah. Trus Ayah Varo kapan datang?" tanya sang Anak tetap terua menatap langit - langit kamar.


Arumi pun menoleh ke arah putra semata wayangnya itu.


"Sayang walaupun Ayah tidak bisa hadir di hari Ayah kan masih ada Mama yang akan menemani kamu pada saat hari Ayah." ucap Arumi berusaha meyakinkan sang putra kalau Varo tidaklah butuh sosok seorang Ayah.


"Mah, kalau Mama yang menemani Varo di hari Ayah berarti lain hari Ayah dong Ma namanya, tapi hari Ibu."


Arumi pun memiringkan badannya kearah sang Anak, sambil mengusap usap rambut sang Anak, "Sayang, ada Paman Akbar nanti yang akan menemani kamu pada saat hari Ayah."


Dengan mata berkaca - kaca dan kini air mata pun turut keluar dari kedua sudut mata indahnya, "Mah, sebenarnya Ayah kemana? Apakah Varo punya Ayah atau tidak?"


"Tentu dong sayang Varo punya Ayah kalau Varo tidak punya Ayah bagaimana cara Varo bisa ada di dunia."


"Iya Mah, lalu di mana Ayah Varo, apa Ayah Varo tidak merindukan Varo? Kenapa pergi begitu lama. Apa Ayah sudah nggak sayang Varo lagi?"


Sambil menahan tangis yang kini sudah di rasa hampir meledak, "Sayang, Ayah sayang kok ma Varo, hanya saja Ayah sangat sibuk akhir - akhir ini kan Ayah sibuk demi Varo juga."


"Iya Mah Varo ngerti tapi berapa lama lagi Varo akan menunggu? Varo rindu Ayah." kini sudah dalam keadaan menangis dan memeluk leher sang Mama.


Sambil mengusap lembut punggung sang Anak, "Sabar sayang ... Ayah pasti pulang."


Karena kelelahan Varo pun tertidur di dalam pelukan sang Ibu. Sambil memandangi wajah sang anak dan menyapu sisa - sisa air mata yang masih menetes di mata sang Anak, "Maafkan Mama sayang andai kamu tahu orang yang mengejar kita tadi siang adalah Ayah kandung kamu pasti kamu akan sangat bahagia. Tapi, Maaf kan Mama karena belum bisa jujur soal ini jika kelak kamu sudah besar nanti kamu juga akan mengerti alasan kenapa Mama sangat melarangmu untuk bertemu dengang itu. Sekali lagi Maafkan Mama sayang," ucap Arumi seraya mencium kening sang Anak.


Setelah di pastikan sang Anak sudah tertidur dan sudah berada di dalam buaian mimpi indah, Arumi pun berdiri dan menyelimuti sang Anak hingga dada dan mematikan lampu kamar dan hanya lampu tidur yang di nyalakan agar sang Anak tidak takut jika ada apa - apa.


Kini Arumi sudah berada di kamar nya sendiri, dia kini memainkan hanphonenya sambil menunggu mata mengantuk dia pun iseng - iseng membuka Fb hingga dia membaca pengumuman penerimaan lowongan pekerjaan dengan posisi sekretaris di PT Pratama 2.


Arumi pun membaca pengumuman itu dengan cara seksama, setelah cukup yakin dia memiliki kemampuan itu dia pun segera bangun dari tidurnya dan mempersiapkan seluruh persyaratan yang sesuai yang di minta oleh panitia penyelenggara.

__ADS_1


Setelah dokumen di persiapkan dan di rasa semua sudah cukup dan tidak ada yang keliru Arumi pun kembali ketempat tidurnya dan memaksa matanya untuk segera terpejam karena besok pagi dia akan mengunjungi PT Pratama 2 tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun, karena bagi dia Pratama bukan hanya nama milik sang Mantan seorang.


Sesaat kemudian kini Arumi sudah berada di alam mimpi.


...***************...


Kini Adam sudah di perbolehkan keluar rumah sakit dan statusnya pun bukan lagi pasien rawat jalan tapi bukan berarti dia sudah bebas dari penyakit mengerikan itu. Penyakit itu sewaktu - waktu bisa kembali kapan saja dia mau bahkan bisa lebih parah dari sebelumnya.


"Selamat Pak Adam, saya tidak menyangka kalau anda akan pulih secepat ini." ucap dokter cantik itu yang selama ini menangani Adam.


"Sama - sama dokter cantik. Ini semua berkat anda yang selalu memberikan saya motivasi serta dukungan untuk segera sembuh."


"Oh ya Pak Adam, kenapa selama Anda di rawat disini saya kok belum pernah melihat istri Anda datang membesuk ya?"


Sambil mengulas senyum, "Maaf kan saya dok, istri saya ada di indonesia dan dia baru saja melahirkan anak - anak kami berdua." ucap Adam berbohong tentang statusnya karena bagi dia, dia masih sangat mencintai sang mantan istri dan berharap ada keajaiban dari author untuk menyatukan mereka berdua kembali.😂😂😂


Sambil tersenyum kesan terpaksa, " Oh sungguh sangat di sayangkan. Saya fikir anda belum berkeluarga."


"Ha ... ha ... ha ... dokter bisa saja. Pasti banyak pria dia luar sana yang mengantri ingin menjadi suami dokter cantik?"


Sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling kamar, "Mana keluargamu? Apa mereka tidak akan datang menjemputmu?"


"Paling bentar lagi mereka datang."


Baru saja Adam berucap seperti itu, tiba - tiba pintu kamar di ketuk dari luar, "Tok ... tok ... tok ...."


"Itu pasti mereka dok yang datang."


"Masuk!" ucap sang dokter cantik.


Kini pintu sudah terbuka kemudian tertutup lagi. Nampak lah Nyonya Luciana yang berjalan mendekat kearah mereka.


Tanpa basa basi, "Bagaimana sayang apa sudah siap?"

__ADS_1


Sambil tersenyum, "Siap Nenek."


Sambil menoleh kearah dokter cantik yang kini berada di tengah - tengah mereka, "Dok ... terima kasih atas bantuan anda selama ini. Saya tidak tau harus berterima kasih seperti apa kepada anda. Melihat dari perjuangan Anda dalam merawat cucu saya."


"Nyonya ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang dokter, apa pun akan saya lakukan demi kesembuhan pasien - pasien saya." ucap nya seraya di barengi senyuman.


"Kamu sudah cantik, baik hati, murah senyum lagi. Saya doakan anda segera menemukan pendamping hidup jika anda belum bersuami."


"Aamiin. Terima kasih Nyonya do,anya. Saya juga mendo,akan anda semoga panjang umur dan sehat selalu."


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


Kini Adam dan Nenek Luciana sudah berada di dalam mobil mereka langsung menuju bandara, mereka akan melakukan penerbangan saat ini juga. Adam sudah tidak sabar ingin segera melihat sang buah hatinya, kira - kira mereka sudah sebesar apa ya sekarang????


Nenek Luciana yang menyaksikan ada raut bahagia di wajah sang cucu kini dirinya pun kepo, "Dam kok dari tadi senyum - senyum sendiri sih. Ada apa? Apa kamu masih membayangkan wajah cantik sang dokter?"


Sambil menggeleng dan pandangangannya keluar jendela, "Adam sudah tidak sabar ingin segera tiba di rumah. Adam sudah tidak sabar ingin segera bertemu si kembar Nek. Kira - kira sekarang mereka besarnya seperti apa ya?"


"Apa pun keputusan mu, Nenek akan selalu mendukungmu. Apa lagi jika keduanya bisa kamu miliki. Kamu juga berhak atas mereka."


Adam pun menoleh ke arah sang Nenek, "Maksud Nenek apaan?"


"Secara mereka itu anak kamu, buyut Nenek generasi penerus Widjaya. Apa kamu rela si kembar di besarkan oleh orang lain?"


"Nenek, Adam masih belum mengerti? Coba jelaskan?"


"Adam ambil mereka dari asuhan Nabila."


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...TERIMA KASIH...


...Lagi kurang sehat Guys, Maaf ya belum mapir kekarya keren kalian.🙏🏻🙏🏻🙏🏻...

__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2