ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Chapter dua


__ADS_3

Kami berjalan menuju lantai dua rumah utama..aku berjalan di belakang pak Sebastian mengikuti langkahnya, kami tiba di depan sebuah pintu yang sangat besar.pak Sebastian mengetuk pintu..dan membuka pintu itu perlahan..dia memerintahkan ku untuk masuk.aku pun berjalan masuk dan menundukkan wajahku,,aku tak berani mengangkat wajah dan memandang majikanku..


"gadis ini yang bernama sheena.. nyonya"


pak Sebastian memperkenalkan ku pada nyonya besar.


"tinggalkan kami Sebastian.." ucap nyonya besar yang berada di depanku.pak Sebastian mengangguk dan pergi meninggalkanku.


Nyonya besar berjalan menuju sofa dan duduk di atasnya.


"duduk lah" nyonya besar menyuruhku.


aku membalikkan tubuhku menghadap nyonya besar.


"maaf nyonya..saya berdiri saja di sini" ucapku sungkan.


"apakah kamu siap melaksanakan tugasmu melayani putra saya"


"saya siap nyonya...mohon petunjuk dari nyonya" ucapku lalu membungkukkan setengah tubuhku.


aku masih menundukkan wajahku..


"kau tak perlu menundukkan wajahmu saat bicara dengan ku...biasa saja.." nyonya besar berkata lagi.


aku mengangkat wajahku,,dan menatap nyonya besar di depanku.nyonya besar sangat cantik,,meski telah berumur tapi wajah dan kulitnya terasa kencang dan awet muda.


aku tersenyum memberi salam pada nyonya...


"wahhh...kau ternyata sangat cantik ya" puji nyonya


"terima kasih nyonya,,,tidak jika di bandingkan dengan nyonya,, saya tidak ada apa-apa nya"


balasku memuji nyonya.


"hahaha...ternyata kau pintar merendah juga"


"maafkan saya nyonya...jika perkataan saya ada yang salah"


"tidak masalah.. saya tidak tersinggung sama sekali"


"terima kasih nyonya"


Nyonya besar mengambil buku yang terletak di atas meja..


"ambil buku ini...pelajari isi nya,,buku ini berisi setiap hal yang berhubungan dengan putra saya..ingat,,kau jangan sampai melakukan kesalahan,,jika hal itu terjadi saya tidak bisa membantu mu dan saya pastikan kau akan di pecat" nyonya besar menyodorkan buku tebal itu kepadaku.ya tuhan...tebal sekali buku ini..


sebenarnya seperti apa tuan muda,,mengapa catatan pribadinya setebal ini.aku menyedekapkan buku itu di dadaku.


"ada aturan yang harus kau patuhi..jangan pernah menatap putraku jika dia tidak memintanya.." ucap nyonya besar mengingatkanku.


"baik nyonya...akan selalu saya ingat" kataku tegas.


"waktumu cuma dua hari untuk mempelajari buku itu,saat ini putraku sedang berada di luar negeri,, jika dia pulang nanti kau sudah harus melaksanakan tugasmu"


"baik nyonya..."

__ADS_1


"untuk dua hari kedepan saya membebaskan mu dari tugas,,,pelajari buku itu baik-baik"


"siap nyonya.."


"sekarang kau boleh pergi" nyonya besar berkata.


"terima kasih nyonya...selamat pagi" kataku pamit dan berjalan keluar.


***semoga saja rencanaku kali ini berhasil,


sheena adalah harapan terakhir ku untuk bisa merubah sikap Dante....


################################***


Aku berjalan kembali menuju rumah samping,,


dari kejauhan aku melihat angel dan beberapa pelayan sedang menjemur baju di halaman belakang.ingin rasanya aku membantu pekerjaan mereka,,tapi saat aku melihat buku tebal ini aku jadi mengurungkan niatku..aku harus bekerja keras mempelajari buku ini,,aku tidak punya waktu banyak.aku harus mencari tempat yang tenang untuk membaca buku ini.


aku berjalan menuju kamarku mengambil note kecil dan bolpoin,, aku akan mencatat hal hal penting tentang tuan muda..aku kembali berjalan menyusuri rumah samping,melewati sebuah bangunan besar yang terlihat seperti gudang.. aku takjub melihat pemandangan di belakang gudang,,pohon maple berdiri kokoh berjejer di halaman luas belakang gudang.


di tambah kolam air mancur yang berada di tengah halaman menambah indah pemandangan,,,ikan-ikan hias terlihat cantik menghiasi kolam..aku duduk di sebuah bangku di bawah pohon maple..udara terasa sangat sejuk,,sesekali aku menarik nafas panjang dan mengeluarkan nya dari mulutku...


***semangat sheena...demi keluargamu.


################################


daerah pesisir timur....***


seorang pria mengendarai sepeda motor bututnya menyisiri jalan aspal di pinggir pantai.. kulitnya yang hitam legam terpapar sinar matahari terlihat mengkilap.semangat juangnya tidak pernah luntur,, dia rela bekerja pontang panting demi keluarga tercintanya..


pria itu adalah Michael alberto orangtua sheena...sudah puluhan tahun dia bekerja di pabrik pengalengan ikan.saat dia menemukan sheena di tempat tinggalnya dulu,dia memutuskan untuk merawat sheena padahal saat itu dia hanyalah seorang pemuda miskin dan belum menikah..syukurlah anna yang saat itu masih menjadi kekasihnya bisa menerima kehadiran sheena dan berjanji merawat sheena jika mereka menikah nanti..


Saat sheena berusia dua bulan,,anna hamil..


tapi kasih sayang mereka pada sheena tidak pernah luntur,, mereka merasa bahagia bisa memiliki sheena dan laura secara bersamaan...


Michael memarkirkan motornya di belakang pabrik...seseorang berteriak memanggil dan melambaikan tangan ke arahnya,,Michael tidak tahu siapa yang memanggil dirinya karena pandangannya sudah mulai kabur.


Michael berjalan ke arah pria yg memanggilnya tadi....


"John... kau kah itu" katanya saat melihat pria itu.


"apa kabarmu kawan?" John meneguk pundaknya.


"aku baik John...bagaimana dengan sheena.. apakah dia baik-baik saja"Michael bertanya penuh harap.


"kau tenang saja...sheena baik-baik saja,,, apa kau tahu?kau akan kaget jika mengetahui sheena bekerja dengan siapa" kata John semangat.


"dia bekerja dimana John" ucap Michael penasaran.


"dia bekerja pada keluarga konglomerat Louis Siemens... kau tahu kan siapa Louis Siemens?? dia pemilik pabrik pengalengan ikan ini..." John menjelaskan.


Michael terdiam seribu bahasa..dia tidak percaya dengan semua ini.putri tersayangnya sheena bekerja pada keluarga super kaya....


"kau tenang saja...sheena adalah putri terbaik mu,,dia pasti akan baik-baik saja"

__ADS_1


"terima kasih John,,kau sudah membantu sheena"


"haha..sheena gadis baik,,dia juga sudah aku anggap sebagai putriku,, aku tidak mungkin menjerumuskan nya"


"sekali lagi terima kasih John...aku berhutang budi padamu"


"tidak ada hutang budi kawan...kau kan sahabatku" John tertawa dan memeluk Michael...


"baiklah... aku bekerja dulu" Michael pamit dan masuk ke dalam pabrik. sementara John menyesap kopi hitamnya dan menyalakan rokoknya... John adalah pengawas sekaligus penanggung jawab di pabrik pengalengan ikan ini,,dia juga adalah sahabat Sebastian...


###############################


Royal university


Laura meninggalkan kelasnya menuju kantin..


dia tidak bersemangat mengikuti kelas pagi ini.pikirannya melayang memikirkan sheena adiknya..baru sehari sheena pergi,laura sangat merindukannya.. tak ada lagi temannya bercerita saat akan tidur,,rumah juga terasa sangat sepi tanpa kehadiran sheena...


"memikirkan sheena lagi" sahabat laura..


bella Martin membuyarkan lamunannya...


laura menoleh pada bella dan mengangguk kan kepalanya.


"nih minum dulu..." bella menyodorkan minuman botol kepada laura.


laura meneguk minuman nya sampai habis.


"loe napa sih kayak orang putus cinta aja"


ucap bella kesal.


"aku kangen sheena bel...aku gak pernah jauh dari dia."ucap laura manja,,menyandarkan kepalanya di bahu bella.


"ya elahhhh non lebayyyyyyy amat sih..baru juga di tinggal adek lhoo...gimana ceritanya kalo di tinggal pacar..bunuh diri kali ya?"


"apaan sih kok jadi ngomongin pacar" ucap bela ketus.


"tersinggung loe ya...makanya buruan cari pacar biar gak jomblo terus..udah mau skripsi juga masih betah menjomblo aja" ejek bella lagi.


"sekali lagi loe ngomongin pacar,,,aku timpuk pakai ini ni" laura melepaskan sepatu nya dan mengangkatnya ke atas..


"selowww donk beib..gitu aja marah...apa perlu aku cariin pacar buat loe,,aku punya banyak teman cowok kok"bella menawarkan.


laura memakai sepatunya kembali,,wajahnya terlihat serius.


"aku gak mau pacaran dulu bel.. loe tau sendiri kan gimana kehidupan keluarga ku...


aku pengen ngebahagiain keluarga aku" ucap laura lirih..


"maafin gue ya...gue bisa ngerti,, dan akan selalu ada buat loe" bella merangkul laura.


"makasih ya bella,,loe masih mau temenan ma aku yang miskin ini"


"loe apaan sih...bilang miskin segala..jijik gue dengarnya"ucap bella melepas rangkulan. ekspresi wajahnya terlihat sangat lucu,,,

__ADS_1


***bersambung


😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀***


__ADS_2