
Satu bulan telah berlalu, Nabila sudah berangsur sembuh dan mulai membaik tapi bukan berarti dia sudah melupakan semuanya. Dan hari - hari yang dilalui di lewati dengan hati bahagia bersama dengan orang - orang yang menyayangi dan mencintainya.
Di kamar itu sambil duduk berdua di balkon kamar, menikmati pemandangan malam dengan taburan bintang - bintang di langit.
Sambil memandang wajah sang istri, "Cinta apa kamu tidak ingin berlibur?"
Nabila pun balik memandang wajah sang suami, kemudian tersenyum, "Sayang kalau kita pergi berlibur bagaimana Chandra dan Mama?"
Tanpa ragu, "Nanti kita suruh Karina menemani Mama dan Chandra disini."
"Tapi...."
Belum sempat Nabila menlanjutkan kalimatnya jari Adrian sudah lebih dulu menempel di bibir sang istri seolah - olah mengerti dengan kekhawatiran sang istri, "Soal itu kamu jangan khawatir, Mama dan Chandra tidak akan apa - apa. Sekalian kita berikan Chandra adek," ucap Adrian berbisik di telinga sang istri kemudian mengecup pipi sang istri singkat.
Sementara Nabila sendiri hanya bisa diam mematung mendapatkan serangan dadakan itu dan kembali Adrian mencium pipi sang istri yang satunya lagi namun Nabila lagi - lagi terdiam dan mematung. Adrian pun kembali berbisik di telinga sang istri, "Cinta apa perlu aku gendong masuk kedalam kamar? Untuk membuat kan Chandra adek?"
Dengan tersenyum devil, "Cinta .... Cinta. Apa kah kamu baik - baik saja?"
Nabila pun tergagap kemudian membuang muka, "Ayah puasa malam ini, besok, besok, besok dan besok." Nabila pun berdiri dan berlalu dari hadapan sang suami.
__ADS_1
Adrian sendiri berusaha mencerna kata - kata sang istri dan Adrian pun tepuk jidat, sambil berucap, "woooooow keren....๐คญ๐คญ๐คญ. Tega amat lo thor dah satu bulan lebih lo thor puasa, masa puasanya di perpanjang๐ฅ๐ฅ๐ฅ."
Next.
Di tempat yang lain.
Kirana kini tumbuh menjadi anak - anak yang tidak biasa pada umumnya. Kirana yang dulu dengan Kirana yang sekarang sangat lah berbeda. Kirana yang dulu adalah Kirana yang santun, penurut dan tidak kasar pada siapa saja beda hal nya Kirana yang sekarang berkat dukungan dan didikan sang Nenek apapun yang diinginkan sang cucu selalu di penuhi dan harus segera di turuti dan itu membuat Kirana makin keras kepala dan mau menang sendiri. Walaupun usianya masih anak - anak tapi dari segi barang, dan lain sebagainya bukan lah porsi anak - anak, dan melibihi ukuran manusia dewasa, Kirana terlalu di manjakan dengan kemewahan dan uang serta barang - barang ber merek yang belum pantas dan wajar untuk anak - anak seusianya. Dan Kirana jika melihat temannya punya barang baru, dia pun harus memiliki barang yang baru. Dan dari situ pula awal malapetaka buat sang Nenek.
Sambil bersantai di ruang keluarga.
Sambil ngemil, "Oma tadi di sekolah Kirana, Syasa beli tas baru cantik deh Oma."
Sambil mengangguk, "Iya omah."
"Besok setelah kamu pulang sekolah barang itu sudah ada dirumah."
Sambil menoleh kearah sang Nenek, "Beneran Oma?"
"Kapan sih Oma boong."
__ADS_1
Sambil memeluk, "Terima kasih Oma."
"Sama - sama sayang."
Salah satu baby sister sang Nona muda pun berjalan mendekat, "Maaf Nona kecil dan nyonya besar, sudah waktunya Nona kecil untuk tidur."
Mereka pun melerai pelukan, Sambil menangkup kedua pipi sang cucu, "Cucu oma yang cantik selamat malam ya dan semoga mimpi indah." ucap sang Nenek sambil mencium pipi kiri dan kanan sang cucu.
********
"Varo sayang apa semuanya sudah disiapkan untuk persiapan hari Ayah esok?"
"Sudah Mah."
Sambil berjalan mendekat, "Kamu jangan gugup ya sayang. Menang tidak menang bukan masalah untuk Mama. Yang penting kamu berani berpatisipasi untuk menyukseskan acara besok pagi sudah cukup membuat Hati Mama bahagia."
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...TERIMA KASIH...
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น...