ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 157. CLBK 20.


__ADS_3

Kini Siska sudah dalam perjalanan pulang dalam keadaan yang kurang baik - baik saja. Dengan di penuhi rasa kecewa yang teramat sangat dalam kepada Ibunda sang kekasih dan dia berniat akan memberitahukan hal ini kepada kedua orang tuanya.


.


.


.


.


.


.


.


Kini Siska sudah tiba di halaman rumahnya. Dia pun segera memarkir mobilnya di halaman rumah. Kemudian segera masuk kedalam rumah.


Sambil berteriak, "Mama, Papa.... Mama Papa...."


"Kenapa teriak - terika sih Sis, bukannya ucap salam malah teriak - teriak kayak orang gila," ucap sang Ibu yang datang dari arah dalam membawa bunga yang ada di dalam Vas.


"Maaf. Mana Papa?"


"Heii ... Nona cantik Papa ada di sini," ucap sang Ayah yang kini sudah berdiri di belakang sang putri. Siska pun menoleh, "Papa." ucap Siska seraya memeluk sang Ayah.


Sambil membelai rambut sang Anak, "Ada apa dengan anak Papa?"

__ADS_1


Masih dalam pelukan sang Ayah, "Papa, Siska mau Tommy menikahi Siska dalam waktu dekat ini."


Sang Ayah pun tertawa mendengar penuturan sang Anak, "Ha ... ha ... ha ... Ternyata anak Papa ini dah kebelet rupanya."


Dengan suara dibuat manja sedemikian hingga, "Ih Papa apa - apa an sih." Sambil melerai pelukan, "Apa Papa nggak kepingin melihat Siska menikah dan memberikan Papa cucu segera?"


"Tentu mau dong sayang."


Mereka pun berjalan kearah di mana sang istri sedang duduk sambil menyaksikan keakraban antara anak dan ayah itu. Kini Siska dan sang Ayah sudah duduk di sofa yang ada di hadapan sang istri.


Sambil menatap wajah sang putri, "Kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian lewat pernikahan?"


Dengan wajah cemberut, "Ini dia masalahnya, Mah, Pah. Mama Dinda berniat membatalkan pernikahan Siska dan Tommy?"


Dengan terkejut, "Apa....?"


Tak kalah geramnya dari sang suami, "Betul itu pah kita harus memberikan pelajaran pada keluarga Tommy karena sudah berani - beraninya mempermainkan hati dan perasaan putri kita. Emange hati putri kita ini kontrakan setelah masa kontraknya habis akan pergi menjauh dan mencari kontrakan lain setelah bosan dengan kontrakan sebelumnya."


"Hmmmmm .... Papa setuju Mah. Setidak nya jika mereka membatalkan pernikahan anak kita, kita akan meminta ganti rugi selama empat tahun itu. Papa tidak mau anak kita sudah terancam batal untuk menikah dengan Tommy, dapat hartanya pun ikut - ikutan terancam. Setidaknya kita akan meminta ganti rugi sebesar 90 % dari harta kekayaan mereka."


"Hmmmm ... betul itu Pah, ganti rugi sebesar itu bagi Dinda dan Dias bukan lah apa - apa demi menutupi aib yang sudah mereka perbuat dengan membatalkan menikahi anak kita. Lagi pula di luar sana masih banyak kok Pria tajir, kaya raya, yang melebihi segala - galanya dari Tommy."


Sambil mengusap bahu sang Anak, "Sabar ya sayang nanti Papa carika pria yang melebihi segala - galanya dari Tommy."


"Tapi, besok kita jadikan Pah kerumah Mama Dinda untuk membicarakan lebih lanjut soal pernikahan ini?"


"Papa akan mencoba untuk bicara pada mereka."

__ADS_1


Sambil tersenyum dia pun memeluk sang Ayah, "Terima kasih Papa."


"Sama - sama sayang."


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Kini Arumi sudah menyelesaikan pekerjaannya dan sekarang dia sudah bersiap - siap hendak pergi menjemput si pangeran kecil di sekolah. Pada saat dirinya hendak melangkahkan kakinya kearah lift pintu ruangan pak bos pun keluar dan menegur Arumi.


"Kamu mau kemana?"


"Bukan urusan mu."


"Memang bukan urusan ku tapi ini masih jam kerja."


"Aku mau pergi menjemput Varo di sekolah."


"Aku ikut."


"Untuk apa kamu ikut?"


"Kenapa kamu bertanya begitu?"


"Jika selama ini kamu baik sama Varo dan mengira Varo itu anakmu, kamu salah besar. Karena sampai kapanpun Varo tidak pernah memiliki Ayah pengecut dan pecundang seperti dirimu. Mengerti?" ucap nya seraya berlalu pergi. Sementara Tommy hanya melongo dan seperti tertusuk ribuan jarum mendengar penuturan Arumi karena dalam hal ini dia memang salah karena pergi meninggalkan dirinya di saat sedang sayang - sayangnya tanpa memikirkan perasaan Arumi di saat itu.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


...TERIMA KASIH, Maaf belum ada kunjungan ke karya keren kalian....

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2