ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Chapter empat


__ADS_3

sheena membolak-balik badannya di atas tempat tidur,kekanan Kekiri..dia tidak bisa memejamkan matanya..ntah apa yang membuatnya resah..akhirnya sheena memutuskan untuk keluar kamar,,sheena berjalan pelan melewati lorong menuju rumah samping..dia membawa lilin sebagai penerangan karena di luar sangat gelap....sheena berjalan menuju taman belakang yang biasa dia datangi setiap istirahat siangnya..sheena meletakkan lilin di pinggir kolam,,sembari dia duduk memandang ikan-ikan hias yang hampir memenuhi isi kolam..hanya ada dua lampu taman, yang satu di dekat kolam satunya lagi di dekat bangku taman..malam itu langit terasa indah,bulan bersinar penuh di sekelilingnya bintang berpijar kelap kelip.


sheena memandang ke atas,,ada kehangatan saat dia memandang langit itu..betapa indah malam ini,, sheena membatin..


"siapa kau,,sedang apa kau di sini" suara seseorang memecah kesunyian, dari balik kegelapan muncul seseorang,, sheena tidak dapat mengenalinya karena minimnya penerangan..sheena bangkit dari duduknya, menarik syal yang bergantung di bahunya menutupi rambut panjangnya.. langkah laki-laki itu semakin dekat ke arahnya,,hanya berjarak beberapa meter lagi sheena terlonjak melihat wajah laki-laki itu...


"tuan muda..." katanya lalu menunduk.


"sedang apa kau di sini" kata pria itu,dia berhenti tepat di depan sheena,kemudian duduk di pinggiran kolam.sheena memundurkan langkahnya...


"maaf tuan muda,,,saya tidak bisa tidur" ucap sheena pelan, wajahnya masih tetap menunduk.


"duduklah.." Dante menunjuk tempat di sebelah nya.


"saya berdiri saja tuan muda" ucap sheena bergetar.apakah dia akan marah??.sheena.


"jika aku bilang duduk,,,kau harus duduk,,apa kau melawan perintahku" ucap Dante sedikit kuat.sheena langsung duduk di tempat yang ditunjukkan Dante di sebelahnya.


"dan satu lagi,,jika berbicara denganku jangan tundukkan wajahmu,, aku seperti berbicara dengan tembok" timpal Dante lagi.


"baik tuan muda" jawab sheena pelan.


"siapa namamu sebenarnya?" tanya Dante.


"sheena Owen tuan.." jawab sheena.

__ADS_1


"kenapa kau memilih kerja jadi pembantu"


"saya cuma tamatan SMU,,saya butuh pekerjaan tetap"


Dante bangkit dari duduknya,,dia menggaruk-


garuk tangannya.


"di sini banyak nyamuk.. kita masuk ke dalam saja,dan buatkan aku teh" perintah Dante lalu beranjak pergi,sheena membawa lilin berjalan mengikuti Dante menuju rumah utama..


Setelah sampai di rumah utama,,sheena menuju dapur,Dante berhenti dan membalikkan badannya kebelakang menghadap sheena..


"bawa juga cemilan ya,, aku lapar dan bawa ke ruang perapian" Dante berkata lalu berjalan meninggalkan sheena.sheena berjalan menuju dapur membuat teh dan membawa cemilan menuju tempat Dante.


Dante sedang berada di depan perapian,menghangatkan tubuhnya..sheena meletakkan teko dan cangkir teh di atas meja beserta cemilannya...menuangkan teh kedalam cangkir.


"silahkan di minum tehnya tuan muda" sheena berkata.saat itu Dante tidak mengetahui kedatangan sheena,,karena posisinya membelakangi sheena.dante menoleh ke belakang.


"duduklah.." perintah Dante.dante memasukkan kayu kedalam perapian kemudian duduk di kursi tak jauh di depan perapian.sheena masih berdiri di tempatnya.


"apa kau tidak dengar apa yang ku katakan tadi" teriak Dante.sheena langsung duduk di kursi depan Dante,dia takut dengan suara kuat Dante.kini mereka saling duduk berhadapan hanya di halangi meja kecil di tengah..


"berapa usiamu?" tanya Dante.dante menyesap tehnya.


"saya 22 tahun tuan" jawab sheena.

__ADS_1


"apa kau sudah memiliki kekasih" Dante berkata sambil menatap sheena. sheena terkejut mendapat pertanyaan dadakan seperti itu.matanya bertemu dengan mata Dante,mereka berdua saling menatap.....


senyum Dante tersungging melihat ekspresi wajah sheena.. melihat senyuman Dante sheena membuang muka nya...


"kenapa kau tidak menjawab" Dante berkata lagi.sheema *** tangannya.


"saya tidak punya kekasih tuan" sheena berkata,menundukkan wajahnya.


"apa kau pernah pacaran?" tanya Dante lagi.


sheena hanya menggelengkan kepalanya..wajahnya masih tetap menunduk.


bagi sheena ruangan itu sangat panas,,,panas karena pertanyaan Dante.sheena merutuk di dalam hatinya,,aku harus pergi dari sini.


"maaf tuan..saya permisi..saya mau istirahat"


sheena berkata dan berdiri dari kursi.dante juga berdiri dari kursinya..memandang sheena lekat, sheena membuang pandangannya ke arah perapian,dia tidak ingin bertemu tatap dengan Dante.


"mulai besok kita pacaran,,aku kekasihmu dan kau kekasihku,, dan dua bulan lagi kita akan menikah"


"apaa" sheena membelalakkan matanya mendengar perkataan Dante,,dia tak percaya dengan perkataan Dante.


"aku serius dengan ucapanku,,dan tidak ada penolakan" setelah berkata Dante berjalan meninggalkan ruangan perapian menuju kamarnya.sheena masih berdiri mematung di tempatnya,,mencoba mencerna apa yang di katakan Dante barusan,,sheena menghela nafasnya kuat..apa yang harus kulakukan pikirnya..berjalan meninggalkan ruangan perapian..seseorang tersenyum puas mendengar obrolan mereka,,dia beranjak pergi sebelum sheena melihatnya...


nyonya kau akan senang mendengar kabar ini

__ADS_1


__ADS_2