ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 164. CLBK 28.


__ADS_3

Di pembaringan Arumi tak dapat memejamkan matanya barang sesaat. Dia masih memikirkan perkataan wanita yang hampir saja menjadi mertuanya itu. Semua gaya sudah dia pakai namun tak ada yang dapat membuatnya tidur.


Tok ... Tok ... Tok ....


"Masuk!"


Ceklek pintu di buka kemudian di tutup.


Sambil berjalan masuk, "Mama, belum tidur?"


Arumipun bangun dan duduk di atas tempat tidurnya. "Ada apa sayang?"


Varo pun naik ke atas tempat tidur Ibunya, "Varo kengan Papa Mah."


Arumipun memeluk pangeran kecilnya itu, "Sabar ya sayang."


"Iya Mah sampai kapan?"


"Tunggu sedikit lagi."


"Iya Mah."


"Varo ngapain kekamar Mama?"


"Varo nggak bisa tidur Ma. Jadi Varo mau tidur disini bersama Mama boleh kan?"


Sambil mengangguk, "Boleh dong sayang."


...Mereka pun kini sudah berada di alam mimpi....


...πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„...


Di dapur Arumi sudah menyiapkan bekal untuknya dan Varo, sekaligus menghidangkan sarapan untuk sang Kakak. Sesaat kemudian dua pria dewasa dan anak - anak itu pun datang dan laangsung ambil posisi pada kursi mereka masing - masing.


.


.


.


"Kakak berangkat kerja dulu ya?"


Namun apa yang di tanya sang kakak bukan lah jawaban yang di berikan oleh Arumi malahan Arumi memberikan pertanyaan yang belum bisa akbar jawab pasalnya selama ini, bukannya tidak ada wanita yang dekat dengannya hanya saja Akbar akan mendulukan kebahagiaan sang adik baru lah dia akan menjemput bahagianya setelah sang adik bahagia, walaupun kesannya terlambat.


"Kakak kapan nikah?"


"Apa yang di tanya apa yang di jawab." ucap sang kakak mendengus kesal.


Sang kakakpun balik bertanya, "Kamu sendiri bagaimana kapan menikah?"


Sambil tersenyum kecut, "Entahlah."


.


.


.


"Varo belajar yang benar ya sayang jangan nakal dan patuhi semua perintah Mom di sekolah!"


"Iya Mah."


Varo pun mencium punggung tangan Arumi dan Arumi pun mencium pipi kiri dan kanan sang Anak.


.


.


.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


"Bagaimana sayang apa semuanya sudah siap?"

__ADS_1


"Sudah," jawab mereka serempak.


Kini mobil yang di kemudikan Adrian sudah perlahan meninggalkan halaman rumah itu dan tak lupa si penguntit pun turut membuntuti mobil Adrian tanpa mereka sadari. Pasalnya banyak mobil yang sedang berlalu lalang hingga di tak menyadarinya jika keluarganya sedang dalam bahaya.


.


.


.


Adrian pun memakirkan mobilnya. Mereka pun segera turun dari dalam mobil dan masuk kepusat perbelanjaan itu dengan si Kirana bersama dengan sang Bunda, Chandra bersama dengan sang Ayah, sementara Nenek berjalan di belakang mereka semuanya.


"Semoga kebahagiaan mereka tidak akan pernah berakhir. Aamiin."


Sementara si penguntit pun kini sudah berjalan masuk mengikuti Nabila sekeluarga tanpa mereka sadari dan menaruh curiga dengan beberapa orang yang kini ada di sekitarnya.


Setelah berbelanja mereka pun melanjutkan dengan acara makan - makan.


"Nenek mau ini?" tanya Kirana seraya menyodorkan irisan kentang goreng miliknya.


Mama Yulia pun menerimanya,"Terima kasih sayang." ucap Mama Yulia.


.


.


.


"Bund, Kirana pingin pipis."


Nabila pun menghentikan makannya dan menoleh ke arah sang putri, "Baiklah mari Bunda temani Kirana ketoilet!"


Mereka pun berdiri dan berjalan bergandengan tangan, dan si penguntit pun turut membuntuti mereka berdua. Hingga ketoilet.


Nabila kini berada di toilet wanita dan dia hanya sepintas melihat beberapa laki - laki yang masuk kedalam, hingga Nabila pun tak sadarkan diri.


Kirana yang keluar dari dalam toilet pun terkejut melihat sang Bunda tergeletak tak berdaya hingga dia pun jatuh tak sadarkan diri. Si penguntit pun segera membawa Kirana kabur lewat pintu belakang menuju mobilnya yang ada di parkiran.


Sudah 20 menit lamanya Adrian menunggu sang istri dan sang putri kembali namun kedua wanita yang di cintainya itu belum juga menampakkan batang hidungnya. Sementara Si penguntit dan Kirana kini sudah berada di atas pesawat pribadi yang akan mengantar mereka ke tempat majikannya bersemayamπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


Sambil tersenyum, "Iya sayang."


Adrian pun setengah berlari menyusul sang istri dan sang Anak di toilet wanita. Kini perasaan was - was sedang meliputi perasaan Adrian. Ketika tiba di tolilet wanita Alangkah terkejutnya dia tatkala disana dia menemukan segerombolan orang - orang sedang rame - rame mengitari sesuatu. Adrian pun penasaran dan ikut menerobos kerumunan itu. Dia pun terkejut dan berusaha mendekat kearah sang istri.


"Permisi Nyonya dia istri saya."


Petugas kebersihan itu pun segera menjuah dan memberikan ruang pada Adrian.


Sambil menepuk - nepuk pelan pipi sang istri, "Cinta bangun!" hingga berkali - kali Adrian berusaha membangunkan sang istri namun usaha Adrian sia - sia. Adrian pun menatap sekilingnya dan tak mendapati sang putri, "Apa kalian melihat anak perempuan berkuncir dua?" tanya Adrian ke beberapa pengunjung yang masih setia berdiri dan mematung disana.


"Ketika saya tiba di sini, Nyonya ini sudah tergeletak disini sendirian, " ucap salah satu pengunjung yang memang masuk pertama menggunakan toilet itu setelah tragedi penculikan itu terjadi.


Adrian pun segera menggendong tubuh sang istri, Mama Yulia yang melihat itu pun ikut berdiri, dan betanya kepada Adrian apa yang terjadi dengan sang menantu, "Adrian apa yang terjadi?"


Dengan cemas, "Ntar aja di Adrian bercerita."


.


.


.


Adrian sudah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang tak biasa.


"Adrian apa yang terjadi dan mana Kirana?"


"Adrian juga tidak tahu Mah apa yang terjadi dan di saat Adrian tiba disana memang sudah tidak ada Kirana bersama Nabila. Malahan saat Adrian tiba di sana Nabila memang sudah tidak sadarkan diri."


"Kamu harus mencari cucu Mama dan kamu harus membawanya kembali kedalam rumah bagaimana pun caranya titik."


"Iya Mah tapi Adrian urus dulu Nabila baru Adrian akan cari Kirana."


"Mama percaya dengan kamu."

__ADS_1


Candra yang sedari tadi hanya diam kini ikut menimpali, "Ayah, Bunda tidak apa - apakan? Dan Adik Kirana mana Yah?"


Sambil tetap serius mengemudikan mobilnya, "Nanti Ayah cerita ya sayang."


.


.


.


Sambil menggendong tubuh sang istri, "Sus, suster tolong istri saya."


Beberapa suster yang melihat itu pun kini ikut berlari dan mengambil brankar kemudian Adrian pun meletakkan tubuh sang istri di atas sana.


Nabila saat ini sedang dalam masa pemeriksaan, Adrian sendiri mondar - mandir berjalan memikirkan siapa dalang di balik semua ini karena setahu dia, baik dirinya atau pun sang istri sendiri tidak pernah punya musuh selama ini.


"Ceklek," pintu di buka.


Adrian pun segera berjalan mendekat ke arah Dokter Najawa.


"Dok bagaimana keadaan istri saya?"


Disusul sang Mama dan Candra, "Ia Dok bagaimana keadaan menantu saya?"


"Nabila tidak apa - apa nanti juga setelah reaski obat biusnya habis ntar juga dia siuman dan jika dia sudah siuman nanti ajak dia berbicara baik - baik, jangan sampai dia shock dan berfikir terlalu berat jika itu terjadi anak dalam kandungannya yang akan menjadi taruhannya. Sebenarnya apa yang terjadi?"


"Ceritanya panjang. Oh iya aku boleh minta tolong tidak?"


"Katakanlah."


Mama Yulia pun menyela pembicaraan mereka, "Dok, boleh aku melihat menantuku?"


Dengan tersenyum ramah, "Silahkan Bu!"


Mama Yulia pun berlalu pergi bersama Si kecil Chandra.


Kini hanya ada mereka berdua yang kini duduk di kursi besuk, "Katakanlah apa yang mau kamu katakan!"


"Aku mau minta tolong, tolong hubungi Abee untuk membantu aku dalam pencarian putri ku!"


Sambil tersenyum, "Baiklah." ucap Najwa dan segera merogoh ponselnya yang ada di saku jas rumah sakitnya.


Najwa pun segera memainkan jarinya di sana dan segera menghubungi sang suami.


Tut


Tut.


Tut.


"Assalamualaikum," sapa orang diseberang.


"Waalaikumsalam,"


"Sayang, dokter Adrian mau minta tolong, dia minta tolong untuk di bantu dalam pencarian putri mereka yang hilang beberapa menit yang lalu dan hilangnya pusat perbelanjaan!"


"Ok nanti anak buah ku akan aku kerahkan untuk membantu menemukan putrinya yang hilang."


"Terima kasih sayang."


"Sama - sama, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." sambungan telepon pun terputus.


Note : Jadi disini Kirana tidak akan mereka temukan, karena setelah CLBK tamat akan ada judul baru. Mereka akan di pertemukan kembali setelah mereka sudah sama - sama dewasa. Rencana nya sih ini judulnya



Tapi belum pasti juga kalau judul itu yang akan di pakai.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


...πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„...


...TERIMA KASIH...

__ADS_1


...πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„...


__ADS_2