ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 159. CLBK 23.


__ADS_3

"Saya tau dalam hal ini saya salah karena sudah memanfaatkan Siska untuk membalas sakit hati dan dendam pribadi ku pada wanita itu tapi...." ucapan Mama Dinda terjeda dan susana di dalam ruangan itu nampak hening dan mencengkam hanya ada dentingan jarum jam yang menemani mereka.


Mama Dinda pun menarik nafas dalam - dalam kemudian menghembuskan pelan - pelan untuk membuang rasa sesak di dalam hatinya.


Dengan wajah sendu, "Saya tau kalau saya salah karena membawa masalah pribadi di antara hubungan mereka tapi...."


"Sudah lah langsung saja keintinya. Urusan pribadi kamu itu bukan urusan saya yang pastinya saya sangat kecewa dengan kebohongan selama empat tahun yang kamu buat dan memanfaatkan Siska untuk aksi balas dendam mu tanpa memikirkan perasaan Siska bagaimana terlukanya. Empat tahun itu bukanlah waktu yang singkat loh?"


"Katakan sekarang saya harus apa agar kalian memaafkan saya?"


"Apakah tidak ada jalan lain selain mengakhiri hubungan ini?" kini sang Papa Siska ikut memimpali.


Mama Dinda pun menoleh ke arah Papa Siska, "Apa yang kalian harapkan dari pertunangan ini? Sehingga kalian tidak mau melepaskan begitu saja?"


Dengan berusaha setenang mungkin walau sebenarnya di dalam hati teramat sangat terpukul dengan ucapan Mama Dinda yang sama sekali tidak memikirkan perasaan sang putri.


"Saya mau...." ucapan Mama Siska terpotong.


"Saya akan mempertimbangkan kembali tentang pertunangan ini, tapi dengan satu syarat?"

__ADS_1


"Mama." kini Tommy ikut menimpali percakapan orang tuanya dengan orang tua sang kekasih.


Mama Dinda pun menoleh ke arah sang anak dan menanganggukan kepala mengisyaratkan semua akan baik - baik saja.


Sementara Siska jangan di tanya bagaimana keceriaan yang tergambar jelas di wajahnya mendengar kata - kata pertimbangan dari Mama sang pujaan hati.


"Apa syaratnya Tante?" ucap Siska penasaran dengan syarat yang akan di ajukan oleh Mama Dinda.


"Syaratnya adalah jaga dan rawat cucu saya dengan sepenuh hati selama satu bulan. Dan kamu selama satu bulan itu boleh tinggal disini. Dengan kata lain selama satu bulan kamu akan belajar jadi Ibu sambung untuk cucu saya." Ucap Mama Dinda memanfaatkan kedekatan sang Anak dengan Varo seraya menyelidiki Ayah kandung Varo. Apa kah benar seperti yang di katakan Tommy jika mereka memang ada kemiripan.


Dengan mantap dan demi cinta, "Baiklah Tante saya terima syarat tante. Kapan bisa saya mulai?"


Kedua orang tua Siska merasa ada yang janggal dari kata - kata cucu yang di lontarkan oleh Mama Dinda. Pasalnya anak - anak Dinda belum ada yang berkeluarga, bahkan anak pertamanya pun meninggal saat usianya masih muda. Sedangkan Tommy setahunya belum pernah menikah.


Papa Siska pun bertanya, "Dinda... cucu mana yang kamu maksud? Bukankah anak - anak mu belum ada yang menikah?"


Dengan tersenyum, "Ini lah salah satu yang mendasari kenapa saya mau membatalkan pernikahan Siska dan Tommy. Karena di kehidupan empat tahun yang lalu Tommy pernah menghamili anak perempuan orang. Dan sekarang Tommy sudah menemukan anak itu dan saya berencana akan membawa cucu saya kerumah ini."


"Mama. Mama apa - apaan sih. Kenapa Varo jadi di sangkut pautkan dalam hal ini?"

__ADS_1


Mama Dinda pun menaikkan kelima jarinya bertanda "Tidak usah banyak bicara." Tommy yang melihat itu pun kini mengerti dan lagi - lagi harus kembali diam tanpa harus protes dengan ucapan sang Ibunda.


Dengan menyilangkan kakinya, "Saya rasa sudah tidak ada yang harus kita bicarakan lagi. Kalau sudah tidak ada silahkan pergi dari rumah saya sekarang juga. Maaf bukannya saya mau mengusir kalian tapi authornya sudah mengantuk dan kehabisan bahan untuk up 😂😂😂."


"Baiklah jika begitu keputusan mu. Kami permisi pulang dulu."


Mereka pun semua pergi dan di ruang tamu hanya ada Mama Dinda dan Tommy yang kini duduk berdampingan dengan.


Sambil berdiri dan berjalan mondar - mandir, "Apa maksud Mama dengan kata - kata barusan?"


"Kata - kata yang mana?"


"Siska akan tinggal disini dan merawat cucu? Cucu mana yang Mama maksud?"


Masih berusaha setenang mungkin, "Mama akan membicarakan ini dengan Arumi dan akan memberikan Arumi sejumlah uang agar dia mau menyerahkan Varo sama kita."


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


...TERIMA KASIH, KUNJUNGANNYA KEKARYA KEREN ANDA BESOK YA!!!!!!...

__ADS_1


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


__ADS_2