
Kini mereka sudah menyelesaikan sarapan pagi nya, dan Akbar pun telah berangkat kekantor, kini hanya ada Arumi dan sang Ibu, "Jadi sekarang bagaimana?" tanya sang Ibu, Arumipun berdiri dan memunguti piring - piring kosong dan kotor lalu membawanya ke westafel kemudian mencucinya.
"Arum akan kerumah Nabila Bu, dan Ibu segerah bersiap - siap usahakan penampilan Ibu meyakinkan."
"Baiklah."
************
Kini Arumi sudah dalam perjalanan menuju ketempat Nabila.
Di tempat yang lain, hari ini Adam memilih kekantor setelah cuti hampir sebulan. Kini mereka sudah berada di meja makan untuk sarapan bersama. Seperti biasa Nabila akan melayani Adam dengan sangat baik dan telaten.
"Dam kamu yakin mau kerja hari ini?" tanya sang Ayah. Adam pun menoleh, "Yakin Yah kan Adam liburnya sudah banyak. Kasian Ghea Yah dah sebulan Adam tinggalkan pasti sekarang dia sedang puyeng mengurus ini dan itu semuanya."
Beberapa saat kemudian, kini mereka sudah menyelasaikan sarapan bersama, Bunda Irene sambil menggandeng tangan suami tercinta dan tangan satunya membawa tas kerja suami mengantarnya hingga kedepan pintu rumah, sementara Adam merangkul pundak sang istri sambil membawa tas kerjanya sendiri walau Nabila sudah menawarkan diri untuk membawanya di susul sang Nenek di belakang.
"Hati - hati ya Yah saat perjalanan menuju kantor," ucap sang Istri mengingatkan.
Sambil mengusap kepala sang Istri, "In sya Allah Bunda Ayah akan hati - hati," ucap sang Ayah lalu mengecup kening sang Istri dan Bunda Irene meraih tangan sang suami lalu menciumnya. Adam dan Nabila pun melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Kini sang pejuang rupiah sudah pergi meninggalkan Istri - istri tercinta mereka di rumah. Di saat mereka hendak masuk kedalam rumah, pada saat itu juga Arumi tiba di rumah Widjayakusuma.
Setelah memarkir mobilnya Arumi pun segera turun dan menemui Bunda Irene dan Nabila yang masih berdiri di teras rumah.
"Assalamualaikum, Tante dan Nabila," sapa ramah Arumi.
Dengan tak kalah ramahnya, "Waalaikumsalam." ucap Nabila dan Bunda Irene bersamaan.
"Kakak ngapain kesini sepagi ini?" tanya Nabila.
Arumi pun menatap wajah sang Adik lalu menatap wajah Bunda Irene, Bunda Irene yang merasa tak di perlukan kehadiran nya di antara mereka, sang Bunda pun memilih masuk kedalam rumah dan memberikan ruang kepada kakak dan Adik itu bercerita.
"Oh iya, iya maaf lupa, ayo silahkan duduk!" ucap Nabila mempersikahkan sang kakak duduk di kursi teras rumah.
Setelah duduk, "Jadi, apa tujuan kakak datang kesini dan tiba - tiba menemui aku?" tanya Nabila to the poin.
Arumi pun menatap wajah polos sang adik dengan menyuguhkan senyum terbaik yang dia miliki, lalu kemudian tiba - tiba Arumi pun menjalankan aksinya dengan pura - pura sedih hingga menangis dan mulai menceritakan apa tujuan dia datang menemui Nabila.
Dengan segala jurus ngibulnya dia keluarkan agar setiap kata - kata yang kelak dia lontarkan meyakinkan.
__ADS_1
Nabila yang melihat sang Kakak menangis Nabila pun bertanya, "Kakak kenapa menangis? Kakak baik - baik saja kan? Ibu di rumah tidak kenapa - napa kan?"
Tapi bukannya menjawab Arumi malahan mengeluarkan air mata semakin banyak dan deras. Nabila pun berdiri dan mendekati sang kakak lalu kemudian memeluknya, "Kakak jika ada masalah cerita ke Nabila, barang kali aja Nabila bisa bantu."
Arumi hanya senyum - senyum licik di balik pelukan sang Adik, dengan lirih Arumi pun bercerita, "Nabila maafkan kakak jika selama ini kakak belum bisa menjadi kakak yang terbaik untukmu, kakak juga minta maaf jika selama ini kakak memperlakukan kamu tidak baik, kakak salah, kakak menyesal pernah menyakitimu."
Tanpa sadar Nabila pun kini ikut menitikkan air matanya, "Kakak sebelum kakak minta maaf, Nabila sudah memaafkan kakak terlebih dahulu, kakak tidak salah dan kakak adalah kakak yang terbaik yang pernah Nabila miliki. Jadi kakak jangan menangis lagi Nabila mohon hapus air mata kakak." ucap Nabila yang kini sudah melonggarkan pelukannya.
"Sungguh kamu mau memaafkan kakak dan tidak menyimpan dendam kepada kaka?"
Sambil menggelang dan menghapus air mata sang kakak dengan jari - jari mungilnya, "Iya kakak, Nabila sudah memaafkan kakak."
...❤❤❤❤...
...Terima kasih untuk yang sudah hadir memberikan like dan komentar dan terima kasih untuk like mode kalemnya. Maaf komentar - komentar kalian tidak bisa aku balas satu persatu. Untuk promo monggo promo tapi no spam promo. Lalu like karya aku dan tinggalkan jejak di kolom komentar, biar aku berkunjung balik ke karya keren anda semuanya. Terima kasih, semangat, mari saling mendukung dan tetap jaga kesehatan....
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
...❤❤❤❤...
__ADS_1