ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 76.


__ADS_3

3 bulan berlalu usaha Nabila untuk memiliki butik dan galeri seni pun kini sukses dan sudah mempersiapkan beberapa karyawan walaupun butik dan galeri seni yang dimilikinya masih kesan kecil - kecilan. Dan hari ini adalah acara peresmian butik dan galeri seni yang di kemas dalam satu wadah. Kantornya terletak di lantai 3, di lengkapi dengan kamar tidur pribadi, dapur, musholla, dan lain sebagainya, lantai 2 galeri seni, lantai pertama butik.


Nabila tidak pernah menyangka dari hasil karya tangan yang dituangkan dalam bentuk lukisan dan di pasarkan lewat media sosial menuai hasil yang sangat memuaskan hingga dapat membeli gedung kecil - kecilan yang berada di pusat kota.


"Wah ... sayang habibi tidak nyangka dalam jangka waktu relatif singkat habiba ku ini berhasil membeli gedung dengan hasil karya tangan dan menjahit baju."


"Habibi, habiba bisa mendapatkan semua ini kan berkat do,a dan usaha kamu bersama Bunda, Ayah dan Nenek yang selalu mendukung habiba dalam berkarya. Seperti author nya istri pilihan berkat dukungan dari semua pihak alhamdulillah istri pihan masih bisa berlanjut hingga sekarang."


Sambil mangguk - mangguk, "Ya ... ya ... ya...."


Tiba - tiba Nabila melayangkan sebuah kecupan dipipi kanan suaminya itu, Adam yang mendapat serangan dadakan dari sang Istri, hanya bisa memegangi pipi kanan seraya menatap heran sang Istri yang kini berdiri di sampingnya.


"Kamu jangan memancing sesuatu yang tidak aku ingin lakukan sekarang," ucapnya seraya menatap wajah sang Istri penuh arti dan kasih sayang.


"Habiba sedang tidak memancing habibi. Kan habiba wanita, jadi tidak tau cara memancing," ucap Nabila seraya tersenyum simpul kemudian melangkah pergi meninggalkan sang suami untuk turun ke lantai bawah menemui para tamu undangan yang sedang menikmati hidangan yang di sediakan tuan rumah setelah sebelumnya melakukan acara gunting pita dan memanjatkan do,a bersama.

__ADS_1


Ibu dan Kakaknya pun turut hadir dalam acara syukuran kecil - kecilan sang Adik. Nabila pun melangkah ke arah mereka yang kini sedang duduk menikmati jamuan sekaligus makan siang.


Nabila pun berjalan mendekat dan duduk di sana berama Ibu dan Kakak laki - lakinya.


"Terima kasih ya Kak karena sudah mau datang dan meluangkan waktu untuk memenuhi undangan Nabila."


Akbar pun menatap wajah sang Adik, "Kakak tidak menyangka ternyata kamu memiliki bakat yang tersembunyi. Kenapa baru sekarang bakat itu kamu munculkan kenapa tidak mulai dulu - dulu saja," tanya sang kakak asal bicara yang tidak menyadari jika mereka lah yang tidak mengijinkan Nabila untuk menjadi orang yang sukses.


Nabila pun menatap wajah sang Ibu lalu di raihnya tangan sang Ibu kemudian di ciumnya, "Ibu apa kabar? Kakak Arumi mana kok tidak ikut?" tanya Nabila yang baru nyadar jika kakak keduanya itu tidak ada di antara mereka.


Akbar yang mendengar itu hanya bisa mengerutkan kening, "Maksud Ibu apaan?"


Kemarahan dan emosi sang Ibu berada di ujung tanduk hingga sang Ibu tidak bisa mengontrol waktu dan tempat dimana tak seharusnya berucap seperti itu.


Dengan tatapan tajam, "Dialah penyebab Arumi pergi dan karena dia jugalah Arumi menderita karena di putuskan oleh pacarnya."

__ADS_1


Untungnya mereka duduk jauh dari besannya itu dan berada jauh dari keramaian tamu undangan lainnya jadi hanya mereka yang tau dan mendengar karena sebetulnya suara pun mereka pelankan.


"Akbar tidak mengerti, apa yang kalian bicarakan?"


Baru saja Nabila mau menjawab pertanyaan sang Ibu dan sang Kakak, "Habiba," teriakan dari suara yang di kenal membuatnya menoleh keasal suara, Adam pun berjalan mendekat, "Habiba dari tadi aku mencarimu ternyata kamu ada disini bersama Ibu," ucap Adam seraya menyunggingkan senyum kepada mertua dan kakak iparnya itu.


Nabila pun ikut tersenyum dan berusaha menormalkan kembali pemikirannya ketika mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.


Adam pun membungkukan badannya dan berbisik di telinga sang Istri, "Habiba tamu - tamu kamu ada yang mau pamit pulang, mereka menunggumu di sana."


...🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎...


...TERIMA KASIH...


...SEMANGAT 1 M🕵🏻🕵🏻🕵🏻😂😂...

__ADS_1


...🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎...


__ADS_2