ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 109.


__ADS_3

Note : Sebelum nya author minta maaf visual Arumi dan Tommy di ganti.




Dan keterangan mereka ada di part sebelumnya.


...**************...


Ok lanjut........


Digedung aula semua persiapan sudah rampungkan dan semua sudah tertata pada tempat semestinya. Balon - balon dan bunga jadi turut pelengkap dekorasi ruangan itu.


Akbar yang melihat keakraban di antara sang Adik dan kekasih hanya bisa mendo,akan yang terbaik untuk sang Adik dan semoga skandal yang di hadapi sang Adik dengan Mama sang kekasih segera menemui titik terang dan tidak ada lagi kesalah pahaman di antara mereka andai kata kesalah pahaman yang membuat mereka harus berselisih paham dan tidak bisa sejalan.


"Sayang seperti nya hari ini kamu sangat terlihat lelah, ayo kita istirahat dan duduk di sana!" sambil menggandeng tangan Arumi dan menuntunnya kesalah satu kursi yang ada di aula itu.


Setelah duduk, "Sayang kamu mau minum apa?" tanya Tommy sambil menyelipkan anak - anak rambut Arumi yang terlihat berantakan.


"Apa aja boleh."


"Baiklah tunggu aku disini sebentar aku akan keluar untuk membelikanmu minuman dingin sesuai dengan cuaca saat ini."


Beberapa saat kemudian kini Tommy sudah kembali dengan dua buah minuman dingin di tangannya. Satu untuk dirinya dan satu untuk sang kekasih.

__ADS_1


Setelah meneguk minuman mereka, mereka pun kembali melanjutkan aktifitasnya.


...**************...


Note : Untuk kisah Adam dan Nabila author pakai alur lambat dan ini bukan hanya khayalan author belaka ya guys....ini ada kisah nyatanya yang di sangkut pautkan dalam kisah ini dan di bumbui dengan kehaluan authorπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


Ok Lanjut......


Saat ini Nabila dan Adam sedang duduk di sofa yang ada di kamar itu. Mereka sedang asyik menonton acara Televisi serial anak - anak, ketika mereka sedang asyik - asyiknya menonton tiba - tiba terganti iklan dan iklan di televisi saat ini sedang mengiklankan sebuah es krim walls dengan semua varian rasa dan warna.


Dengan mata masih melototkan ke Tv dan kemungkinan sedang mengkhayal menikmati betapa nikmatnya es krim di siang hari ini di kala panas matahari menjelang.


Adam yang sadar akan hal itu mencoba memanggil nama sang istri dan menggoyang - goyangkan bahu sang Istri, Namun yang di panggil seolah - olah tak mendengar.


"Aku mau itu," ucap Nabila spontan dan menunjuk arah televisi



Adam pun mengikuti arah telunjuk sang istri, seketika Adam mengernyitkan dahi karena sudah beberapa bulan mereka hidup bersama tak sekalipun Adam pernah melihat sang istri makan es krim dan kali ini dia sangat menginginkan untuk memakannya.


"Kamu mau itu?" ulang Adam.


"Hmmmm aku mau itu."


"Ya sudah ayo sekarang kita siap - siap untuk pergi ke supermarket yang ada di seberang jalan raya," ucap Adam seraya berdiri namun tangan nya di tarik oleh sang istri.

__ADS_1


"Aku mau makan es krim tapi yang pergi beli Bunda bukan kamu." ucapnya dengan memasang wajah cemberut dan memonyongkan bibirnya, melihat wajah sang istri yang menurutnya imut, Adam pun kembali duduk dan mencubit kedua pipi sang istri lalu menghujaninya ciuman hingga mereka tidak sadar jika sedari tadi Bunda Irene berdiri tak jauh dari mereka. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


"Ehmm ... ehm...." deheman nyaring membuat aktifitas mereka terhenti, Adam segera menoleh kebelakang dan disana sang Bunda sudah berdiri dan berjalan mendekat sedangkan Nabila hanya bisa menunduk malu. Adampun berdiri, "Kenapa Bunda bisa berada di kamar Adam? Dan sejak kapan Bunda ada di kamar Adam?" ucap Adam seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ah ... itu kebetulan tadi Bunda lewat dan melihat pintu kamarmu tidak tertutup ya jadi Bunda Buka lalu masuk dan melihat dan mendengar semua pembicaraan kalian. Lain kali pastikan pintu kamar tertutup sempurna walaupun tidak di kunci." ucap Bunda Irene memperingatkan sang Anak untuk tidak ceroboh.


"Iya ... iya lain kali lebih teliti lagi."


Bunda Irene pun melihat kebelakang Adam di sana Nabila masih duduk mematung, terdiam dan menunduk serta memainkan jari - jari kukunya dengan perasaan gugup, takut dan malu taatkala mengingat kejadian di beberapa menit yang lalu, "Masih mau nggak nih makan ice krim wellsnya?"


Seketika wajah Nabila pun berseri dan senyum - senyum sendiri di balik menunduk nya dia yang diam. Dan dengan cepat menganggukan kepala tanda keinginannya makan Ice Krim masih berlaku.


"Ya sudah kalau begitu segera siap - siap bentar lagi kita pergi ke supermarket yang ada di sebrang jalan sana!"


Nabila pun menganggukan kepalanya kemudian dia pun segera berdiri dan berjalan kearah lemari pakaian untuk mengambil baju ganti kemudian masuk menuju kamar mandi dan menggantinya di sana.


***********


Sesaat kemudian Nabila dan Bunda Irene kini sudah berada di supermarket. Mereka pun segera berpencar dan mencari kebutuhan mereka masing - masing. Beberapa saat kemudian kini mereka sudah mendapatkannya. Kini mereka sudah di kasir dan segera melakukan pembayaran, sesaat kemudian kini mereka sudah dijalan menuju pulang kerumah.


...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...


...Maaf baru Up... tadi pagi hingga sore Lampu mati + jaringan mati di tambah hujan deras menambah kesan gregetnya sama PLN sini....


...Semangat up, mari saling mendukung. TERIMA KASIH...

__ADS_1


...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...


__ADS_2