ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 142. CLBK 6


__ADS_3

Kini Tommy sudah berputar - putar di kota C mencari keberadaan Arumi. Dia sangat yakin kalau Arumi ada di kota itu juga bersama nya hanya tempat yang membedakan mereka berdua. Setelah berputar - putar kesana kemari akhirnya Tommy menemukan orang yang selalu dia fikirkan selama beberapa hari ini. Kini Tommy memarkirkan mobil nya di sebrang jalan sambil memperhatikan interaksi sang mantan kekasih dengan seorang bocah laki - laki yang jika di kira - kira usia bocah itu sekitar 4 tahun lebih.


Tommy pun segera turun dari mobilnya dan menyebrang jalan hingga dia tiba di depan pagar yang menjulang tinggi yang sedang terbuka lebar karena ini jam pulang anak - anak bersekolah. Tommy tidak mau menyia - nyiakan kesempatan ini dia pun berjalan mendekat. Sementara Arumi di kala melihat Tommy setika berbalik arah dan langkah kakinya kian di percepat bahkan berlari kecil sambil menyeret tangan mungil sang buah hati.


Tommy pun mengejarnya, sambil berteriak, "Arumi, tunggu."


Untungnya siswa siswi serta teachernya hanya tinggal beberapa orang saja yang lagi berada di sekolah jadi tidak terlalu heboh di kala Arumi, Varo dan Tommy saling kejar - kejaran.😂😂😂


Dengan nafas ngoso - ngosan, "Arumi tunggu aku!"


Namun Arumi tidak menghiraukan kata - kata Tommy, dia terus saja berlari hingga mereka bisa keluar dari wilayah sekolah lewat pintu pagar belakang. sementara Varo hanya bisa mengikuti sang Ibu berlari dengan keringat yang kini bercucuran membasahi baju dan dahinya, sambil sesekali berbicara dan mengatakan kalau dirinya capek berlari....


"Mah berhenti dulu dong! Kaki Varo sakit nih dan Varo juga capek berlari." sambil menoleh kebelakang, "Om itu sudah tidak mengejar kita Mah."


Ucapan Varo sontak membuat Arumi berhenti karena dia pun juga sedang merasakan hal yang sama dengan Varo dan Arumi tidak ingin jika sampai Tommy tau jika Varo adalah anak kandungnya, Arumi tidak ingin jika Tommy sampai merebut Varo darinya. Maka dari itu Arumi akan memperketat penjagaan Varo di sekolah untuk antivasi segala kemungkinan yang akan terjadi.


Arumi pun berjongkok dan mensejajarkan tinggi badannya dengan sang Anak, walau kini dia sendiri pun sedang merasakan kelelahan dan keringat pun kini ikut membanjiri tubuhnya namun melihat sang buah hati tetap bersamanya rasa lelah dan letih lenyap seketika. Sambil melap keringat yang ada di dahi sang anak dengan tissu yang ada di dalam tasnya, "Sayang maafkan Mama karena dari tadi Varo ikut berlari, dan Mama bawa Varo berlari hingga sejauh ini. Dan Mama pesan sama Varo jika besok atau lusa Varo bertemu orang itu lagi dan jika kamu di ajak oleh orang itu lagi kamu jangan mau ya!" ucap Arumi sambil memeluk sang Anak dan air mata pun kini ikut membanjiri kedua mata indahnya.


Di tempat yang lain kini Tommy uring - uringan karena telah kehilangan jejak sang mantan kekasih bersama pangeran kecil itu.


Sambil mengacak - acak rambutnya sendiri dan menyapu wajah nya secara kasar, seraya mengumpat, "Sial ... aku kehilangan jejak mereka. Hari ini kamu bisa lolos dari aku, tapi besok atau lusa itu tidak akan terjadi untuk yang kedua kalinya."


Dia pun kembali berjalan karah mobilnya, kemudian masuk kedalam mobilnya dan segera memacu mobilnya kejalan raya untuk segera kembali kerumah.

__ADS_1


Di jalan Arumi dan Varo berjalan sambil bergandengan tangan seolah tidak ingin terpisahkan antara anak dan Ibu itu, sambil menikamti es crim yang mereka beli di jalan tadi dan berharap besok atau lusa Tommy tidak akan pernah menampakkan batang hidungnya di depan Varo lagi.


"Maaf kan Mama Nak, Belum saat Varo tahu tentang orang yang kamu sebut "Om" itu. Usia kamu masih terlalu anak - anak untuk mengetahui cerita sebenarnya." ucap Arumi dalam hati.


Mereka terus saja menapaki jalanan di bawah terik sinar matahari dengan bergandengan tangan, sambil sesekali bercanda, dan tertawa bersama seoalah - olah tidak akan ada hari esok untuk mereka tertawa bersama.


...🍉🍉🍉🍉🍉...


Di tempat yang lain, Adam semakin hari semakin memberikan signal kesembuhan dan tanda - tanda bahwa dirinya telah di berikan kesempatan kedua oleh author untuk hidup dan menata kembali kehidupan nya setelah empat tahun hidup dalam keterpurukan dan ketidak berdayaan akibat melawan penyakit mengerikan yang hampir merenggut nyawanya.


"Jadi kapan saya boleh keluar dari rumah sakit?" tanya Adam pada dokter yang selama ini merawatnya.


Dokter cantik itu pun tersenyum, "Sabar tinggal lah beberapa hari lagi disini untuk memastikan kalau keadaan kamu sudah membaik seutuhnya."


Dokter cantik itu pun tersipu malu dan kata Adam sontak membuat pipi dokter cantik itu bersemu merah.


"Kamu bisa saja. Kamu silahkan istrifahat! Aku mau keruanganku dulu." ucap dokter cantik itu seraya melangkah pergi tapi belum sempat dokter cantik membuka pintu Adam pun kembali bersuara, "Dok aku cinta kamu."


Namun dokter cantik itu tidak menggubris kata - kata Adam, dokter cantik itu pun keluar dan ketika sudah di luar dokter cantik itu pun memegang dadanya lalu memegang kedua pipinya yang di rasa agak memanas dengan tangan sedikit dingin.


"Apakah aku sedang jatuh cinta dengan pasien ku sendiri?" ucap nya dalam hati sambil melangkah pergi dengan hati yang masih di selimuti dengan ribuan bintang - bintang di langit. 😂😂😂😂


...🍟🍟🍟🍟🍟...

__ADS_1


Kini Tommy sudah berada di rumah. Mama Dinda yang menyaksikan sang anak pulang dalam keadaan berantakan dan kini sudah duduk di sofa ruang tamu, Mama Dinda pun berjalan mendekat dan duduk di samping sang Anak, "Kamu kenapa sayang? Apa kamu lagi ada masalah? Apa kamu lagi bertengkar dengan Siska?"


Mendengar suara sang Mama, Tommy pun membuka matanya dan mulai menceritakan kejadian di beberapa jam yang lalu.....


"Tommy bertemu Arumi Mah dia bersama anak kecil jika di kira - kira umurnya sekitar 4 tahun lebih."


"Lalu dia bilang apa sama kamu?"


Sambil tersenyum walau kesan terpaksa, "Kami tidak sempat bertegur sapa karena dia keburu lari dan berhasil meloloskan diri dari kejaran Tommy."


"Tadi kamu bilang dia sama anak kecil, apa dia anak Arumi?"


"Kalau soal itu Tommy kurang tau Mah. Tapi, kalau dilihat secara sepintas wajah anak itu sepertinya mirip sama Tommy. Apa dia anak Tommy ya Mah?"


"Kamu jangan asal bicara Tomm, barang kali itu anak Arumi bersama suaminya."


Kemudian Mama Dinda melanjutkan kata - katanya, "Sudah lah sayang ... mungkin kamu kelelahan dan butuh istirahat."


Tommy pun mengerti dengan makusud sang Mama dia pun segera berdiri dan malangkah pergi menuju kamarnya.


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


...TERIMA KASIH...

__ADS_1


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


__ADS_2