ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 146. CLBK 10


__ADS_3

Sambil menikmati hembusan angin yang sepoi - sepoi yang menerpa wajah Nabila dan Adrian sambil mengawasi putra putri mereka yang sedang bermain pasir bersama sang Ibu mertua. Adrian pun memperhatikan wajah kekasih halalnya secara seksama dan merasa ada yang tidak beres pada wajah sang kekasih halal. Dia pun bertanya, "Cinta kapan kamu terakhir haid?"


Nabila pun membulatkan matanya serta mengerutkan keningnya, "Maksud kamu?"


"Cinta ... kamu jangan lupa kalau suami mu ini seorang dokter dan jika di lihat dari wajahmu sepertinya kamu sedang mengandung. Apa yang kamu rasakan saat ini."


Dengan tergagap, "A_pa aku hamil? Aku tidak merasakan apa - apa, hanya tadi pagi sempat pusing dan pembawaannya kepingin muntah - muntah."


"Hmmmmmm ... kamu hamil. Apa kamu meragukan kata - kata ku?" ucap Adrian seraya menaik turunkan alisnya.


"Tidak ... aku tidak meragukan kata - katamu."


"Ya sudah nanti aku periksa setelah kita pulang dari sini."


Sambil membuang nafas secara kasar dan mata tertuju pada si kembar bersama sang nenek yang sedang bermain pasir di sana, "Cinta tak terasa si kembar tahun ini akan mulai bersekolah. Apa sudah kamu fikirkan di mana mereka akan bersekolah?"


Sambil mengikuti arah pandang mata sang suami, "Aku belum memikirkannya."


"Bagaimana kalau kita pindah kerumah yang ada di kota? Disana lebih memudahkan kita untuk menyekolahkan si kembar dan mempermuda kita untuk akses kerumah sakit terbesar dari pada rumah sakit yang kita miliki sekarang di sini."


"Aku ikut mau mu saja."


...Kini mereka tengah berkemas - kemas karena hari sudah sore....


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Di tempat yang lain, kini keluarga Widjaya sudah berkumpul di ruang keluarga.


"Bagaimana kabar kamu?" tanya sang Ayah.


"Alhamdulillah seperti Ayah lihat."


"Ayah fikir kamu masih betah tinggal di sana. Hmmmm .... Dam apa kamu tidak berfikir untuk menikah lagi?"

__ADS_1


Adam pun membuang nafas secara kasar dan mengingat kejadian memilukan di 4 tahun yang lalu, "Ayah ... apa mungkin ada wanita yang mau menikah sama Adam? Mengingat Adam yang tak sempurna dan tak bisa memberikan keturunan."


"Sayang setiap masalah pasti ada jalan keluar. Adopsi anak kan solusi yang tepat agar kamu mendapatkan keturunan." kini Bunda Irene yang ikut menimpali.


"Ibu tidak setuju .... Apa - apaan adopsi anak yang belum tentu di ketahui bibit, bobot, bebetnya, masih mending kalau si bayi dari keluarga terhormat, kalau si bayi dari hasil hamil di luar nikah atau apa, bagaimana? Jangan bikin malu keluarga besar kita." kini Nyonya Luciana ikut menimpali percakapan mereka.


"Lalu ibu maunya bagaimana?" ucap Ayah Bima sambil menoleh ke arah sang Ibu.


"Kalian lupa kalau Adam pernah menikah dan punya anak. Kenapa kita tidak ambil saja si kembar dari asuhan Nabila."


Ucapan Nenek Luciana sontak membuat mereka terperangah tak percaya, "Apa ibu akan mengganggu kehidupan Nabila yang sekarang? Apa Ibu tidak malu setelah apa yang Ibu lakukan pada Nabila dan sekarang Ibu mau mengambil hak asuh atas si kembar." ujar Ayah Bima.


"Ha ... ha ... ha ... kenapa Ibu harus malu, bukankah mereka juga anak - anak Adam? Yang berarti cucu dan penerus keluarga Widjaya. Apakah salah jika Adam juga merawat dan membesarkan mereka?"


Sambil menyapu wajahnya secara kasar, "Apakah belum cukup penderitaan yang Ibu berikan untuk Nabila selama ini? Jadi tolong Ibu jangan lagi mengganggu kehidupan Nabila yang sekarang biar kan dia bahagia bersama kedua anak - anaknya." ucap Ayah Bima.


Dengan tatapan sinis, "Jadi kamu lebih membela Nabila dari pada Ibu mu sendiri?"


"B_kan begitu. Maksud Bima...."


"Memangnya Ibu mau apakan mereka?"


"Ibu akan ambil paksa si kembar dari tangan Nabila."


"Ibu jangan gila dan jika sampai itu terjadi Ibu akan berhadapan langsung dengan Bima."


"Oh ... rupanya kamu sudah siap untuk hidup miskin ya rupanya. Dan akan Ibu pastikan di perusahaan mana pun tidak akan ada yang memperkerjakanmu."


Sambil mendengus kesal, "Ibu beraninya mengancam doang." 😂😂😂.


Bunda Irene dan Adam memilih diam dan hanya menjadi penonton setia menyaksikan pertarungan hebat antara sang Anak dan sang Ibu itu.


Sambil menoleh ke arah sang Cucu, "Kamu cucu dan harapan Nenek satu - satunya, berbuatlah sesuatu dan buat Nenek mu ini bahagia di ujung usianya." sang Nenek pun berdiri dan meninggalkan mereka semua yang ada di sana.

__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Di tempat yang lain.


Tanpa sepengetahuan sang Kakak kini Arumi sudah bekerja dan berniat di lain waktu akan menjelaskan semua ini kepada sang Kakak. Saat ini dirinya tengah sibuk menemani pangeran kecilnya belajar.


"Sayang apa Om itu tadi siang menemui lagi?" tanya Arumi.


Sambil menggeleng, "Tidak Mah."


"Baguslah."


Sambil melihat wajah sang Mama, "Mama kenal dengan Om itu?"


Sambil menggeleng, "Tidak. Mama tidak mengenalnya."


"Lalu kalau Mama tidak mengenalnya, kenapa hari itu kita lari ketika melihat om itu? Apa om itu orang jahat?"


Sambil mengusap kepala sang Anak, "Om itu orang jahat sayang makanya kalau besok - besok ketemu dia jangan mau di ajak - ajak ya."


Sambil mengacungkan jempol, "Iya Mah."


...🍒🍒🍒🍒🍒...


Di tempat yang lain.


Telepon dan sms bagai bumerang untuk Tommy dari Siska yang tak pernah di balas olehnya bahkan panggilan dan sms bisa mencapai ratusan bahkan ribuan namun Tommy tetap tak pernah membalasnya.


Sambil menghentakkan kakinya ke lantai, "Kemana dia? Apa dia sudah punya yang baru makanya dia cuek sama aku? Ini tak bisa aku biarkan. Aku akan mendesak Tommy untuk segera menikahiku. bagaimana pun caranya Tommy harus menjadi milikku."


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...TERIMA KASIH...

__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2