ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 105.


__ADS_3

Kini Nabila dan Adam sudah check out dari hotel dan singgah di beberapa tempat untuk membeli oleh - oleh khas Kalimantan Selatan untuk di bawa pulang kekota metropolitan.


Kini mereka sudah di dalam mobil dan menuju kestagen mereka akan melakukan penerbangan di sana di bandar udara Gusti Syamsir Alam. Terpaksa rencana untuk jalan - jalan kesamber gelap mereka batalkan karena Bunda Irene meminta mereka untuk kembali sekarang.


Kini mereka sudah berada di pesawat dan sebentar lagi mereka akan mengudara.


...🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓...


Di tempat yang lain, pagi - pagi buta Mama Dinda pergi kepasar bersama asisten rumah tangganya rencana mereka hari ini akan memasak makanan enak dan rezat dan tak biasa lantaran siang nanti mereka akan kedatangan tamu dari luar Negri.


Sepanjang jalan menuju kepasar Mama Dinda tak henti - hentinya senyum - senyum sendiri jika mengingat kalau wanita yang di gadang - gadang akan menjadi calon menantunya akan datang berkunjung kerumahnya nanti siang.


Kini Mama Dinda dan supir serta Art nya sudah sampai di pasar. Kini mereka berpencar ada yang membeli sayur, daging dan ikan dan lain sebagainya. Setelah mendapatkan apa yang mereka cari mereka pun segera menuju pasar buah kebetulan stok buah di rumahnya sudah menipis. Setelah barang belanjaan mereka rampung semua mereka pun segera meninggalkan pasar menuju parkiran untuk segera pulang kerumah. Kini mereka sudah di dalam mobil dan siap melaju di jalan raya.


...🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓...


Di kamar kini Arumi berbaring bermalas - malasan, semua nya serba tawar dan hambar bagaimana jika orang tua sang kekasih tidak mau menerima nya sementara hatinya sudah terlanjur terpaut jatuh cinta kepada Tommy.


Ketika sedang mengkhayal sang Ibu pun masuk menghampiri sang anak yang memang kebetulan pintu kamar tidak tertutup rapat. Sang Ibu pun duduk di tepi tempat tidur sang anak dan mengelus rambut sang anak yang memang kebetulan sang anak sedang tengkurap berbantal guling.


"Ada apa sayang? Coba katakan barang kali ibu bisa bantu!"


Arumi pun membalikan badannya kemudian duduk sambil tersenyum getir jika mengingat nasip perjalanan cinta nya yang sudah bisa di pastikan akan kandas bahkan berakhir untuk selama - lamanya.


Sambil menunduk, "Arumi tidak apa - apa Bu." ucapnya lirih.


Sang Ibu pun mendongakkan kepala sang putri, "Heee... he ... sayang Ibu kenal kamu karena kamu anak Ibu. Ibu yang mengandung kamu dan melahirkan mu jadi luar dalamnya kamu ibu tau. Jadi coba cerita barang kali ibu bisa bantu apa masalahmu."


Arumi pun memeluk sang ibu sambil menumpahkan segala beban di pundaknya di sana lewat air mata.


Dengan terisak, "Bu ... Arumi takut jika hubungan Arumi dan Tommy berakhir. Arumi sangat mencintai dan menyayangi Tommy. Arumi tidak ingin putus dengannya Bu." kini tangisnya kian pecah dan bertambah deras dan semakin pilu bagi siapa saja yang mendengarnya.


Ibu Yana pun menenangkan Arumi dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Sang Ibu sangat tau dan paham betul bagaimana rasanya jika di tinggal sang kekasih di saat lagi sayang - sayangnya. Pasti rasanya sakit pakai banget 😂😂 dan tak berdarah.


Karena Bu Yana pun pernah di posisi itu namun bukan Bu Yana yang harus tersakiti melainkan sahabatnya yang harus terluka lantaran pengkhianatan cinta dan persahabatan karena mencintai satu laki - laki yang sama.


"Sudah sayang ... sudah jangan menangis lagi, hapus air matamu. Air matamu sangat berharga untuk kamu teteskan dalam persoalan cinta."


Dengan masih terisak, "Tapi Arumi sangat mencintainya. Sungguh Arumi tidak ingin putus darinya."


Sang Ibu pun tetap menyemangati sang Putri yang kini sedang rapuh oleh cinta. "Coba cerita detailnya."

__ADS_1


Dengan masih sesegukan, "Malam tadi kan makan malam di rumah Tommy tapi Mamanya Tommy sepertinya tidak menyukai Arumi."


"Trus."


"Itu saja."


"Memangnya Mama Tommy sudah mengatakan sama kamu bahwa dia tidak menyukaimu?"


Arumi hanya menggeleng sebagai jawabannya.


"Lalu dari mana kamu tau kalau Mama Tommy tidak menyukaimu?"


Arumi pun mengumpulkan kembali ingatan - ingatan tentang kejadian semalam.


"Dari cara dia menatap Arumi, cara dia memperlakukan Arumi." ucap Arumi Fruatasi. dan membuang nafasnya secara kasar.


Sambil mengelus - elus punggung tangan san anak.


"Sudah sabar, jangan menangis lagi, Ibu punya solusi untuk itu." ucap sang Ibu sambil berbisik sesuatu ketelinga sang Anak. Arumi hanya menganggukan - anggukan kepala ketika sang ibu memberikan wejangan agar hubungan mereka tetap awet dan lengket. 😂😂😂


"Bagaimana? Apa kamu setuju?"


"Sabar lah menunggu hingga itu tiba."


"Sampai kapan Arumi bersabar?"


"Kalau di bilang sabar ya sabar, semua butuh waktu dan mari kita persiapkan rencana ini masak - masak agar tidak gagal."


"Baik Bu," mereka pun berpelukan.


"Terima kasih Bu." ucap Arumi sumringah.


...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...


Kini Adam dan Nabila sudah tiba di kota Metropolitan, mereka pun segera cari taksi untuk segera mengantar mereka pulang kerumah. Beberapa saat kemudian kini mereka sudah tiba di dalam taksi dan siap menuju pulang kerumahnya. Dan untungnya semenjak meninggalkan Kalimantan Adam sama sekali tak merasakan mual ataupun muntah.


...🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎...


Dirumah mewah itu kini Mama Dinda sedang sibuk bertarung dengan bumbu dapur. Selama ini dia selalu di layani tapi karena ini edisi khusus dia rela bergelut manja dengan bumbu dapur.


Sambil memasak dia pun tidak lupa mengirim pesan singkat kepada sang putra jika dia harus pulang dan makan siang dirumah.

__ADS_1


Isi pesan singkat sang mama.


📩"Sayang makan siang di rumah ya. Mama tunggu loh!"


"Tumben - tumbenan nih Mama ngajakin makan siang dirumah. Ada apa ya kira - kira?" gumam Tommy dalam hati setelah membaca pesan singkat sang Mama.


Ketika sedang asyik - asyik membayangkan isi pesan singkat sang Mama yang menyebutkan tentang makan siang, di benaknya pun terlintas untuk mengajak Arumi biar lebih akrab tepatnya bersama orang tuanya terutama sang Mama yang menurut Arumi tidak menyukainya agar prasangka buruk Arumi itu salah dan tidak terbukti.


Dia pun segera membuka kembali ponselnya dan mencari nama wanita nya itu setelah dapat dia pun langsung menghubunginya.


"Tut... tut... tut...." Bunyi sambungan telepon.


📞 "Hallo Assalamualaikum." salam orang di seberang


📞 "Waalaikumsalam, sayang lagi ngapain?" basa basi Tommy.


📞 "Lagi rebahan saja." ucapnya malas.


📞 "Sayang kamu kenapa? Apa kamu baik - baik saja?" tanya Tommy panik.


📞 "Iya sayang aku baik - baik saja." ucap Arumi dan memaksa bibirnya untuk tertawa walau kesan di paksakan. "Oh iya sayang tumben nelpon apa kamu tidak bekerja?"


📞 "Sayang kamu lupa ya kalau bos disini tuh aku, jadi mau kerja atau tidak suka - suka aku lah. Oh iya kamu siap - siap gih sekarang sebentar lagi aku kesitu jemput kamu!"


📞 "Kamu mau bawa aku kemana?"


📞 "Aku mau bawa kamu kepenghulu." ucap Tommy seraya tertawa.


📞 "Sayang nggak lucu tau."


📞 "Sudah buruan gih siap - siap, dandan yang cantik ya biar aku makin klepek - klepek sama kamu."


📞 "Apaan sih."


...Sambungan telepon pun terputus....


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


...TERIMA KASIH...


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...

__ADS_1


__ADS_2