ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 47


__ADS_3

Kini sore berganti malam. Di balkon kamar hotel. Kini aku dan dia sedang berdiri sambil menatap bintang - bintang di langit. Malam ini bintang sangat terang. Lama kami terdiam hanya mata saling tatap menatap lalu sama - sama membuang muka.


Setelah cukup lama terdiam, "Honey, kita belum pernah pacaran. Dan perkenalan kita termasuk singkat untuk saling mengenal. Boleh bertanya, menurut honey, cinta itu apa?" ucap ku seraya menatap wajahnya.


Dia pun memegang tanganku, keluar keringat dingin dari dahiku, padahal ini bukan kali pertama dia menyentuh tanganku, bahkan terasa sekali kalau saat ini aku sedang gugup walaupun ini bukan malam pertama untukku bersamanya. Tapi, tetap saja perasaan gugup itu masih ada. Apa lagi jika dia meminta sesuatu yang belum aku serahkan padanya.


Dia masih setia memegang tanganku, dengan sabar dan lemah lembut, "Beb, cinta itu kita. Saat diriku menyatakan sanggup menikahimu dan kamu menerimaku inilah yang di sebut cinta. Bukankah definisi tertinggi dari cinta ialah pernikahan yang di landasi ikhtiar penyempurnaan separuh agama, saat kita menikah karena Allah, maka kita telah menjelma cinta."


Aku terharu mendengar kata demi kata yang dia ucapkan, "Lalu bagaimana mereka yang belum menikah tetapi tetapi saling mencintai sebagai sepasang kekasih," tanya ku kemudian seraya menatap matanya dalam - dalam.

__ADS_1


Dia pun membalas tatapan mataku, "Mereka memaknai kesukaan sebagai kecintaan. Kesukaan hanya berdasar nafsu birahi sedangkan kecintaan berdasarkan nafsu rohani. Bukankah salah satu landasan cinta itu memuliakan orang yang di cintainya. Berbeda dengan pernikahan, sebab cinta sudah menjadi nafsu penyempurnaan separuh agama, menjadi sebuah sarana ibadah."


"Bukankah pengenalan satu sama lain itu penting. Jujur saja saat pertama kali honey pegang tadi, tangannya baby gemetaran. Karena sebelumnya kita belum saling mengenal lebih jauh." ucapku seraya menyunggingkan senyum.


"Bersyukurlah dengan apa yang baby rasakan, sebab pada saat itu cinta di antara kita mulai tumbuh berkembang menjadi lebih besar. Ada perasaan campur aduk yang tak bisa dibahasakan dengan kata - kata, tetapi hanya mampu di rasakan dengan jiwa. Bukankah demikian yang seharusnya terjadi dalam cinta, tidak harus diujarkan tapi mampu di bahasakan oleh seluruh tubuh menjadi getaran - getaran indah," ucap Adam.


"Benar sekali honey, jantung baby terasa berdetak dengan kencang. Sebenarnya ada rasa malu di hati baby untuk mengucapkan ini, tapi entahlah bersamaan dengan detak jantung ada getaran lain yang tak mampu baby definisikan selain sebuah rasa bahagia."


Diapun memelukku dan mencium keningku, aku pun membalas pelukannya. Setelah beberapa saat berpelukan kami pun sama - sama melepaskan.

__ADS_1


"Baby, ini sudah larut malam dan nyamuk - nyamuk nakal sudah mengusik ketenangan kita. Bagaimana kalau kita masuk."


Kami pun melangkah masuk bersama sambil bergandengan tangan, kemdian menutup pintu. Biarlah kita saling menerjemahkan cinta melalui bahasa tubuh, tanpa perlu di ucap lewat kalimat namun dapat terasa menghangatkan.


Aku tersenyum, kemudian lampu kamar di matikan. Saatnya menikmati debaran cinta yang selama ini selalu kusenyapkan lewat do,a. Semoga dapat di pertemukan dengan karib jiwa dalam menciptakan rumah tangga sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin.


...❤❤❤...


...Terima kasih untuk yang sudah mampir memberikan like dan komentar dan terima kasih untuk like mode kalemnya, maaf tidak bisa membalas satu - persatu komentar kalian. Yang mau promo monggo promo tapi no spam promo lalu like karya aku lalu tinggalkan pesan di kolom komentar biar aku berkunjung balik kekarya keren anda semuanya. Semangat, mari saling mendukung, dan tetap jaga kesehatan....

__ADS_1


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


...❤❤❤...


__ADS_2