
Hari ini hari yang di tunggu Varo bersama anak - anak yang lain di seluruh Indonesia. Pasalnya hari ini hari yang setelah sekian lama di tunggu varo dan anak - anak yang lainnya.
Sambil merapikan kembali tuxido yang di pakai sang Anak, "Sayang apa kamu sudah siap?"
Sambil mengangguk, "Siap dong Mah."
"Pangeran kecil Mama jangan gugup ya! Menang atau kalah tidak masalah untuk Mama yang penting keberanian Varo untuk ikut dalam berpartisipasi menyukseskan acara ini."
"Syiap bu komandan." ucap Varo sambil memberi hormat sama Mama nya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Di tempat yang lain.
Tommy dan Mama Dinda pun kini telah bersiap dengan pakaian terbaik mereka untuk datang menghadiri acara hari Ayah tanpa sepengetahuan Arumi.
.
.
.
Mereka kini sudah berada di dalam mobil. Sepanjang perjalanan tidak ada yang bersuara hanya deru mesin mobil yang menemani perjalan mereka.
__ADS_1
.
.
.
Kini mereka sudah masuk halaman gedung sekolah Varo, disaat yang bersamaan Arumi, sang Kakak serta Varo pun tiba disana. Mereka pun sama - sama bertemu.Namun tidak bertegur sapa khususnya Arumi dan Tommy. Lain hal nya dengan Varo, Varo justru berlari kecil kearah mereka berdua dan memeluk Tommy dan Mama Dinda serta mencium tangan keduanya bergantian.
Mama Dinda pun mensejajarkan tinggi tubuh Varo dengannya, sambil mengusap kepala sang cucu, "Sayang apa Varo gugup?" tanya Mama Dinda di sertai dengan senyuman yang tulus.
Sambil mengukur dengan jarinya, sambil tersenyum, "Sedikit Nek."
Tommy pun turut mensejajarkan tinggi badannya dengan Varo, "Anak Papa jangan gugup dan jangan tegang, kami semua akan mendukung Varo."
"Nah sayang acara nya akan segera di mulai, yuk masuk kedalam," ucap Tommy seraya berdiri dan diikuti Mama Dinda. Mereka pun berjalan bertiga bergandengan tangan tanpa memperdulikan Arumi dan sang Kakak. Sedangkan Arumi hanya bisa bengong menyaksikan ke akraban mereka bertiga. Akbar pun menepuk pundak sang Adik yang masih setia mematung menyaksikan mereka semakin menjauh, menjauh dan menjauh.
"Kamu harus bisa memaafkan dan menerima nya kembali. Luka lalu sudah berlalu, saatnya raih bahagia mu bersama kedua pria terpenting dalam hidupmu. Buka lah hatimu untuk dia. Varo butuh keluarga yang sempurna."
Arumi pun menatap wajah sang Kakak, "Jadi, apa yang harus Arumi lakukan?"
"Jika dia benar - benar tulus menyayangi kelian berdua, apa salahnya memberikan maaf dan kesempatan kedua untuk memulainya bersama - sama dari awal. Bukankah kalian masih saling mencintai?"
Arumi pun membuang muka, lalu berkata, "Arumi sudah tidak mencintai nya lagi. Cinta Arumi hilang semenjak dia pergi meninggalkan Arumi," ucap Arumi dan kini pun matanya ikut berbicara.
__ADS_1
"Apa kamu yakin dengan yang kamu katakan?"
Sambil mengangguk dan tetap pada posisinya membelakangi sang Kakak dengan nafas di buang secara kasar, "Yakin Kakak."
"Tidak menyesal jika dia di ambil orang?"
"Arumi tidak akan pernah menyesal."
Panggilan kedua dari MC membuat mereka menoleh keasal suara.
"Yuk kita masuk kedalam!"
Arumi pun merapikan kembali dandanannya, kemudian melangkah masuk kedalam bersama sang kakak.
Jauh di tepi jalan Siska ternyata melihat semua itu.
"Pria itu dan OB itu punya hubungan apa ya? Kok mereka terlihat sang akrab dan dekat ya? Aku harus cari tahu, dan aku harus mendapatkan pria itu. Jangan sampai pria itu jatuh ketangan si OB sialan itu. Sudah cukup dia membuat aku menderita dan kali ini aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Siska pun kemudian melanjutkan perjalanannya pulang kerumahnya.
...🍟🍟🍟🍟🍟🍟🍟...
...TERIMA KASIH...
...🍟🍟🍟🍟🍟🍟...
__ADS_1