
Di perjalanan...
"Jadi bagaimana menurutmu setelah beberapa hari ini kita melakukan uji coba kepada Nabila? Apakah dia memenuhi syarat untuk menjadi calon Istri yang baik untuk cucuku?" tanya Nyonya Luciana kepada supir dan termasuk orang kepercayaannya.
Dengan tatapan fokus kedepan karena kebetulan sedang mengemudi mobil, "Kalau menurut saya Nyonya besar, pilihan Tuan Adam sudah tepat dan tak perlu di ragukan lagi. Lagi pula dengan Anda merestui hubungan mereka akan sangat membantu Nona Nabila dan secara tidak langsung sudah membebaskan Nona Nabila dari belenggu dan rasa sakit hati dan membebaskan dia dari rasa sengsara yang sudah cukup lama dia rasakan."
"Maksud kamu?"
"Iya Nyonya, semenjak kepergian sang suami karena menyelamatkan Nona Nabila semenjak itu pula cinta dan kasih sayang untuk Nabila pergi dengan sang suami yang telah tiada."
"Dari mana kamu tau?"
"Soal itu Anda tidak perlu ragu."
"Sungguh sangat malang nasibmu Nabila. Baiklah keputusanmu tidak pernah salah, jadi saya ngikut saja."
"Terima kasih atas kepercayaannya Nyonya."
"Hmmm...."
"Ya sudah kalau begitu silahkan cari barang untuk di berikan kepada mempelai wanita! Saya mau kamu mempersiapkan barang untuknya berupa pakaian kalau perlu datangkan langsung dari pabriknya, satu unit mobil mewah, tas mewah, sepatu mewah, pokok nya semua barang yang mewah dan bermerek."
"Baik Nyonya."
__ADS_1
Beberapa saat kemudian kini mereka sudah tiba di rumah mewah milik keluarga Widjayakusuma.
...Kini hari sudah menjelang sore lalu berganti malam....
...Di kediaman Widjayakusuma....
Kini mereka sedang menikmati makan malam.
"Segera habiskan Makan malam kalian, Ibu tunggu kalian di ruang keluarga!" ujar sang Ibu seraya berdiri dan meninggalkan mereka semua yang masih menikmati hidangan makan malam mereka.
...Beberapa saat kemudian....
Kini mereka sudah berkumpul di ruang keluarga, hening ya sangat hening tidak ada yang berani bersuara. Sebelum sang Ibu sekaligus Nenek dari Adam berbicara terlebih dahulu. Setelah cukup lama terdiam dan sibuk dengan pemikiran mereka masing - masing.
Mereka semua hanya bisa saling berpandangan, "Jika itu keputusan Ibu kami hanya bisa menurut saja," ucap sang anak menanggapi, lalu kemudian menoleh ke arah sang Istri, "Iya kan Bun?"
"Iya Yah," lalu sang menantu menatap sang Ibu mertua, "Iya Bu kami semua setuju."
Sang Nenek pun mentap sang cucu yang sedari tadi hanya diam membisu, "Lalu bagaimana dengan mu Dam? Apakah kamu tidak keberatan dengan dengan waktu dua minggu itu?"
Adampun memperbaiki posisi duduknya lalu berucap, "Adam tidak apa Nek."
Mendengar penuturan sang cucu, Nenek pun menggoda cucu satu - satunya itu. Dan cucu wanita yang di maksud oleh Nyonya Luciana siang itu adalah Nabila itu sendiri, "Oh ya sudah kalau begitu bagaimana jika pernikahan kalian kita gelar 1 tahun kemudian?" ucap sang Nenek seraya tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Mereka semua sontak menatap tajam sang Ibu, "Ada apa dengan kalian? kenapa menatapku seperti itu? Kalian pasti iri kan, iri bilang bossss ... melihat kecantikan ku yang tiada tara dan tiada tandingannya di bumi nusantara ini?" ucap sang Ibu tersenyum.
"Ibu kita lagi serius tidak sedang bercanda, lagi pula mana mungkin Bima iri akan kecantikan Ibu secara Bima laki - laki tulen Bu," ucap sang Anak kesal atas candaan ibu nya itu.
Sang Ibu pun menaikkan jarinya ✌🏼✌🏼, "Damai...." masih dengan senyum yang terus menghias di wajah yang nampak tak lagi muda.
Dengan memasang wajah so imut, "Kok kalian yang sewot, Adam aja yang jelas - jelas calon mempelai pria biasa - biasa aja. Ya kan Dam, kamu belum penasarankan dengan malam pertama dan masih bisa bersabar untuk menunggu?"
Mendengar penuturan sang Nenek Adam hanya bisa - bisa senyum - senyum sendiri, entah lah bagaimana caranya dia akan menjalani hidup bersama orang yang belum dia kenal, bagaimana mereka akan melakukan malam pertama, bagaimana dia akan memperlakukan wanitanya sementara dirinya sendiri belum pernah mengenal wanita ( Berpacaran ) karena keseharian dia hanya kerja, kerja dan kerja. Tidak ada refresing karena semuanya Adam lakukan dirumah, jika bosan di dalam rumah dia cukup kebelakang rumah untuk menghirup udara segar sekalian refresing, kan secara rumah Adam ada di pinggir pantai, pembawaan santai namun tegas.
...Dua minggu kemudian....
Semenjak pertemuan singkat dan tak di sengaja dengan pria itu kini Arumi sudah resmi berpacaran dengannya. Dia bernama Tommy Michael Prasetyo anak kedua dari pasangan Dias Rahmadhany Prasetyo dan Ibu bernama Dinda Alvirsa seorang desainer terkenal dan rancangannya di akui baik dalam maupun luar negri selain menekuni di dunia di sainer samg ibu juga pecinta traveling. Seorang pengusaha sukses di bidang properti dan masih banyak lagi usaha - usaha lainnya, ya bisa di katakan tidak jauh beda dengan keluarga Widjayakusuma. Mereka adalah orang - orang yang berpengaruh dalam dunia bisnis dan yang lainnya dan mereka tidak akan segan - segan menyingkirkan dan menghancurkan siapa saja yang berani mengusiknya.
...Di episode selanjutnya, "Keluarga Widjayakusuma akan melakukan lamaran untuk Nabila."...
...❤❤❤...
...Terima kasih untuk yang sudah berkenan mampir memberikan like dan komentar dan terima kasih untuk like mode kalem, maaf komentar - komentar kalian tidak aku balas satu persatu. Untuk yang mau promo monggo promo tapi no spam promo ya hp aye oleng kapten 😂✌🏼. tapi sebelum itu like dulu ya karya aku, lalu tinggalkan jejak di kolom komentar nanti aku berkunjung balik kekarya keren anda - anda semua. Terima kasih, semangat, mari saling mendukung dan tetap jaga kesehatan....
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
...❤❤❤...
__ADS_1