ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 182. Istri pilihan ( S 3 )


__ADS_3

...Assalamualaikum...


...💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞...


...Up suka - suka jidat...


...Note: Yang ingin promosi silahkan promosi, 1 karya aja ya.... tulis judul karyanya di kolong komentar, nanti balik berkunjung dan jangan lupa like karya recehan aku ya.........


...Makasih...


...💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞...


Dengan menahan amarah yang sejak tadi sudah meledak, dia pun mengarahkan padangannya kepada wanita yang kini sudah berada di hadapannya yang tak lain adalah mantan menantunya itu sendiri.


Sambil menatap sinis dan tak suka, "Ooooooo ternyata dia anak kamu? Pantasan aja kelakuannya tidak jauh bandingannya dengan kamu, sama - sama manusia pembawa sial." ucap Nyonya Luciana dengan sinisnya.


"Jaga ucapan anda nyonya, walaupun kami manusia pembawa sial tapi setidaknya kami masih tau cara berterima kasih dengan baik dan benar, bukan malah berbuat rendah seperti yang baru saja anda lakukan terhadap putra saya." ucap Nabila.


Ketika Nyonya Luciana hendak membalas ucapan Nabila, Bima tiba - tiba memotong percakapan diantara mereka itu, "Sudah - sudah bukan waktu yang tepat buat kita berdebat. Yang harus kita lakukan sekarang adalah berdo,a dan mencari cara agar Kirana dapat segera sadar dan sembuh dan segera keluar dari dalam sana." ucap Bima sambil menunjuk ruangan yang kini ditempati sang cucu berbaring dan belum sadarkan diri.


"Iya Nek, masalah ini tidak usah di perpanjang," ucap Adam yang kini ikut menimpali percakapan di antara mereka seraya berjalan kearah sang nenek kemudian merangkul pundak sang nenek memberi ketenangan dan kenyaman kepada sang nenek yang saat ini sedang tersulut emosi.


"Krek........"


Tiba - tiba pintu ruang perawatan Kirana terbuka, seketika itu keluarlah dari dalam sana seorang laki - laki yang memakai baju berwarna biru lengkap dengan masker diwajahnya, stetoskop tergantung dilehernya.....

__ADS_1


"Keluarga Kirana?"


Mereka semua pun berjalan kearah sang dokter, " Kami keluarga Kirana dok?" ucap Adam mewakili tanpa memperdulikan keberadaan Nabila dan chandra yang kini berdiri mematung memandang mereka dari kejauhan.


"Bagaimana keadaan cucu saya dok?" tanya Nyonya Luciana yang sudah tidak sabar ingin mengetahui kondisi sang cucu.


Dokter itu pun memegang pundak wanita paruh baya itu untuk memberikan dukungan dan kekuatan, dengan wajah sedih dan senyum yang sedikit dipaksa kan, "Sabar ya bu.... untuk saat ini cucu anda dalam keadaan tidak baik - baik saja dan dalam keadaan koma dan membutuhkan beberapa kantong darah untuk membantunya melewati masa kritis nya akibat kecelakaan yang baru saja menimpanya?"


Kata - kata sang dokter seperti sebuah boom yang kapan pun dimanapun jika ingin meledak boom itu akan segera meledak dan siap menghancurkan seluruh isi dunia. Orang - orang yang mendengar penuturan sang dokterpun kini hanya bisa harap - harap cemas mengharapkan ada keajaiban dari tuhan agar cucu sematawayang mereka dapat segera bangun dari komanya dan kembali berkumpul ditengah - tengah mereka semua.


Dengan tangan gemetar, diiringi air mata yang kini jatuh membasahi pipinya yang sudah keriput akibat termakan usia yang kini sudah tidak lagi muda, seraya memegang kedua tangan sang dokter, "Lakukan yang terbaik buat cucu saya dok! Apa pun yang anda minta saya akan memberikan nya."


Dokter itu pun tersenyum kemudian mengusap - usap punggung tangan nyonya Luciana untuk memberikan kekuatan, "Kami akan melakukan yang terbaik buat cucu anda."


"AB dan untuk sementara ini stock golongan darah AB dirumah sakit sedang kosong."


Mendengar penuturan sang dokter semuapun terdiam dan hanya saling melempar pandang tanda tidak mengerti bagaimana mungkin Kirana memiliki golongan darah AB sementara mereka tahu didalam keluarga mereka tidak ada yang bergolongan darah AB.


Note :


Nyonya Luciana O mendiang suaminya B.


Bima O bunda Irene A dan Adam ikut sang Ayah O.


Ketika mereka semua berada dalam kebingungan.....

__ADS_1


"Saya bersedia mendonorkan darah saya."


Mata mereka pun tertuju pada suara yang mereka kenali yang masih berdiri tidak jauh dari mereka yang tak lain adalah Nabila.


"Saya bersedia mendonorkan darah saya," ucap Nabila mengulang kalimatnya.


Kini mereka semua merasa lega, haru dan bahagia karena nasib baik akan segera menghampiri Kirana, namun kenyataannya tidak demikian.


Sambil menunjuk kearah Nabila dan raut wajah tidak suka, Nyonya Luciana pun berkata,"Dok,saya tidak sudi darah wanita itu mengalir dalam tubuh cucu saya." walaupun sebenarnya dia tau kalau ini tidak bisa dihindari karena pada kenyataannya Nabila adalah Ibu kandung dari Kirana yang selama belasan tahun dia sembunyikan dari semua orang tentang kebenaran keberadaan orang tua Kirana.


Note:


Ada di pertengan ya cerita ini. Tentang kejadian beberapa tahun yang lalu ketika Kirana dan Chandra masih kecil....


Seketika itu pula wajah Nyonya Luciana mendadak berubah seperti sayur tanpa garam, hambar. Dia takut kalau kejadian beberapa tahun yang lalu terbongkar, dia belum siap kehilangan cucu kesayangannya itu yang tak lain pewaris dari keluarga Widjaya.


"Apa alasan ibu menolak Nabila mendonorkan darahnya untuk Kirana?" tanya Ayah Bimo membuyarkan lamunan sang ibunda tercinta serta meminta penjelasan dari ibunda tercinta tentang maksud kata - kata yang baru saja dia ucapkan.


...💞💞💞💞💞💞💞...


...TERIMA KASIH...


...Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang melaksanakannya...


...💞💞💞💞💞💞💞...

__ADS_1


__ADS_2