ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 131.ADICANDRA AKARSANA ADMAJA & ADIKIRANA AMBAR ADMAJA. REVAN ADRIAN ADMAJA


__ADS_3

Sebelumnya author mo minta maaf nih bagi author yang sudah dukung IP maaf belum bisa berkunjung balik ke karya keren kalian karena sementara sibuk mempersiapkan malam ke 40 abah. Tapi jangan khawatir nanti aku berkunjung kok walau lelet seperti keong yang sedang berjalan. Terima kasih untuk yang masih setia mengikuti IP, Alhamdulillah sudah berada di detik - detik TAMAT dan akan ada seasson duanya di judul yang berbeda.



...❤❤❤❤❤...


Kini rombongan Nyonya Luciana sudah tiba di rumah dan saat bersamaan pula Adam pun tiba dirumah.


Kini mereka semua sudah berada di dalam rumah dan sudah duduk di ruang keluarga bersama Bu Yana, dan yang lainnya. Suasana disana cukup menegangkan dan bukankah seharusnya mereka bergembira lantaran baru saja menyambut cucu pertama di keluarga Widjaya tapi ini malah kebalikannya suasananya sangat dingin dan mencengkam.


"Hmmmm...." suara deheman Nyonya Luciana membuyarkan lamunan mereka.


"Ada pengumuman apa yang ingin kamu sampaikan Adam?" tanya Nyonya Luciana langsung pada pokok pembahasan.


Sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan meletakkan di atas meja, "Plak," Bunyi amplop putih yang di lempar Adam di atas meja.


Sambil menatap wajah Arumi, "Bisa kamu jelaskan isi surat itu?" tanya Adam tanpa basa basi.


Arumi pun mangambil surat itu, di buka lalu kemudian membacanya, "Aku tidak mengerti apa maksud surat ini."


"Baiklah jika kamu tidak mengerti akan aku jelaskan sama kamu dan sama semua orang yang ada di sini berhubung semuanya telah berkumpul."


Kemudian Adam tarik nafas lalu mengeluarkannya secara perlahan, dengan tegas, "Siapa Ayah dari anak yang sudah kamu lahirkan? Jawab?" bentak Adam dan semua orang yang ada pun turut terkejut tapi tidak dengan Bunda Irene karena memang sebelumnya Bunda Irene sudah di beri tahu Adam perihal bayi yang di kandung Arumi.


Dengan bergetar dan terbata - bata, "M_Masuk a_apa? Aku tidak mengerti?"


"Sudah lah Arumi tidak usah mengelak lagi. Jika kamu menginginkan uang, harta atau apa tinggal katakan saja tidak usah menipu dengan cara yang menjijikan seperti ini." ucap Adam dengan suara bertambah satu oktaf.


"Maksud kamu apa Dam? Siapa yang sudah menipumu?" kini Bu Yana turut menimpali perdebatan di antara sang Anak dan sang menantu dan masih saja pura - pura untuk bodoh.


Bunda Irene dan yang lainnya hanya bisa jadi penonton dan memperhatikan serta menyimak jalan dari akhir sebuah cerita yang kini tersaji di hadapannya.


"Bu ... sebelum Adam nyuruh Ibu untuk bicara tolong Ibu diam saja. Ini urusan Adam dengan Arumi." bentak Adam dan bukan maksud untuk kurang ajar.


"Jelas Ibu ikut campur karena ini menyangkut anak Ibu." kini bu Yana tidak mau kalah dengan Adam serta menambah satu oktaf suaranya.

__ADS_1


Sambil mengulang kembali kata - katanya, tanpa memperdulikan cuitan sang Ibu mertua, "Cepat katakan siapa Ayah dari anak yang kamu lahirkan?"


"Sayang apa maksud kamu? Sudah jelas ini anak kita?" ucap Arumi meyakinkan sambil mendorong kursi rodanya kearah sang suami kemudian hendak memeluknya, namun tiba - tiba tangan Arumi di tepis Adam dengan kasar, "Jauh kan tangan kotormu dari tubuhku."


"A_pa maksudmu?"


"Cepat katakan siapa Ayah dari anak yang kamu lahirkan wanita jalang?"


"Dia Anak kita sayang, dia putramu!"


"Bohong, dia bukan putra ku. Dia anak orang lain." sambil membuang muka kearah yang lain.


Mendengar kata - kata Adam seketika wajah Nyonya Luciana pucat, kepala pening, dan dengan perlahan memijat - mijat pelipisnya, "Apa maksud kamu Dam?"


"Iya Nek wanita murahan ini sudah menipu keluarga kita dengan mengklaim anak yang di kandungnya adalah anak Adam sementara Adam mandul." kata - kata itu akhirnya lolos juga dari mulut Adam dan sontak membuat orang - orang yang ada disana syok termasuk Arumi, Bu Yana dan tak kalah syoknya Nyonya Luciana. Ternyata menantu yang di bangga - banggakan tak lebih dari seorang penipus kelas kadal.😂😂😂.


"Apa Dam kamu mandul? Lalu bagaimana Nabila bisa hamil? Apa bayi yang di kandung Nabila juga bukan Anakmu?"


Dengan penuh penyesalan, "Bayi yang di kandung Nabila adalah Anak Adam Nek."


Deg....


Deg....


Deg....


"Tapi tunggu dulu bagaimana dia bisa hamil sementara kamu saja mandul?"


"Cerita nya panjang Nek, dan Adam akan cari Nabila dan akan membawanya kembali kerumah ini lagi. Adam janji itu."


Lama mereka terdiam. hingga akhirnya


Ketika Arumi hendak bicara namun lagi - lagi Adam lebih dulu angkat bicara, "kalian mau keluar secara baik - baik dari rumahku atau aku akan seret kalian keluar dari rumahku?"


Bu Yana kini berdiri dari duduknya, "Tidak bisa begini main suruh keluar - keluar saja. Mana bukti jika Anak Arumi bukan anak kamu? Dan kami akan meminta harta gono gini dari sini masa putri saya sudah melayani kalian dengan setulus hati, segenap jiwa raga lalu kalian campakkan begitu saja tanpa memberikan imbalan atas apa yang sudah putriku lakukan untuk kalian."

__ADS_1


"Tidak ada penjelasan untuk itu. Sekali lagi Adam tekankan pada Ibu dan Arumi, mau keluar dari sini secara baik - baik tanpa meminta apa - apa atau saya beri apa yang Ibu minta tapi kalian akan berkahir di penjara?"


"Dan satu lagi mulai hari ini, detik ini aku jatuhkan talak sama kamu dan mulai hari ini kamu bukan istriku lagi. Silahkan keluar dari rumahku!"


Arumi pun berusaha bangkit dari kursi rodanya kemudian beringsut hendak menggapai kaki Adam ketika sampai, dia pun menangis tersedu - sedu dan tangisannya sungguh sangat memilukan dan menyayat hati bagi siapa pun yang mendengarnya.


"Aku minta maaf, hiks ... hiks ... hiks ... dan dia benar bukan putramu tapi tolong beri aku satu kesempatan untuk memeperbaiki diri hiks ... hiks .... aku sungguh sangat mencintaimu dan tidak mau berpisah dari kamu."


Namun Adam bukannya menjawab malah menepis tangan Arumi secara kasar lalu kemudian meniggalkan ruangan itu menuju lantai 3 di mana kamarnya berada.


Tidak habis akal kini Arumi beringsut kearah Nyonya Luciana tapi sebelum sampai Nyonya Luciana pun kini buru - buru berdiri kemudian berlalu pergi dari sana, begitu pula Bunda Irene dan Ayah Bima hingga tertinggallah mereka berdua. Dan mau tak mau Bu Yana dan Arumi pun harus keluar meninggalkan rumah besar itu dengan penuh rasa dendam dan amarah karena Bu Yana merasa sangat terinjak - injak harga dirinya.


**************


Di rumah sakit kini Nabila sedang berbahagia menyambut kedatangan putra dan putrinya dan tak henti - hentinya mengucap syukur karena putra putrinya lahir tanpa kekurangan satu apa pun.


Adrian sangat menikmati perannya seolah - olah seperti Ayah dan suami siaga untuk sang ratu hati😂😂. Dan satu jam yang lalu Nabila mendapat banyak kado dan ucapan selamat dari pihak rumah sakit dan itu membuat Adrian hanya mampu menepuk jidatnya😂😂.


Sambil menggendong salah satu bayi Nabila, " Nabila ... apa kamu sudah punya nama untuk dedek tampan ini?" tanya Adrian tanpa menoleh kearah Nabila karena terlalu sibuk dengan dedek bayi yang ada dalam gendongannya.


Sambil menggeleng dan berucap lirih, "Belum."


"Bagimana kalau aku kasih Nama kemereka Adicandra Akarsana Admaja


dan si putri bernama Adikirana Ambar Admaja."


Nabila yang mendengar nama - nama putri mereka hanya bisa terenyum bahagia namun ada hal aneh mengenai nama anak mereka "Admaja,"


Nabila pun bertanya, "Admaja?"


"Iya Admaja. Admaja itu belakang namaku. Revan Adrian Admaja," ucap Adrian.


Lagi - lagi Nabila hanya hanya bisa terharu mendengar penuturan dokter muda itu dan Nabila sangat bersyur pada Tuhan karena telah mempertemukan dia dengan keluarga yang sangat baik seperti keluarga Adrian walaupun pertemuan mereka pertemuan yang tak disengaja.


...❤❤❤❤❤❤❤...

__ADS_1


...TERIMA KASIH DAN JANGAN LUPA BANTU VOTE YA.🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


...❤❤❤❤❤❤❤...


__ADS_2