ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 117. Up setengah hati versi 3


__ADS_3

Kini mereka sudah sama - sama dirumah. ( Tentunya beda rumah ya guys 😂😂 ).


...***************...


"Coba sekarang ceritakan sama Tommy rahasia apa yang sudah Mama sembunyikan dari Tommy dan apa yang sudah Mama sembunyikan dari Tommy perihal kematian Kakak?" tanya Tommy dengan mencoba mengajak sang Mama berkomunikasi dengan kepala dingin karena saat ini dia benar - benar terpukul mendengar cerita singkat sang Mama di beberapa jam yang lalu. Walau sebenarnya Tommy dan sang Kakak tidaklah terlalu akrab bukan berarti dia tidak menyayangi sang Kakak.


Mama Dinda pun mulai menarik nafas kemudian membuangnya secara kasar, "Baiklah Mama akan bercerita kenapa Mama bisa membenci keluarga Dharmawangsa."


...Mama Dinda Dalam kenangan...


...❤❤❤❤...


"Hari itu hari di mana hari yang sangat bersejarah untuk Mama di mana hari itu Mama akan melepas masa lajang Mama bersama orang yang Mama sayang dan cintai." ucapan Mama Dinda terjeda, kini kembali butir bening kristal membanjiri mata indahnya.

__ADS_1


"Lalu?"


"Kami akan mengikrarkan janji suci dan sumpah setia di hadapan penghulu tetap di jam 9 pagi, tapi calon mempelai pria tidak lah datang hingga malam menjelang. Satu persatu tamu undangan kala itu mulai gelisah dan duduk tak nyaman begitu pula dengan Mama terutama Kakek dan nenekmu mereka pun turut merasakan hal yang sama, detik, menit jam pun berlalu. Satu persatu tamu dan para undangan pergi meninggalkan rumah di kala acara belum dilaksanakan. Malu, hancur itulah yang Mama rasakan di saat itu. Muka jangan di tanya. Mama beserta keluarga besar sudah tidak punya muka untuk bertemu dengan orang dan para tetangga. Mama sempat depresi di kala itu, sedangkan Kakek mu tidak lama setelah itu pun turut meninggalkan Mama dan Nenek untuk selama - selamanya akibat serangan jantung dadakan. Tiga tahun setelah itu Mama mulai bisa bangkit atas dorongan Nenek dan saudara - saudara ( Sepupu ) Mama, dan saat Mama mulai bangkit dari keterpurukan dan berangsur - angsur bisa melupakan kejadian memalukan itu dan berusaha membuka hati untuk pria lain pada saat itu lah Mama bertemu dengan Papa Dias, awalnya Mama tidak percaya dengan cinta dan Pria karena bagi Mama semua Pria sama di mata Mama sama - sama brengsek tapi Papa Dias tidak pernah goyah untuk tetap mengerjar Mama hingga Mama menyerah hingga akhirnya kami menikah dan tidak lama kemudian lahirlah Kakakmu Satria. Namun malang tak dapat di tolak. Ketika dia mencintai dan menyayangi sang kekasih dan sudah berniat ingin melamarnya dan walaupun sesungguhnya wajah wanita yang berhasil merebut hati anak Mama tak pernah Mama tau rupanya, tinggi badannya, panjang rambutnya karena selama ini Satria cuma mengenalkan Mama lewat fotonya saja. Tapi Mama tau kalau dia wanita yang sudah pasti sangat cantik dilihat dari foto yang setiap saat di abadikan satria lewat ponselnya. Siang itu Satria pergi makan siang di sebuah restoran dan tanpa sengaja melihat wanitanya bersama pria lain sedang bercumbu mesra tepat di hadapannya dan itu membuat Satria marah dan murka seketika itu pula wanitanya memutus hubungan secara sepihak dan itu membuat Satria tidak terima karena wanita itu membanding - bandingkan dirinya dengan pria lain di hadapannya. Sejak saat itu Satria sakit - sakitan hingga akhirnya harus di rawat di rumah sakit jiwa akibat hanya nama wanitanya yang dia ingat, Mama sudah cari alamat wanita itu namun Mama tidak pernah menemukannya, hingga akhirnya Kakakmu lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan cara meminum obat tidur dengan dosis yang sangat tinggi."


"Lalu kenapa Mama membenci Ibu Arumi?"


"Yana dan Mama adalah sahabat, dan Dharma adalah kekasih hati Mama tapi Mama tak pernah tau dan sadar jika mereka diam - diam menjalin hubungan spesial di belakang Mama. Dan pada saat di hari pernikahan Mama, Dharma tidak datang karena Dharma telah melangsungkan pernikahan dengan Yana, itu menurut tetangga Mama yang turut hadir di acara mereka." Mama Dinda pun membuang nafas secara kasar setelah semua beban yang di simpan selama puluhan tahun yang lalu berhasil di ceritakan ke anaknya tanpa kurang satu apapun.


Mama Dinda pun menggenggam tangan sang Anak, "Mama tidak mau kamu menikah dengan Arumi, akhiri hubungan mu dengan Arumi, Mama mohon sama kamu, akhiri hubungan ini dan menikahlah dengan Siska," ucap Sang Mama sambil menyatukan tangan Siska dan Tommy. Namun Tommy perlahan - lahan menarik tangannya, "Maafkan Tommy Mah, bukannya Tommy mau jadi anak durhaka dan bukannya Tommy tidak mau membuat Mama dan Papa bahagia di usia yang senja. Tapi, sungguh Tommy tidak bisa melakukan itu untuk Mamah." ucap Tommy dengan menunduk.


Dengan tegas, "Pokoknya Mama tetap tidak setuju jika kamu masih menjalin asmara dengan Arumi, Mama minta sama kamu putuskan hubunganmu dengan Arumi atau ...." kata - kata Mama Dinda terjeda. Kemudian menatap lekat wajah sang Anaknya itu. "Atau apa Mah?" tanya Tommy.


"Atau kamu keluar dari rumah ini tanpa membawa fasilitas apa pun dari sini. Hiduplah mandiri di atas kakimu sendiri." akhirnya kata - kata itu lolos juga dari mulut Mama Dinda. Sebenarnya dia tidak ada niat untuk berucap begitu tapi ini demi membuat mereka putus keluarlah ancaman sang Mama.

__ADS_1


Dengan tegas, "Sekali lagi maaf kan Tommy Mah, Tommy tidak bisa melakukan itu. Walau Tommy diusir sekali pun dari rumah ini dan tidak membawa fasilitas apa - apa dari sini mungkin Tommy akan memilih itu. Maaf kan Tommy mah maafkan Tommy,"


Tommy berdiri dan berlalu pergi dari hadapan sang Mama, "Bukan niat Tommy ingin durhaka pada Mama dan bukan niat Tommy tidak patuh pada Mama tapi sungguh untuk saat ini Tommy berada di antara pilihan yang sangat rumit untuk Tommy pilih, antara Arumi dan Mama dan ini wujud janji Tommy pada Arumi apa pun yang terjadi dan bagaimana pun keadaan Arumi, Tommy akan selalu berada di sisi Arumi. Tapi alangkah bahagianya andai kata dapat Tommy pilih keduanya." ucap Tommy dalam hati dan kini melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya.


...❤❤❤❤❤...


"Bu ... apa sebenarnya yang sudah terjadi antara Ibu dan Tante Dinda?" tanya Arumi yang kini ikut duduk di tepi pembaringan sang Ibu.


Ibu Yana hanya bisa menghembuskan nafas nya dan kini kembali peristiwa silam menari - nari di benaknya dan dia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan Dinda setelah puluhan tahun mereka tak berjumpa. Semenjak dirinya usai menikah dia pun menutuskan untuk pindah dari rumah lama dan ikut suaminya karena dia ingin menghindari Dinda. Tapi, hari ini tanpa di sengaja orang yang di hindarinya akhirnya bertemu juga.


...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...


Semoga tidak membingungkan dan terima kasih untuk yang masih setia mendukung IP hingga akhir ini.

__ADS_1


Kira - kira apa ya yang membuat Tommy bertahan dengan Arumi? setelah tahu cerita yang sebenarnya?


...🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏🍏...


__ADS_2