ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 172. CLBK 36.


__ADS_3

Kini para murid dan wali murid sudah berada di dalam ruangan dan sudah duduk di kursi masing - masing. Siswa siswi duduk di kursi paling depan. Selang beberapa saat Mc pun membacakan susunan acara mereka pada hari ini.


.


.


.


Tidak terasa kini sudah masuk di acara inti. Persembahan siswa siswi lagu untuk sang Ayah tercinta pun kini telah di persembahkan.


.


.


.


Acara selanjutnya menampilkan bakat untuk di persembahkan kepada sang Ayah tercinta. Anak - anak satu persatu mulai menunjukan bakat apa yang mereka miliki buat di persembahkan di hari yang bahagia ini yaitu hari Ayah.


.


.


.


Kini kesempatan Varo yang akan menunjukan apa yang akan di persembahkan buat sang Ayah, Ibu, Paman dan Nenek tapi yang terkhusus buat sang Ayah.


Di atas panggung Varo mulai memulai memberikan sepata dua patah.


"Assalamualaikum...."


"Waalaikumsalam." jawab semua orang yang berada di ruangan itu.


"Varo akan membacakan puisi khusus untuk Ayah Varo tercinta."


Dengan diiringi tepuk tangan bergemuruh dan musik instrumen yang syahdu Varo pun mulai membaca puisinya.



Hening tak ada yang bersuara, seolah - olah mereka hanyut dalam buaian lantunan puisi indah yang di bacakan Varo dan itu membuat hati Tommy tersentuh dan menanamkan dalam hati akan mencintai dan menerima Varo apa adanya dan penyesalan pun kini melandanya karena sudah menyia - nyiakan sang kekasih dengan kata lain Ibunda Varo. Sekilas mata mereka pun saling bertemu lalu kemudian sama - sama membuang muka dan Mama Dinda pun turut merasakan hal yang sama dengan sang Anak dan penyesalanpun kini meliputinya. Tak seharusnya dulu dia berbuat seperti itu terhadap Arumi namun dendam lebih mendominan di dalam hatinya hingga cinta kasih di antara sang Anak dengan sang kekasih terbutakan oleh akal dan hati nurani.


Tepuk tangan bergemuruh membuat mereka tersadar dan kembali pada kenyataan yang mereka hadapi saat ini.

__ADS_1


.


.


.


Pemenang lomba baca puisi di hari spesial untuk Ayah pun telah di dapat. Satu persatu orang tua wali murid beserta guru - guru memberikan ucapan selamat pada siswa siswinya yang meraih juara.


.


.


.


Kini mereka sudah berada di luar gedung sekolah. Sambil berjalan bergandengan tangan, sementara Arumi, Akbar dan Mama Dinda mengiringinya dari belakang.


"Sayang, karena kamu menang hadiah apa yang akan kamu minta belikan sama Papa?"


Varo pun berhenti melangkah dan menatap kearah Tommy, "Pah, Varo nggak meminta hadiah apa pun. Varo hanya meminta kita tinggal bersama - sama," ucap Varo.


"Sayang...." Ucap Arumi memotong ucapan mereka dan melangkah mendekat kearah mereka.


"Sayang Varo bicara apa sih? Kan ada Mama, ada Paman Akbar dan kita tidak butuh orang asing untuk masuk kedalam kehidupan kita."


"Anak? Anak mana yang kamu maksud Mas? Anak yang mana?"


.


.


.


"Kamu tidak bisa menjawabnya kan? pria yang baik dan sejati tidak akan meninggalkan wanitanya dalam keadaan bagaimana pun." ucap Arumi dan menarik tangan Varo untuk di bawanya pergi dari hadapan Tommy dan yang lainnya. Selepas Arumi pergi, Akbar pun mendekat dan menepuk pundak Pria yang hampir saja menjadi iparnya itu.


"Sabar Mas mungkin dia perlu waktu untuk berfikir dan nanti aku bantu kamu untuk meluluhkan hatinya. Maafkan dia, dia hanya butuh waktu untuk memikirkan kembali."


Sambil tersenyum, "Terima kasih Mas."


"Aku pulang dulu."


"Hmmmmmm, sekali lagi terima kasih."

__ADS_1


"Tante, Akbar pulang dulu." ucap Akbar memunta ijin pada wanita paruh baya yang kini berdiri tak jauh dari dia.


Mama Dinda pun mendekat, "Jika bukan karena keegoisan tante mungkin Arumi tidak akan jadi seperti ini. Ini semua salah Tante Nak." ucap Mama Dinda menyesali semua perbuatannya di masa lalu.


"Sudah lah tante tak ada yang patut di sesali, semua telah terjadi. Akbar pamit pulang dulu," ucap Akbar sambil mencium punggung tangan wanita paru baya itu.


"Mas semangat ya."


"Selalu semangat."


...❤❤❤❤❤...


Dirumah kontraakan yang kecil dan pengap kini Siska berjalan mondar mandir memikirkan cara apa yang bagus untuk memberikan mereka pelajaran agar apa yang memang seharusnya menjadi miliknya kini kembali kepadanya dan mereka bisa merasakan penderitaan apa yang sudah dia rasakan selama berada di kontrakan kecil dan pengap ini.


Sambil memegangi pelipisnya, "Ayo otak berfikir, kemana Siska yang pintar yang pernah aku kenal, ayo dong beri ide pelajaran apa yang bagus untuk memberikan mereka pelajaran atau setidak nya Tommy kembali kepadaku dan menikahi ku biar aku kembali menjadi orang kaya dan memiliki banyak teman - teman seperti dulu lagi."


Sang Ibu yang melihat itu hanya bisa geleng - geleng kepala menyaksikan putri satu - satunya seperti sedang dalam kebimbangan. Mama shiren pun berjalan mendekat, "Kenapa tuh muka kayak pakaian yang nggak pernah disetrika Sis?" tanya sang Mama ketika sudah berdiri tak jauh dari sang Anak dan mendapati wajah sang Anak sedang tidak baik - baik saja.


"Apa kamu tidak capek sedari tadi mama perhatikan kamu berjalan mondar mandiri kayak setrikaan saja. Mama yang puyeng lihat kamu." teguran sang Mama membuat Siska berhanti dan menoleh keasal suara.


"Eh ... Mama sejak kapan mama ada di kamar Siska?"


"Sejak tadilah. Ada apa? Apa kamu ada masalah?"


"Mama, Siska tidak rela apa bila Tommy menikah dan hidup bahagia dengan wanita selain Siksa."


Mendengar penuturan sang Anak, Mama Sherin pun mengerutkan kening, "Maksud kamu?"


"Pokok nya jika Siska tidak bisa mendapatkan Tommy, OB sialan itu pun tidak akan pernah bisa memiliki Tommy."


"Apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku akan mengambil barang berharga yang mereka punya."


"Apa itu?"


Sambil tersenyum menyeringai, "Mama tunggu aja, apa yang akan Siska lakukan dan kejutan apa yang kan Siska berikan kepada mereka."


...❤❤❤❤❤...


...TERIMA KASIH...

__ADS_1


...❤❤❤❤❤...


__ADS_2