ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 59. ( DOBEL 58 DAN 59 )


__ADS_3

Dengan suara serak khas orang habis menangis, sambil memijat - memijat anggota tubuh sang Ibu yang mudah di jangkau oleh Nabila, "Ibu sakit apa sih? Kenapa Nabila tidak ada yang memberi tahu kalau Ibu sakit?" ucap Nabila sambil sesekali mengusap air matanya dengan punggung tangannya.


Dengan suara lirih, parau dan mata sayu sang Ibu pun berkata, "Maaf kan Ibu Nak? Ibu tidak ingin membuatmu sedih dan khawatir jika kamu tau keadaan Ibu yang sebenarnya."


Sambil memegang tangan sang Ibu, lalu mencium punggung tangan sang Ibu, "Ibu lupa kalau Nabila juga anak Ibu? Jadi, Nabila juga berhak tau apa yang sudah terjadi dengan Ibu. Ayo katakan pada Nabila di bagian mana yang sakit Nanti Nabila obatin?"


Sang Ibu pun menitikkan air mata entah air mata sedih, bahagia atau air mata kemenangan karena rencana sudah berjalan cukup lancar dan sempurna.


"Nabila maafkan Ibu yang sudah membuatmu menderita," ucap sang Ibu yang kini dengan perlahan - lahan berusaha untuk bangun dari tidurnya sendiri.


Nabila pun membantunya, "Ibu tidak salah, Nabila lah yang salah."


Sang Ibu pun meraih tangan sang Anak, "Kamu memang Anak yang berhati mulia sayang. Ibu menyesal telah memperlakukan mu dengan tidak adil."


"Ibu sudah lah yang berlalu biarlah berlalu, jangan lagi diingat, kita mulai dari awal lagi. Ok?"


Sang Ibupun mengangguk, "Baiklah sayang jika itu maumu." sang Ibu pun memeluk Nabila dengan sangat erat.

__ADS_1


"Sungguh sangat mudah," gumam sang Ibu dalam hati.


"Ehem ... ehem ...." deheman itu membuat keduanya kembali kealam nyata dan segera melepas pelukannya.


Sang Ibu pun menoleh kesamping sambil tersenyum, "Oh iya Ibu lupa kalau Ibu punya dua putri yang cantik." ucap ibu terkekeh.


Mereka pun mengobrol dan berbagi pengalaman, serta bercanda ria, tiba - tiba, Ibu terbatuk sambil memegangi dadanya, "Uhuk ... uhuk ...."


Dengan wajah panik, Nabila langsung meraih air putih yang ada di atas nakas, sementara Arumi mencoba menenangkan sang Ibu, "Ibu tidak apa - apa kan? Katakan pada Arumi bagian mana yang sakit?"


Nabila pun membantu sang Ibu untuk meminum air putih, "Nih Ibu minum dulu airnya!"


Dengan masih wajah di selimuti rasa khawatir, "Bu ayo kita kerumah sakit! Nabila takut ada apa - apa dengan Ibu," ucap Nabila mencoba membujuk dan merayu sang Ibu.


Dengan tenang dan masih menikmati perannya, "Ibu istirahat di rumah saja, paling sebentar lagi Ibu juga sehat dengan cara beristirahat cukup. Lagi pula Ibu tidak punya uang jika harus konsultasi hingga harus sampai di rawat di rumah sakit."


Kali ini Arumi menyela dengan mendukung peran yang di mainkan sang Ibu agar terlihat lebih meyakinkan, "Bu Arumi punya kalung yang Ibu hadiahkan untuk Arumi waktu Arum ultah. Dengan kita jual pasti kita dapat uang dan Ibu tidak perlu lagi memikirkan bagaimana cara membayar semua kebutuhan rumah sakit."

__ADS_1


Sang Ibu pun menggeleng, "Jangan dijual sayang. Itu satu - satunya benda berharga yang kamu punya."


Nabila tanpak terdiam dan termenung meikirkan bagaimana caranya dia mendapatkan uang. Tidak mungkin meminta pada suaminya, tidak mungkin dengan mertuanya, lebih - lebih tidak mungkin dengan sang ayah mertua.


Setelah cukup lama terdiam, Nabila pun ingat kartu Atm dari Nyonya Luciana yang seharusnya di terima nya pada saat memperlai pria datang melamar dan antar jujuran tapi niatnya di urungkan melihat kelukuan anak dan ibu yang tidak sopan.


Note : Jadi, selain mobil mewah, baju, tas dan lainnya seharusnya di hari bersamaan Nabila di lamar dia juga seharusnya dapat ATM dengan total saldo 1 M.


Sambil mengelus - elus tangan sang Ibu, "Ibu tidak usah khawatir soal biaya perobatan dan yang lainnya, yang terpenting Ibu sehat, Nabila yang akan menanggungnya."


Arumi dan sang Ibu pun menoleh ke arah Nabila dengan tidak percaya. "Maksud kamu, kamu akan minta uang sama suami kamu atau dengan Ibu mertuamu atau Ayah mertuamu?" kini Arumi menyela seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. jika sang adik sanggup untuk membiayainya.


Nabila pun menggeleng, "Bukan. Nabila tidak akan minta pada siapa pun uang. Karena Nabila punya sendiri uang."


...❤❤❤...


...Terima kasih untuk yang sudah mampir memberikan like dan komentar dan terima kasih untuk like mode diam. Maaf komentar - komentar kalian tidak aku balas satu persatu. untuk promo monggo promo.tapi tidak spam promo. lalu like karya aku dan tinggalka jejak di kolom komentar dan tunggu kedatanganku di sana. Semangat, mari saling mendukung dan tetap jaga kesehatan....

__ADS_1


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


...❤❤❤...


__ADS_2