ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN
Bab 157. CLBK 21. Komentar positif kalian semangat ku Up.


__ADS_3

...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


"Hallo, pangeran kecilnya Mama." sapa Arumi ketika sudah tiba di halaman sekolah dan kebetulan sudah ada Varo di sana menunggu di pos satpam.


Varo pun menoleh keasal datangnya suara, "Hai Mama. Mama sudah kerjanya?"


"Sudah dong sayang. Yuk Mama antar kamu pulang."


Namun Varo tak bergeming pada tempatnya. Arumi pun bingung dengan perubahan sikap sang anak yang biasanya jika di ajak pulang akan langsung menurut tapi kali ini sepertinya dia sedang tidak ingin pulang bersamanya.


Arumipun mensejajarkan tinggi badannya dengan sang anak, sambil tersenyum serta mengusap lembut kepala sang anak, "Ada apa sayang? Apa di sekolah tadi ada yang mengganggu Varo? Apa ada teman Varo yang usil dengan Varo?"


Sambil menggeleng, "Tidak Ma."


"Lalu?"


"Varo mau sama Ayah."


Dahi Arumi mengernyit, "Ayah mana yang kamu maksud Varo?"


Sambil menundukan wajahnya, "Ayah yang tadi pagi Mah."


"Kamu jangan ngada - ngada Varo, dia bukan Ayah Varo."


"Lalu Ayah Varo di mana?" ucap Varo seraya berlalu pergi dengan derai air mata yang kini semakin deras membanjiri pipi mungilnya.


"Tunggu Varo tunggu!" ucap Arumi seraya berdiri dan menyusul Varo yang kini sudah melangkah cukup jauh di atas kaki mungilnya.

__ADS_1


"Varo tunggu Mama sayang!"


Namun Varo enggan untuk berhenti dan memilih mengabaikan panggilan sang Ibu.


"Varo sayang nggak boleh gini sama Mama. Varo ... Varo ...."


Varo pun berhenti, tanpa menoleh, "Ada apa Mah? Apa Varo nggak punya Ayah atau Varo anak yang di lahirkan tanpa seorang Ayah?"


Dengan berusaha setenang mungkin untuk menghadapi putra semata wayangnya itu, dan berusaha menyuguhkan senyum terbaiknya untuk menutupi kegugupan dan pertanyaan sang anak yang memang begitulah kenyataan yang sebenarnya.


Sambil mensejajarkan tinggi tubuh sang anak, "Varo sayang, Varo punya Ayah kok beri Mama waktu beberapa hari akan Mama bawa Ayah Varo kehadapan Varo."


Varo pun menghapus air matanya, "Sungguh?"


Sambil mengangguk, "Iya sayang."


"Sama - sama sayang."


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Di taman belakang rumah sambil bersantai dan menikmati pemandangan pantai kini Adam, Bunda Irene dan Ayah Bima sedang duduk santai menikmati pemandangan pantai yang memberikan kesejukan kenikmatan, serta ketentraman jiwa bagi siapa saja yang menyaksikannya. Sambil sesekali melempar canda dan tawa.


Tanpa menoleh, "Sayang, kapan kamu akan kembali ke perusahaan?"


Adam pun menoleh ke arah sang Ibu, "Bun, Adam nggak harus turun tangan langsung kan ada Ghea yang bisa Adam andalkan dan Adam dari rumah juga bisa mengontrol perusahaan."


"Lalu kapan kamu akan menata hidupmu kembali setelah kandasnya rumah tanggamu di empat tahun yang lalu?" tanya sang Ibu dengan mimik wajah yang sedih mengingat kegagalan sang Anak dengan pernikahannya yang terdahulu akibat keegoisan sang Ibu mertua dan mengakibatkan keretakan dan berakhir perceraian kepada pernikahan sang Anak.

__ADS_1


"Benar apa yang di katakan Bunda kamu Dam. Mungkin sudah saatnya kamu harus memikirkan masa depanmu. Kamu juga butuh pendamping hidup yang akan menemanimu hingga ajal menjemputmu." kini Sang Ayah turut menimpali percakapan mereka berdua.


Dengan ketidak yakinannya dengan keadaannya yang sekarang, "Apa mungkin ada wanita yang ingin menikah dengan Adam mengingat keadaan Adam yang tak mungkin bisa memberikan keturunan?"


Sambil merangkul pundak sang Anak, "Dam, jika kalian tidak bisa memberikan kami cucu yang murni dari kamu dan istrimu kelak, cucu dari panti asuhan pun kami tidak akan menolak asalkan kalian bahagia dan menyayangi anak - anak itu dengan hati yang ikhlas dan menyayangi anak - anak itu dengan penuh kasih sayang layaknya menyayangi dan mencintai anak kandung kalian sendiri."


"Iya Dam. Bunda dan Ayah ingin melihat mu menikah, Bunda dan Ayah ingin melihatmu kembali membina rumah tangga dan semoga menjadi pernikahan yang pertama dan yang terakhir untukmu. Kegagalan yang pertama jadi kan pelajaran untuk menuju pernikahan Samawa untuk yang kedua kalinya," ucap sang Bunda dengan sorot mata yang sukar di artikan.


"Apakah kamu sedang dekat dengan seorang gadis?" tanya sang Ayah.


Sambil menggeleng, "Tidak Yah."


Mereka pun sama - sama terdiam dan sibuk dengan pemikirannya masing - masing.


Setelah lama terdiam, Bunda Irene pun kembali berbicara, "Dam kenapa kamu nggak kembali PDKT dengan Ghea? Walau bagaimana pun kalian dulu sempat menyukai walau sukanya hanya sebatas angin lalu? Anggaplah cinta kalian ini cinta CLBK."


"Apaan tuh Bun CLBK?"


"Cinta Lama Belum Kelar - kelar, haaa ... ha ... ha ...," ucapan sang Ayah diiringi gelak tawa yang memekakkan gendang telinga. 😂😂😂.


Dengan wajah cemberut, "Ayah apaan sih?"


Sambil menunjuk wajah sang Anak, "Tuh lihat Bund, wajah anak kita sepertinya sedang bermekaran bunga - bunga jatuh cinta. Ha ... ha ... ha ...." 😂😂😂. authornya kehabisan bahan 😂😂😂.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...TERIMA KASIH...

__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2