
Mereka tersentak kaget sesaat mendengar suara Raja bayangan kembali bangkit dari kehancuran tubuhnya. Perlahan gumpalan cahaya bersatu dan membentuk tubuh raksasa Raja bayangan. Akan tetapi, kali ini terlihat lebih berbeda dari sebelumnya. Sepertinya Raja bayangan telah mempersiapkan sesuatu untuk diperlihatkan kepada Valencia.
"Kau cukup gigih juga rupanya. Sungguh, kau membuatku ingin tertawa," ucap Valencia menyunggingkan senyumnya.
Valencia berencana untuk terbang lagi ke atas, tapi dia menyadari memang ada sesuatu yang aneh dari Raja bayangan. Valencia mengurungkan niatnya untuk terbang, dia memutuskan untuk menyaksikan sementara apa yang akan dilakukan Raja bayangan berikutnya.
"Sepertinya kau lupa tentang sesuatu, bagaimana kau bisa melupakan penyebab utama kau marah?"
Pandangan Raja bayangan menuju ke arah portal yang digunakan untuk menampung jiwa manusia. Valencia seketika sadar, dia tahu bahwa saat itu Raja bayangan berupaya memanfaatkan para jiwa manusia yang telah dia kumpulkan.
"Kau tidak bisa menggunakan mereka! Apabila kau masih bersikeras memanfaatkan jiwa manusia untuk kebuhan kekuatanmu, maka kau berhadapan denganku!" teriak Valencia dipenuhi kemarahan mendalam.
"Hahaha." Ini ke sekian kalinya Valencia mendengar suara tawa aneh Raja bayangan. "Kau tidak akan bisa menghentikanku, aku akan menjadi kuat jika aku menelan seluruh jiwa manusia ini."
Raja bayangan menghentakkan tiga kali tongkatnya ke tanah. Permukaan tanah sekali lagi bergetar hebat, suara gemuruh dari atas langit menggelegar, cuaca juga mendadak dingin. Kondisi pada saat itu amat tidak karuan, Valencia terjebak di antara keserakahan Raja bayangan.
Tidak lama setelahnya, seluruh jiwa yang terkumpul di dalam enam portal yang tersebar di masing-masing titik tertentu di Kekaisaran Alegra diserap oleh Raja bayangan. Semua jiwa tersebut diserap habis tanpa sisa sampai memenuhi tubuh Raja bayangan.
Tubuh Raja bayangan menunjukkan reaksi berbeda sekaligus wujud yang berbeda jauh. Tubuhnya menjadi lebih besar dari sebelumnya serta kekuatan di tubuhnya bertambah drastis. Itu semua berkat adanya jiwa manusia yang dia telan demi menambah kekuatannya.
"Hahaha, lezat sekali. Jiwa manusia adalah yang terbaik. Dengan begini kekuatanku bertambah dan kau takkan bisa lagi mengalahkanku."
Valencia tertunduk, kemarahannya tidak bisa dipungkiri lagi. Gadis itu sangat marah sampai rasanya ingin menghancurkan Kekaisaran Alegra dengan tangannya saat ini.
Raja bayangan sudah melewati batas kesabaran Valencia. Gadis itu harus mencari cara berikutnya untuk membuat Raja bayangan mati dan lenyap tanpa meninggalkan jejak lagi di muka bumi ini.
"Hei, kau sudah membuat kesabaranku habis. Cepat kau kembalikan lagi semua jiwa manusia yang telah kau makan itu!" tekan Valencia menggebu-gebu marah.
__ADS_1
"Mengembalikan jiwa manusia ini? Tidak! Aku tidak akan melakukannya karena ini adalah sumber kekuatanku—"
Valencia melakukan serangan jarak jauh, dia menghantam tubuh Raja bayangan sampai terseret ke belakang. Emosinya tak kunjung meredam, jiwa manusia yang tidak bersalah menjadi korban akibat keserakahan Raja bayangan.
"Aku kan sudah bilang untuk mengembalikannya! Mengapa kau tidak menggubris apa yang aku suruh?!"
Valencia sekali lagi menerjang mendekat ke tubuh Raja bayangan lalu menghajar tubuh Raja bayangan sampai terpental kembali. Valencia tak mampu mengontrol emosinya, dia hanya mau jiwa-jiwa itu balik ke tubuh mereka masing-masing.
"Apa kita tidak apa-apa membiarkan Valencia tenggelam oleh amarahnya sendiri?" tanya Xeros.
"Entahlah, mari kita saksikan sebentar lagi. Aku yakin amarahnya akan mereda ketika si Raja bayangan berada di ambang batas kematiannya nanti."
Valencia tiba-tiba terhenti di udara, ada satu hal yang kini mengganggu pikirannya. Kedua manik matanya terpusat pada kumpulan sinar dari para jiwa manusia yang kini ada di balik tubuh Raja bayangan.
"Kenapa kau berhenti? Apakah akhirnya kau menyadarinya? Apabila kau menyerangku sembarangan dan membunuhku, jiwa-jiwa ini juga akan ikut mati bersamaku. Sebaiknya kau pikirkan itu baik-baik," ujar si Raja bayangan bangkit lagi dari pukulan Valencia.
Valencia menghela napas panjang, dia terjebak pada situasi tak terduga.
Valencia mengangguk, memang itulah yang seharusnya menjadi beban pikiran utamanya sekarang. Namun, di sela itu semua, pandangan Valencia tiba-tiba diliputi kegelapan, napasnya tercekat, serta tubuhnya yang tenggelam di dalam asap hitam.
"VALENCIA!" Semua orang berteriak memanggil nama Valencia, tapi terlambat. Mereka terlambat menyelamatkan Valencia.
Mendadak di hadapan mereka muncul portal entah dari mana. Satu persatu makhluk sihir berkeluaran dari portal tersebut. Mereka berenam akhirnya disibukkan oleh kehadiran para makhluk sihir.
Sementara itu, Valencia masuk ke dalam sebuah ruangan yang berada di ruangan kegelapan yang diciptakan Raja bayangan. Pihak musuh nampaknya sedang bahagia karena berhasil membawa Valencia ke tempat seperti ini.
"Sekarang takkan ada orang yang bisa menemukanmu di sini. Kau takkan bisa keluar dari tempat ini selamanya."
__ADS_1
Suara Raja bayangan menggaung di ruangan tersebut. Valencia mencari di mana keberadaan sang Raja bayangan. Tetapi, sayangnya tidak ia temukan di mana pun.
"Kau menantangku? Bagaimana jika aku menghancurkan tempat ini? Oh iya, jika aku hancurkan maka tubuhmu sebagian akan ikut hancur sebab tempat ini adalah bagian dari tubuhmu. Benar begitu, bukan?"
Valencia menyeringai, tiada rasa takut atau gelisah di hatinya. Sekarang Valencia semakin menggila, Raja bayangan sekali pun takkan mampu menghentikannya.
"Kau mau menjebakku dengan trik murahan seperti ini? Sepertinya kau salah besar. Meski aku telah mati lebih dari delapan ratus tahun yang lalu, bukan berarti aku menjadi lebih lemah. Ah, haruskah aku menyebutkan bahwa aku bertambah kuat sekarang?"
Valencia tersenyum miring, mimik mukanya terlihat begitu menyeramkan. Siapa pun tidak akan bisa menghentikan dirinya sekarang.
"K-Kau! Apa yang akan kau lakukan? Hentikan! Jangan bersikap sembrono!"
Raja bayangan seketika panik menerima gertakan dari Valencia. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan gadis itu, tetapi dia yakin bahwa Valencia tengah memikirkan rencana yang cukup gila.
"Mari kita mulai, Raja bayangan."
Valencia menjentikkan jemarinya, bersamaan kala itu ruang tersebut berguncang dahsyat. Sebentar lagi ruangan ini akan hancur lebur oleh ulahnya.
"Tidak! Jangan lakukan itu!"
DUAARR!
Sekali lagi suara ledakan keras menghiasi angkasa malam. Valencia meledakkan ruangan gelap tersebut sampai menyebabkan sebagian tubuh Raja bayangan hancur lagi. Untung saja efek kekuatan Valencia tidak mengenai para jiwa yang berkumpul di inti tubuh Raja bayangan.
"Kurang ajar! Beraninya kau melakukan ini padaku," murka Raja bayangan.
"Rupanya kau masih bisa berbicara, tampaknya kau punya daya tahan yang cukup kuat," tutur Valencia mengukir senyum menyeramkan.
__ADS_1
Valencia masih sibuk memikirkan cara untuk mengeluarkan para jiwa manusia yang terjebak di dalam sana.
'Bagaimana cara aku mengeluarkan mereka dari tubuh Raja bayangan? Aku tidak bisa mengerahkan serangan membabi buta. Aku harus memikirkan cara lain yang lebih aman,' pikir Valencia.