
Rudolf terdiam sejenak menahan sakit di pipinya, tamparan Valencia begitu kuat sampai membuat merasakan kesakitan yang tak pernah ia rasakan selama ini. Entah bagaimana, Valencia bisa tahu kalau gelang tersebut merupakan sebuah artefak sihir terlarang yang dia dapatkan dari Elkin.
“Lalu kau sendiri bagaimana bisa tahu kalau gelang itu artefak sihir terlarang? Apakah ada seseorang yang memberi tahumu? Ataukah kau memang tahu sejak awal?” tanya Rudolf balik menatap tajam.
Valencia memutar bola mata malas seraya mendudukkan diri di atas kursi kosong di hadapan Rudolf. Dia butuh jawaban yang jujur sesegera mungkin, tetapi Rudolf malah mengajukan pertanyaan balik kepadanya.
“Memangnya apa yang tidak aku ketahui mengenai sihir? Aku tahu persis rupa artefak sihir yang telah lama tersegel di benua Mihovil. Aku tidak tahu bagaimana cara kau mendapatkan artefak sihir terlarang itu. Tolong jawab! Jangan membuatku bertambah jengkel melihatmu.”
Valencia mencoba menekan Rudolf, pria keras kepala sepertinya perlu diberi tekanan supaya sadar dengan apa yang hendak dia katakan. Sebuah kebohongan berarti pemberontakan terhadap Valencia.
“Aku tidak akan memberi tahumu, meski kau mengamuk sekali pun di istana kediamanku, aku tidak peduli. Rahasia tetaplah rahasia, aku tutup rahasia dari mana aku mendapatkan artefak sihir terlarang. Kau paham?”
“Rahasia?” Valencia menyunggingkan senyumnya. “Memang apa yang kau rahasiakan? Aku sudah tahu segalanya. Apabila kau enggan mengatakannya, maka kau harus menerima resiko dariku nanti.”
Valencia beranjak bangkit dari tempat duduknya, kekesalan terus merajai perasaan Valencia. Akan tetapi, jika dia terus di sini maka itu tidak artinya dan hanya membuang-buang waktu saja. Sebenarnya kala itu Rudolf amat gelisah, perkataan Valencia setiap penekanannya berisi gertakan secara tersirat. Rudolf berusaha menenangkan diri, meski rasa takut di hatinya masih menguasai.
“Oh iya, kau tahu? Apa pun jenis trik yang kau mainkan, kau takkan sanggup membunuhku karena aku lebih kuat dari dirimu. Aku bisa kapan saja menebas kepalamu lalu menggantungnya di alun-alun kota. Akan tetapi, aku belum mau melakukannya, sebaiknya kau berhati-hati mulai sekarang karena kau akan menjadi debu pada akhirnya di tanganku,” peringat Valencia tidak main-main.
Valencia meninggalkan ruangan Rudolf, pria itu mengacak-acak rambut frustrasi memikirkan cara menyingkirkan Valencia.
“Gagal lagi! Pria itu tidak dapat diandalkan. Sia-sia saja aku memberinya artefak sihir terlarang. Apa lagi yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak boleh membiarkan Valencia hidup enak lalu menghancurkan rencanaku menguasai benua ini.”
__ADS_1
Valencia membelokkan langkahnya ke kamar tempat Guilla terbaring lemah tak berdaya. Wanita itu telah diberi sihir penenang oleh Elkin. Langsung saja Valencia memabawa pergi Guilla dari istana kediaman Pangeran Rudolf.
Kemudian di tengah jalan lorong istana, langkah Valencia dicegat oleh Elkin. Sekilas Valencia merasa kalau Elkin hendak menekan dirinya. Valencia tersenyum miring, tekanan kecil seperti itu tidak akan berpengaruh terhadap dia.
“Nona, ke mana Anda akan membawa Nyonya Guilla?” tanya Elkin berwajah datar.
“Aku akan membawanya kembali ke kediaman Grand Duke Allerick. Kenapa memangnya? Apakah ada masalah?” ketus Valencia.
“Tentu saja masalah, Anda telah menerobos masuk ke kediaman Pangeran Rudolf tanpa izin. Sekarang Anda masih berlagak tidak merasa bersalah setelah apa yang Anda lakukan? Nona, tolong jangan mencari masalah lagi.”
Valencia tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Elkin, pria itu sungguh berani sekali melawan perkataan Valencia dan menggertak gadis itu tanpa rasa takut.
Elkin tersentak, sekujur badannya merinding, betapa menakutkannya sihir dan tekanan dari Klarybell. Tidak bisa dia pungkiri, gadis itu memang mempunyai sihir yang luar biasa hebatnya sampai membuat orang lain tidak berani untuk menggertaknya secara berlebihan.
“Artefak sihir terlarang? Tampaknya Anda tahu banyak soal artefak sihir.”
Valencia merekahkan senyum menyeramkan, Elkin membuang-buang energinya untuk berbicara dengan Valencia. Untung saja gadis itu sedang tidak berada di mode ingin membunuh, jadi pria itu masih bisa selamat.
“Itu adalah pengetahuan dasar bagiku, kau tidak perlu sampai berkata begitu kalau kau sendiri sudah tahu identitasku. Penyihir kelas rendahan sepertimu tidak sepantasnya berhadapan denganku.”
Valencia berlalu pergi meninggalkan Elkin begitu saja, pergerakannya yang sangat cepat membuat Elkin tidak sempat mengejarnya. Pria itu kehilangan keberanian saat berhadapan langsung dengan Valencia. Dia tidak menyangkalnya, penyihir seperti dirinya takkan sanggup melawan Valencia dengan level kekuatan sihir yang jauh berbeda dari penyihir pada umumnya.
__ADS_1
Setibanya di kediaman Grand Duke Allerick, Valencia langsung menyerahkan Guilla kepada Adarian. Kondisi Guilla benar-benar buruk, bahkan Adarian tidak menyangka kalau Guilla berada di kondisi memprihatinkan seperti demikian.
“Grand Duke, siapkan ruangan khusus untuk Guilla. Kita tidak bisa menaruh wanita ini di penjara karena bisa saja ada musuh yang mencoba membebaskannya,” kata Valencia.
“Ruangan seperti apa yang dibutuhkan?” tanya Adarian.
“Ruang kecil tertutup dengan sirkulasi udara yang cukup lalu kalau bisa di dalamnya ada satu tempat tidur khusus. Dia akan menggila kembali kalau sadar dari pingsannya, jadi sebaiknya kita mewaspadai sebelum dia menimbulkan kekacauan.”
Adarian mengiyakan permintaan Valencia, dia langsung saja membawa Valencia ke sebuah ruangan tertutup di sisi lain kediaman yang tidak diketahui oleh Valencia.
“Tempat ini lumayan sesuai dengan yang aku maksud sebelumnya. Baiklah, kurung wanita ini di ruangan ini, aku akan membalut sekeliling ruangan menggunakan sihir.”
Selepas itu, Guilla ditaruh di atas ranjang kecil, kaki dan tangannya di rantai ke setiap sisi tempat tidur. Sihir ilusi yang dipasang Valencia tidak dapat dipatahkan bahkan oleh Elkin sekali pun karena sihir itu merupakan sihir tingkat tinggi yang takkan bisa dikuasai oleh siapa pun.
‘Selamat tinggal, Guilla. Jiwamu sebentar lagi akan melewati jembatan neraka, semoga penyiksaan di neraka bisa membuatmu sadar bahwa apa yang telah kau lakukan terhadap Valencia merupakan sebuah kesalahan besar.’
Valencia meninggalkan kediaman Grand Duke Allerick dan menitip pesan untuk terus mengawasi Guilla serta Endry. Mereka berdua mendapatkan pukulan telak sehingga kewarasan mereka sama-sama direnggut paksa. Pembalasan selangkah lebih dekat dengan keberhasilan, Valencia sangat puas bisa membuat orang-orang yang menyakiti si pemilik tubuh mati sengsara akibat penderitaan yang ditorehkan Valencia menjelang ajal menjemputnya.
Adarian langsung mengumpulkan satu tumpuk dokumen bukti mengenai kasus kejahatan yang telah diperbuat Guilla dan Endry. Telah ditemukan bahwa ada beberapa pelayan dan kesatria yang mati akibat disiksa oleh mereka. Kemudian kejahatan penggunaan mantra pengendalian, pembunuhan terhadap Valencia, penipuan, penggelapan dana, serta penyuapan.
‘Valencia, bisakah kau menyaksikan dari atas sana? Ayah dan Ibu telah melakukan apa pun demi membalas kejahatan Guilla dan Endry terhadap dirimu. Tolong maafkan kami karena melupakanmu. Apabila kita bertemu nanti, apakah kau masih bersedia bertemu dengan kami? Maafkan Ayah dan Ibu, putriku,’ batin Adarian berlinang air mata.
__ADS_1